WHEN I BECOME YOU

WHEN I BECOME YOU
SITUS KUNO


__ADS_3

Rahardian menatap bebatuan yang tersusun, ada relief yang dipahat di batu yang disusun seperti pintu.


"Apa ini mantra?" gumamnya bertanya.


"Kak,"


"Sabar Baby, kakak nggak baca kok," ujar Rahardian menenangkan Rain.


"Jangan sentuh juga!" peringat Rain.


"Iya baby," sahut Rahardian tersenyum.


"Bagaimana mematahkan mantra ini?" tanyanya kemudian.


"Kita harus tau siapa terakhir membaca mantra itu kak," jawab Rain.


Rahardian mengangguk, walau ia ragu dengan asumsi adik sepupunya itu.


"Ketua ini foto situs ditangkap melalui dron!" ujar salah satu pengawal memberikan secarik foto.


Rahardian mengamati gambar. Hingga tiba-tiba, sebuah pergerakan terjadi.


"Ada apa ini?" tanyanya.


"Ketua?!" seru semua pengawal hendak menyingkirkan ketua mereka dari sana.


"Liat garis-garis itu menyala!" seru salah satu pengawal.


"Gambar zodiak berputar!" lanjutnya.


Rahardian meminta anak buahnya untuk mengambil gambar dari atas melalui dron. Gambar rasi Gemini bergerak memecah.


"Ketua gambar rasi Gemini hendak terbelah!" Rain.


Rahardian mengamati layar laptop. Ia mengingat bulan lahir Lock dan Kirk Gideon.


"Bukankah itu bintang lahir Kirk dan Lock?"


"Sepertinya begitu ... Ketua ... Rupanya salah satu dari mereka berbeda zodiak!" seru salah satu pengawal.


'Scorpio?" Rahardian memiringkan kepalanya.


"Kirk dan Lock bukankah kembar?" Mereka saling tatap.


"Sepertinya kita lembur kali ini!" ujar Rahardian lagi.


Mereka meninggalkan lokasi dan membiarkan rasi yang menyala. Sementara di ruang bawah tanah, Kirk menatap kosong jeruji di depannya. Tubuhnya penuh luka. Jiwanya pasti berpindah jika akan disiksa habis-habisan oleh para sipir.


"Mungkin Lock mengira aku mati jika berada di tubuhnya, dan dia menguasai tubuhku dengan bebas," gumamnya.

__ADS_1


Sebuah peristiwa yang terlintas di ingatan jiwa Kirk. Lock adalah teman yang mirip dengannya.


Kirk memang memiliki saudara kembar. Tapi saudaranya tewas di tangannya sendiri karena bermain pisau.


Kirk yang ketakutan, ia membawa mayat Lock saudaranya ke sebuah tebing lalu menjatuhkannya begitu saja. Lalu Kirk meminta teman yang sangat mirip dengannya menggantikan saudaranya yang terbunuh secara tak sengaja.


"Lock, maafkan aku ... Mungkin ini adalah hukumanku karena membunuhmu. Aku pergi menyusulmu saudaraku," ujarnya lemah.


Sementara itu, di sebuah hunian cukup besar. Lock menatap rumah di mana masa remajanya tinggal. Jiwa Joe yang ada dalam tubuh Kirk tersenyum senang.


"Ini semua milikku, tapi sebelumnya. Aku harus menghabisi Line. Ayahnya memecat ayahku hingga membuat ayahku depresi dan bunuh diri. Lalu ibuku kabur dengan pria lain dan itu adalah ayahmu Kirk!" ujarnya dengan kilatan mata penuh dendam.


Lock atau Joe menatap foto sepasang suami istri itu. Ia menatap ibunya yang tak lagi mengenalinya. Padahal ada tanda lahir sama di pipi sebelah kiri.


"Kau selalu membuang muka jika berhadapan denganku ... Mom," ujarnya lirih sambil membelai foto wanita yang tersenyum bahagia.


"Kau membuatku dipenjara jauh agar tak mengganggumu. Tapi kau tak tau jika aku telah mengambil darah Kirk dan membuat perjanjian dengan iblis!' monolognya dengan senyum sinis.


"Bersenang-senang lah kau Mom. Aku akan membuatmu terkurung lama bersama jasad Kirk di Alaska," lanjutnya lagi.


Sementara itu di hunian lain, Mark tengah memakai tuxedo termahal dengan bahan sutera terbaik. Hari ini adalah hari pertunangannya.


