Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
His Lips


__ADS_3

Kedua kelopak gadis itu sontak terpejam ketika bibir lelakinya mulai mendekat.


Peter tertawa kecil memandang keduanya dari balik pepohonan di atas air terjun. Rekannya datang sembari menepuk bahu si alpha penuh selidik, "Mereka penyusup?"


"Bukan," Peter menggeleng, telunjuknya mengarah pada jubah serigala di atas bebatuan, sontak membuat Antonio, si rekan terbelalak. Jubah itu sangat identik dengan alpha red pack, "Itu Alpha chris dan calon luna red pack."


"Dari mana kau tahu?" Tanya Antonio masih tak yakin, ia tahu itu Chris tapi gadis yang sedang bersamannya tak pernah terlihat sama sekali sebelumnya. Yang lebih mengejutkan mengapa pria tu tiba-tiba bercumbu dengan perempuan, padahal rumornya Chris tidak berniat menikah.


Peter menjelaskan saat melihat wajah polos penuh keingintahuan Antonio, "Namanya Ailee, dia manusia. Seperti yang kita tahu kalau red pack itu selalu mengambil ibu asuh dari pemukiman manusia terdekat, gadis itu ibu asuh yang baru, dia masih polos dan tak tahu apapun mengenai werewolf termasuk tentang orang yang membawanya ke sarang serigala ini, si Chris. Ailee juga cukup pemberani, pemberontak, dan unik, aku menjadikannya pancingan sekaligus informan untuk terus memantau kegiatan red pack terutama strategi Chris menghadapi blue pack nanti, karena aku berniat mengumpankannya langsung pada blue pack."


Antonio masih tak bisa percaya dengan yang ia lihat--Chris tengah memojokkan gadis itu sampai ke tebing, "Lalu apa yang gadis itu lakukan? Nyalinya besar sekali."


"Aku yang menyuruhnya, menjadi informan yang baik adalah dengan cara menjadi semakin dekat dan terikat dengan sumber informasi. Dia mengikuti ucapanku dengan mulai menggoda Chris, jika sudah begitu mereka akan saling terbuka...dalam segala hal."


Antonio seketika menatap horor sang alpha, sebagai penasehat utama black pack ia sangat tak sungkan dengan sang alpha sekalipun, "Hey, ini masalah pribadi antara red pack dan blue pack, tidak seharusnya kau ikut campur begitu."


"Blue pack kemungkinan besar juga akan menyerang kita, jarak kastil red pack dri tempat kita saja tidak sampai satu kilometer."

__ADS_1


"Tetap saja, sudah ada peraturan yang melarang menjangkau wilayah pack lain jika terjadi masalah antar dua klan."


Peter mendengus, "Kita tetap harus berjaga-jaga."


"Jadi apa gunanya gadis itu? Kalau Chris sampai tahu kau menjadikannya pengkhianat red pack, habislah kita.."


"Habis kenapa? Jika dia marah, kita bisa langsung menyerang lalu membunuhnya."


Sekali lagi, Antonio menatap tak percaya sembari menggelengkan kepala, "Aku mengerti, kau tidak pernah ikut perkumpulan antar pack di kastil pusat. Chris mendapat predikat alpha terbaik selama sepuluh tahun berturut-turut."


"Predikat itu hanya untuk alpha yang tidak membiarkan anggotanya kesulitan, jadi bukn berarti dengan memiliki predikat alpha terbaik dia adalah petarung handal atau bahkan membunuh ribuan mangsa," Peter berdecih, yang tanpa sadar suaranya terlalu keras hingga intonasinya meninggi, "Chris itu tak pernah membunuh sesama serigala walaupun bukan dari klannya sendiri, dia pengecut."


Sementara Peter merenggut tak suka, "Ah, sudahlah! Aku alpha di sini, aku yang berhak menentukan masa depan black pack bukan pendapat pribaimu penasehat Antonio."


"Aku tidak yakin dengan rencanamu. mereka akan semakin dekat dan saling terbuka, lalu Ailee membeberkan segala ancamanmu agar Chris terus melindunginya, mereka benar-benar bersatu tapi kau sendiri yang akan hancur," ejeknya, "Lain kali cari taktik yang bagus untuk menguntit seseorang."


...---...

__ADS_1


Ailee menunduk membuat tautan mereka terlepas, ia berbisik, "Sepertinya ada yang mengintip."


Bibir Chris menjalar menuju daun telinga Ailee kemudian mengecup ringan, "Aku tahu, mereka di sana sejak tadi."


Seolah tak mempedulikan keadaan,Chris iut menunduk sembari mendongakkan dagu si gadis hingga dua labium keduanya kembali bertemu.


Ailee berontak merasa tidak beres, lantas segera menjauh, "Kau tidak seharusnya melakukan hal ini, menjlankan rencanamu tapi bkan berarti bisa merenggut kesucian bibirku."


"Aku tak memaksamu, kau bisa menghindar jika keberatan," ujarnya--sontak membuat Ailee bungkam.


"Ta-tapi tubuhku kaku seperti ketika kau mempengaruhi pikiranku."


"Aku benar-benar tak melakukan apapun. Itu respon tubuhmu sendiri yang memang menginginkannya," elak Chris, namun sebenarnya merujuk pada kebenaran. Ia menyeringai sembari menuding surainya yang berantakan klarena cengkeraman Ailee, "Ini bukti utama, rambutku sampai acak."


Kedua pipi Ailee mendadak bersemu, "Hentikan, hentikan! Aku mau pulang!"


"Itu bukan jalannya," Chris tertawa saat melihat gadis itu berjalan ke arah yang salah. Ia kemudian menyingkap semak sulur, memperlihatkan keadaan hutan yang akan dilalui, begitu banyak pohon batang hitam yang rimbun nan gelap, "Sebaiknya kau naik ke punggungku kalau tidak mau kesulitan."

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2