Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Love for Alpha


__ADS_3

Ailee menuruni tangga yang ada di gua bawah tanah terdebut perlahan, saat sampai di ujung ia mendapati ruangan luas yang dipenuhi penerangan redup. Gua ini sudah seperti bunker.


Salah satu pelayan bernama Marelyn membantunya turun, lalu memberi selimut hangat dan digiring ke dekat perapian bersama beberapa wanita lain yang berkumpul di sana.


Baru saja Ailee duduk, telinganya pengang karena ucapan Maria si ketua pelayan, "Ternyata kalian sudah sampai ke tahap yang jauh, aku tidak menyangka sebelumnya."


"Apa maksudmu?" Balas Ailee sinis.


Wanita paruh baya itu tersenyum miring, "Aku tidak sengaja melewati air terjun perbatasan saat kembali dari camp penjaga. Semua pembicaraanmu dengan Alpha Chris... aku mendengarnya."


"Kami tidak membicarakan apapun," Elak Ailee.


"Aku melihatnya sendiri. Kalian berci—"


Kedua bola mata gadia itu segera melotot tajam, "Apa werewolf sama saja dengan manusia, Chris itu alpha kalian, bukan? Seharusnya kalaupun kau tahu sesuatu, ini jadi privasi, bukan bahan gunjingan."


"Jadi kau benar-benar sudah punya hubungan terikat dengan kakakku?" Celetuk suara dari belakang. Semua orang di dekat perapian terkecuali Ailee membelalak terkejut dengan kehadiran Hannah, biasanya ketika ada perang gadis itu justru tidak mau bersembunyi, tapi juga tak ikut terjun ke medan.


Ailee menggeleng, "Tidak."


"Lalu apa yang kau lakukan tadi?" Hannah menggerakkan alis menggoda Ailee, ia tersenyum ke arah Maria.


Tak mah dipojokkan, Ailee membantah, "Kami hanya mengobrol, sudah itu saja!"

__ADS_1


"Tidak mungkin, di lehernya itu sudah ada penanda. Aroma alpha sangat kuat ditubuhmu," ujar Marelyn. Telunjuknya menuding luka di leher yang sudah menghitam seperti tato.


Ailee mendengus, "Jangan banyak bicara! Kalau kalian mau tahu, tanyakan sendiri pada Chris, lalu bergunjinglah di depannya."


Hannah tertawa kecil melihat reaksinya, "Kak Ailee, ayo kita ke sana sebentar."


Karena Hannah mengajak ke tempat yang lebih sunyi, Ailee segera mengangguk setuju. Ia tak mau jadi bahan olokan lagi, walaupun sebenarnya bukan ejekan, mereka hanha menggoda Ailee karena terlalu dekat dengan sang alpha.


Perginya Ailee dan Hannah menimbulkan pergunjingan semakin besar. Marelyn berujar pada wanita muda yang kelihatannya seusia dengan Chris, "Harapanmu benar-benar sudah pupus, Selle. Alpha Chris lebih memilih wanita manusia itu ketimbang kau."


"Aku bahkan belum memulainya, kita lihat saja siapa yang akan jadi pemenang setelah ini," balas Selle tak terima.


"Tapi Maria bilang mereka bercumbu mesra di dekat air terjun, apa itu kelihatannya kurang menunjukkan ketertarikan bagimu? Alpha sudah jelas memilihnya sebagai luna."


"Aku tidak tahu apa-apa. Tapi akhir-akhir ini tiap kali melihat Alpha, auranya jadi ceria dan hangat. Ku pikir itu karena keberadaan Ailee."


"Alpha memang begitu dari dulu, ramah dan ceria. Yang ada, Ailee itu hanya menambah beban pikiran, lihat saja kelakuannya tak benar sama sekali. Mana mungkin seorang pembantu menatap tajam majikan," Selle memperhatikan Ailee dari jauh, perasaan kebenciannya semakin membludak.


Sementara itu di sisi lain, Ailee jengah menunggu Hannah yang melamun. Ia bertanya sarkas merasa terabaikan, "Ada apa? Kenapa mengajakku kemari?"


Bukannya menjawab, serigala remaja itu justru menawarkan hal lain, "Mau minum teh hijau?"


Hannah merogoh kantungnya, menunjukkan sebungkus daun teh kering. Ailee dibuat kagum karenanya, "Aku tidak tahu kalian juga menyimpan barang herbal."

__ADS_1


Hannah tertawa, "Kau masih takut denganku ya?"


"Ah, tidak. Sebenarnya aku cuma kurang nyaman, mayat manusia itu membuatku takut."


Kejujuran yang keluar dari bibir Ailee membuat Hannah semakin merasa bersalah. Waktu itu keinginannya menggebu-gebu dan tak terkendali, "Aku berusaha terus mengontrol diri agar tidak melukai manusia lagi, sayang sekali kata kakek remaja terlalu bernafsu, itu cukup sulit dilakukan. Tapi jujur saja, yang waktu itu pertama kalinya aku membunuh manusia, semoga aku bisa menepati janji tak akan melakukannya lagi."


"Ku harap kau pegang janjimu."


"Chris tidak pernah membunuh manusia," ujarnya, Ailee sontak mengerutkan dahi, "Dia terlalu polos saat masih remaja, kata kakek dia bahkan tidak tertarik dengan percintaan atau ***** perburuan. Satu hal penting yang mengisi hari-hari yaitu berlatih dan terus begitu sampai sekarang."


'Kenapa dia menceritakan hal seperti ini padaku?' Gadis itu membatin jengah.


"Aku harap kau pertama dan terakhir kalinya."


"Tunggu dulu, aku tahu kau salah paham—"


Hannah memotong sangkalan gadis itu, "Kalian kelihatan serasi, kau gadis pertama yang dia cium jadi jangan khawatir. Ah, kau perempuan pertama yang berhasil dekat dengannya, aku salut."


"Tapi sebenarnya—" bibir Ailee kembali terkatup rapat. Ucapannya kembali disela.


"Masalah perbedaan dunia antara kalian masih bisa kita urus nantinya. Entah dengan memalsukan identitasmu atau mengubah jati dirimu menjadi sama seperi kami, para werewolf."


'Apa?! Jadi werewolf?!'

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2