Jiwa Line memang menginginkan ini sebelum jiwa Mark merusak tubuhnya dengan kegiatan mesumnya.


Mark sangat tampan, Lyn melirik pria yang tak mungkin ia miliki itu. Hatinya sakit dan merasa cemburu pada Line.


"Tapi Nona Smith memang pantas untuk Tuan Ortega," gumamnya dalam hati.


"Tentu!" jawab Mark datar.


Ryn memang di sana karena mengantar sepatu untuk putra atasannya. Gadis itu mengikuti mereka berdua.


Sebuah ballroom hotel dihias dengan mewah dan indah. Mark, Paul dan Ryn naik lift khusus dan langsung menuju lokasi.


Ting! Pintu lift terbuka dan menampakkan Mark yang tampan. Semua mata langsung menuju padanya.


"Astaga ... Dia seperti dewa ketampanan, Apolo," puji salah satu wanita memandang Mark penuh pemujaan.


Marcus menyambut putranya dengan senyum bangga. Semua pengawal telah menjaga ketat dan keseluruhan acara telah diperiksa secara teliti.


Rahardian menugaskan Mike harus sepenuhnya menjaga acara itu. Ia akan datang sepuluh menit lagi bersama Rain.


"Kau tampan sekali Nak!" puji Marcus.


"Kau juga Dad!" balas Mark.


Jiwa Line sedikit gelisah, ia masih harus menunggu sang gadis turun. Ia takut jika jiwa Mark mengacau.


"Jangan khawatir sayang. Ibumu bersama kekasihmu. Oh ya, paman dan bibi juga sepupu pacarmu juga hadir. Ayo kita ajak mereka ngobrol!" ujar Marcus.

__ADS_1


Mark mengangguk, Rodrigo dan Samantha juga tampil sempurna dua putranya juga sangat tampan.


"Rose adalah gadis mandiri. Ia terlalu kuat dan kau akan menyesal jika melepasnya,' ujar Rodrigo memuji keponakannya itu.


Tak lama Line hadir bersama Maria. Gadis itu memakai gaun perak gradasi emas. Rambutnya di naikkan ke atas hingga leher jenjangnya terlihat.


Bahu terbuka memperlihatkan tulang selangka yang indah. Mark menatap kekasihnya melotot.


Jiwa Line tentu tak pernah ingin memakai gaun yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya itu. Senyum Line mewakili jiwa Mark yang menatap pria di depannya dengan seringai jahil.


"Apa yang kau pakai?' bisik Mark kesal.


"Oh ... Apa aku harus memakai baju kunomu. Ini acara kelas atas. Apa kau ingin mempermalukan keluargamu?" Line balik bertanya.


Jiwa Line berdecak, ia tentu tak memakai baju yang membuatnya nyaman. Tapi ia juga tak akan memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"Nona Smith anda cantik sekali!" puji salah satu pebisnis.


"Dan gadis cantik ini akan jadi menantuku!" sahut Maria ketus.


"Sayang," peringat sang suami.


Maria kesal dengan laki-laki yang menggoda calon menantunya.


"Baik acara utama akan dimulai. Yakni penyematan cincin pertunangan!" seru pembawa acara.


Mark membawa Line ke atas panggung kecil yang berbentuk bulat. Sepasang manusia itu benar-benar serasi.


Lampu sorot dinyalakan. Rahardian telah di sana bersama Rain menyaksikan acara.


Di situs kuno terjadi pergerakan. Zodiak bintang Line dan Mark bergerak dan berputar. Beberapa pengawal yang tengah mengamati dengan dron langsung memberitahukan pada ketua mereka.


"Ketua ada pergerakan di situs!"


"Lihat pergerakan pada situs milik Kirk dan Lock palsu!' perintahnya.


"Zodiak Lock melepaskan diri ketua!"


"Tunggu hingga zodiak Kirk bersemayam tepat pada rasinya. Jika sudah, Kunci!" perintah pria itu.


"Zodiak telah terkunci!"


Di tempat lain Joe yang jiwanya telah berpindah ke raganya meraung kesakitan akibat disiksa.


"Marte Gavava Zodiactus!" pekiknya ketika sebuah pisau menoreh mukanya.


Bersambung.


Eh ... Apa jiwanya bisa balik lagi?

__ADS_1


Next?


__ADS_2