Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Want to Go Home


__ADS_3

Chris mendadak memajukan kepala sedang mengendus tubuh Ailee, mengabaikan seluruh tatapan mata para penjaga yang kini sigap menyambutnya. Pria itu tersenyum sinis, "Dari mana saja kau? Aku mencium aroma lain dari tubuhmu."


Ailee bergerak menjauh merasa tidak nyaman. Jujur saja jantungnya berdetak tak karuan apalagi ketika bibir Chris hampir menyentuh lehernya yang terekspos hingga bahu. Perasaan yang asing namun menyenangkan, mungkin karena selama ini Ailee hanya peduli pada diri sendiri, walau memang pernah merasakan masa remaja yang biasanya dipenuhi kisah-kisah romansa serhana di sekolah. Ia jadi terbawa arus bersama Chris--lelaki asing pertama yang pernah berada sedekat ini dengannya.


 


Seolah dapat membaca pikiran, Chris yang sebelumnya sudah kembali mengangkat kepala, kini semakin menunduk mendekatkan hidung pada permukaan kulit wajah Ailee.


Sadar sedang digoda, Ailee melengos. Beruntung tepat saat itu juga, suara Beta Jack terengar dari jarak beberapa meter, dia sedang berjalan ke arah sang pemimpin, "Alpha, hentikan perbuatanmu. Banyak anak kecil di sini, jangan mencontohkan hal buruk," ujarnya seraya melirik tajam satu per satu para penjaga terutama yang masih remaja.


"Aku hanya memeriksanya Jack, kalau aku sedang pergi, kalian ini seharusnya mengawasi Ailee 24 jam supaya dia tidak nekat kabur. Dan lagi, katakan pada Hannah untuk terus mengontrol ***** memburu manusia, bahaya kalau sampai segerombol manusia datang kemari."


Jack menuding Ailee melalui lirikan matanya, "Tapi dia juga manusia, alpha."

__ADS_1


"Kasusnya beda, lagi pula kita tidak membunuh Ailee, jika sewaktu-waktu mereka meminta gadis ini kembali ya tinggal lempar. Lagi pula aku tak yakin akan ada manusia yang rela menyelamatkanmu hingga datang ke sarang serigala, baby," ujar Chris sembari mencolek dagu Ailee. Jack dibuat membatu di tempat, Alpha Chris yang selama ini ia kenal memang ramah, humoris, tapi agak kaku kalau mengenai gadis. Anehnya dia kelihatan nyaman bersama Ailee, bahkan sudah sampai tahap menggoda.


Ailee pun terpikir hal lain, sesuai anjuran Alpha Peter dari black pack, dirinya harus menggoda Chris agar semakin dekat hingga mereka sampai ke tahap saling membongkar rahasia. Namun utuk sekarang ia tak mungkin melakukannya, melihat dua gigi taring pria itu saja jantungnya hampir lepas karena takut dikoyak.


Ketika Sang alpha dan si beta sibuk bercengkerama, Ailee melengos membiat Chris segera mengejarnya, mengabaikan Jack yang masih ingin bicara banyak. Padahal sudah jelas gadis itu kembali memasuki kastil dan pergi ke kamarnya.


"Ailee, kau belum menjawab pertanyaanku," Ailee baru menghetikan langkah saat sudah berada di lorong. Chris menatap matanya tajam, "Katakan sendiri, atau perlu aku memaksamu untuk jujur."


Gadi itu hanya diam, sejujurnya Ailee malas bicara. Pikirannya juga terlalu buruk karena mendapati ancaman di mana-mana.


"Black pack," balas gadis itu terbata-bata, mencoba melepas tangan Chris dari bahunya yang ternaya sudah dilumuri darah. Air matanya seketika berlinang membuat arus sungai yang deras di pipi, "Aku tidak sengaja, aku tak tahu kalau ada perbatasan di setiap wilayah pack."


Bukannya merasa kasihn, Chris justru memperdalam tancapan kukunya, "Lalu bagaimana kau bisa kabur? Mereka tidak akan menyia-nyiakan mangsa jika sudah di depan mata. Kau bisa kembali karena apa?"

__ADS_1


Tak tahan, Ailee pun berteriak sembari menggigit lengan sang alpha, "Apa pertanyaan seperti itu yang hanya terpikir di kepalamu?!" bentanya, "Aku ketakutan setengah mati melihat jasad manusia dicabik-cabik. Lalu kelompok serigala hitam itu menghadangku, mengancam akan memangsa! Ya tuhan, kenapa hidupku ditakdirkan untuk terus menderita?!"


Chris perlahan melepas cakarannya, membuat goresan di bahu Ailee semakin mengaluarkan banyak darah. Tanpa berkata apapun lagi, ia menuntun gadis itu ke kamarnya yag terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


...---...


Hutan belantara saksi terakhir hilangnya Ailee Guttierez kini sedang ditelusuri, walau baru setengah kilo meter dari pemukiman warga. Para detektif berhenti sejenak di bawah pohon oak--karena mendapati sobekan kain berwarna kuning. Sesuai ungkpan Ema Guttierez, cucunya itu terakhir kali kelihatan mengenakan baju kuning pastel sebelum dinyakan hilang kabur ke hutan.


"Barang bukti," ujar Detektif Maxime seraya menyerahkan sobekan kain lusuh tersebut agar di simpan untuk bahan investigasi selanjutnya.


Beberapa menit kemudian saat semua orang sibuk mencari bukti lain di sekitar lokasi, Xavi justru menelusuri hutan semakin jauh sendirian. Dalam perjalanannya itu, terdapat hamburan bulu halus warna abu-abu disertai sedikit percikan darah, seolah baru saja terjadi pertarungan. Antara hewan buas melawan manusia, atau sesama binatang saling bergaduh.


Xavi segera kembali ke kelompoknya, beruntung ia peka sehingga tahu arah kembali. Detektif Maxime selaku ketua menjadi orang tujuannya, Xavi menatap pria itu dengan napas terengah akibat berlari, "Ada bulu di sana, sekilas seperti serigala karena berwarna abu-abu, juga ada darahnya. Kemunginan baru terjadi pertarungan."

__ADS_1


Maxime langsung sigap, ia meberi aba-aba pada para rekan untuk mempersiapkan senjata masing-masing, dan segera pergi memeriksa bulu terduga 'serigala' sesuai perkataan Xavi.


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2