Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Not To Be Werewolf


__ADS_3

Sejujurnya jika dirinya tak berada di lorong bawah tanah tanpa akses jalan keluar yang mudah begini, Ailee akan langsung kabur tanpa mempedulikan keadaan sekitar seperti yang ia lakukan tempo hari—hingga akhirnya bertemu koloni black pack yang mengancam nyawanya.


Tapi red pack sesungguhnya tidak jauh berbeda, mereka hanya berdalih memberikan perlindungan seutuhnya karena jasa Ailee yang di butuhkan. Jika 'kontrak' sudah habis nanti, mungkin mereka akan memangsanya tanpa belas kasih. Semua orang tengah memasang topeng dihadapannya, termasuk Chris.


Ailee sadar kalau sikap pria itu memang berbeda, seolah tertarik dengan dirinya. Namun selepas hal apa saja yang terjadi, Chris adalah bagian dari werewolf dan Ailee merupakan manusia murni, sampai kapanpun mangsa tidak akan dicintai predator. Mereka hanya akan menggodanya sampai luluh pada titik terendah, kemudian mengambil kesempatan saat waktunya sudah tepat.


Gadis itu hanya bisa memangku dagu seraya memandang Lea, si bayi werewolf yang manis. Meratapi kelanjutan hidupnya. Atau haruskah mengikuti segala saran Hannah, jika ia menjadi werewolf semua bisa lebih aman dan Chris akan menikahinya—tak mungkin membunuhnya.


'Menjijikan! Aku tidak akan sudi berubah menjadi setengah serigala sampai kapanpun, kalau begitu lebih baik mati!' Batinnya berkata.


Namun mendadak ia terdiam, "Lalu bagaimana dengan nenek? Kalau aku mati, dia akan sendirian. Sekarang pun, entah siapa yang berada di sampingnya."


Lea menggeliat, matanya mengerjap penuh air ketika mendapati ruangan yang menjadi tempat berteduhnya berbeda dengan rumah atau pondok asuh. Dia sontak merengek, membuat Ailee mau tak mau menggendongnya seraya berjalan kesana-kemari mendendangkan alunan ringan seperti yang biasanya ibu manusia lakukan pada bayinya.


"Lea, sudah bagun..." Sapa seseorang yang tiba-tiba memasuki kamar. Wanita itu segera merengkuh si bayi dalam pelukannya karena tak enak hati membiarkan orang lain harus mengasuh sang putri yang tergolong aktif. Walaupun sebenarnya Ailee punya jiwa keibuan yang sangat baik, setiap bayi yang menangis tidak nyaman, akan diam tenang setelah dia gendong. Padahal rupa fisiknya cukup dingin dan tidak ramah.

__ADS_1


Ailee melirik Samantha, ibu kandung Lea, dengan tatapan ragu. Pakaiannya yang penuh debu menjelaskan kegiatan yang baru dilakukan, "Kalau kau sibuk, biarkan Lea bersamaku saja."


"Tidak apa-apa, Ailee. Aku juga rindu putriku, kau boleh istirahat sekarang."


Ailee mengangguk, segera saja ia keluar dari ruangan itu untuk membiarkan pasangan ibu-anak bersama penuh ketenangan. Baru sampai luar pintu, ia sudah dikejutkan kedatangan Chris dari arah lorong gelap yang merupakan jalan satu-satunya menuju tempat ini. Sementara Hannah sudah tidak ada di sana, entah kemana perginya.


Chris mendekat dengan langkah lebar, "Ayo kita pergi sekarang."


"Kemana?"


"Tidak boleh bersembunyi untuk menghindari black pack, kau justru harus menunjukkan diri. Aku punya banyak pendukung, mereka pasti ikut melindungimu," digenggamnya pergelangan Ailee dan kembali memasuki lorong gelap.


Tanpa diprediksi, Chris mengangguk yakin, "Tentu saja, kita akan pergi ke kastil utama. Aku akan membuat pengakuan untuk menjadikanmu werewolf—"


Ailee sontak menepis tangan Chris seraya beringsut mundur, "Jadi kalian benar-benar akan melakukan hal itu padaku?!"

__ADS_1


"Dengarkan aku dulu."


Ailee menggeleng, "Cukup, cukup! Aku sudah berapa kali tertipu kalian? Aku tidak mau menambah beban hidup lagi!"


Pria itu tampak mendengus sebal, "Ini hanya pengakuan, kalau ditanya kenapa aku tidak segera menjadikanmu werewolf maka jawab saja kau belum siap dan ingin menikmati waktu menjadi manusia, konteksnya kita yang akan menikah. Hampir seluruh pack menyeganiku, jadi jika kau mau melakukannya nama Ailee akan ikut disegani, dan ancaman black pack juga pupus. Masalah nenekmu, dia ternyata ada di rumah rehabilitasi di kota, aku sudah memeriksanya sendiri ke sana."


"Kau harusnya mengajakku bertemu nenek!"


"Aku baru mencari tahu hari ini, bahaya jika membawamu. Lain kali ku antar ke sana, asalkan kita selesaikan masalah ini dulu, gara-gara kau juga red pack terancam kebencian!"


Tak sesuai harapan Chris, gadis itu masih berani menggelengkan kepala, "Aku mau bukti dulu, kalau nenekku selamat dan memang ada di kota. Baru setuju dengan rencanamu membuat kebohongan kalau kita akan menikah dan aku menjadi seperti kalian."


Bibir Chris mengerucut, lantas keluar hembusan udara. Ia benar-benar dibuat lelah hari ini hanya karena urusan Ailee dengan black pack justru semakin panjang, "Kita pergi ke kastil utama dulu, setelah itu langsung ke kota. Aku janji."


"Tidak mau," kukuh Ailee yang keras kepala.

__ADS_1


"Jika kita tidak menyelesaikan masalah ini dulu, red pack tidak bisa aman dan keluar dari wilayah hutan juga akan membuat kita semakin sengsara. Apalagi kalau kau menemui nenekmu di saat tidak tepat, black pack bisa saja mengikuti kita sampai akhirnya tahu keberadaan nenekmu sekaligus rencana ini."


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2