Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Maxime Dangerous Time


__ADS_3

Red pack kembali melanjutkan perjalanan menuju kastil utama, agar masalah perseteruan blue pack dan red pack yang merambah sampai pada black pack bisa segera terselesaikan, sekaligus melepaskan Ailee dari ancaman Alpha Peter.


Rencana plan A yang Chris buat, masih menjadi perdebatan dengan Ailee karena dianggap merugikan pihak manusia. Yah mau bagaimanapun musuh mereka adalah para werewolf itu sendiri, dan Ailee yakin alibi Chris untuk menipu semua orang dengan identitas palsunya sebagai werewolf tidak akan berjalan dengan baik, mengingat Chris dari red pack cukup terpandang.


Namun berkat bujuk rayu handal pria itu, Ailee mau tak mau pun menyetujuinya. Chris menjanjikan dirinya pergi ke pusat rehabilitasi di kota untuk menemui nenek. Tak peduli kalau sebenarnya ialah yang membawa masalah pada red pack, bukan salah Ailee sepenuhnya karena ia ke tempat ini juga tak sesuai keinginan, melainkan melalui penculikan 'kontrak'.


"Hanya akan berlangsung tujuh puluh tahun saja, Ailee. Aku akan berusaha menyembunyikanmu dari dunia luar sampai kontrak perjanjian kita berakhir."


Ailee mendengus, dahinya berkerut, "Tujuh puluh tahun itu lama, usiaku sudah mencapai delapan puluh delapan saat masa itu akan tiba."


"Sudah ku bilang usiamu terhenti sejak saat pertama kali kita bertemu. Kau masih akan tampak seperti sekarang tujuh puluh tahun lagi," Chris mensejajarkan punggung saat tubuh Ailee hampir merosot, padahal laju larinya sudah sangat rendah dibanding sebelum-sebelumnya. Gadis itu pun segera mencengkeram bulu leher Chris untuk pegangan.


Ailee menaruh kepalanya, kedua bola mata melirik singkat pada langit yang sangat gulita tanpa satu pun bintang, bulan yang sebelumnya hanya mempertontonkan bentuk sabit, kini juga menghilang tertutup awan kelabu. Angin yang berhembus pun semakin kencang saat geromboln serigala itu mulai menanjaki bukit.


Serigala yang ditumpanginya menggoyangkan ekor, "Apa kau kedinginan? Aku lupa menyuruhmu pakai jaket."

__ADS_1


Ailee hanya mengangguk, lantas menenggelamkan wajah pada bulu Chris yang hangat dan lebat, aromanya sangat harum seperti tubuh Chris saat menjadi manusia, segar dan menenangkan. Padahal Ailee sempat mengira tubuh werewolf sama saja seperti binatang serigala, bulu yang kotor, berdebu, dan penuh kutu. Namun yang ia peluk terasa seperti boneka hidup yang wangi tapi tetap mematikan.


Bulu punggung Chris sontak mengembang karena merasa geli dengan tingkah gadis itu. Ia membungkuk membuat Ailee menyudahi aksinya menghangatkan pipi, "Sebentar lagi musim dingin tiba, musim yang akan membuatmu sangat aman di red pack. Para werewolf akan sangat sibuk di pack masing-masing tak terkecuali black pack, Alpha Peter tidak akan sempat mendekati wilayahku sejengkalpun."


"Kapan musim dingin itu benar-benar tiba?"


"Satu... atau dua minggu lagi, barangkali. Aku hanya memperkirakan, bukan berrti sudah fiks."


Ailee menjerit mengingat sesuatu, "Aku tidak mau tahu, besok kita harus ke kota, tepati janjimu untuk membuatku bertemu dengan nenek."


"Chris jangan mengacuhkanku, kau harus menepti ucapanmu, jangan membuatku ingin membatalkan ini semua agar red pack dan black pack saling bunuh, aku juga tidak masalah harus ikut mati, asalkan kau juga," ancam Ailee yang sontak mendapat tatapan tajam dari mata silver serigala itu.


Sejujurnya Chris hanya mengkhawatirkan satu hal jika ia harus keluar dari hutan dan pergi berlalu lalang dintara kerumunan manusia, ia tak suka mereka semua. Bagaimana jika identitasnya sebagai alpha werewolf terbongkar? Ailee juga belum sepenuhnya ada di pihak red pack, suatu saat jika keduanya benar-benar pergi ke kota, Ailee langsung melaporkannya pada polisi, maka urusan akan semakin rumit.


"Setelah meluruskan masalah di kastil utama, kita harus ke kota, aku tak mau tahu!" seru Ailee, lantas merajuk bak anak kecil.

__ADS_1


Chris dibuat mengehela napas berkali-kali, namun ia terus berusaha menutupi dengan cara melolong nyaring tak mempedulikan tatapan penuh tanya pengikutnya di belakang sana.


...---...


Maxime terbangun, ia sudah sadar tapi ikatan di mata dan mulutnya begitu kencang hingga kelopak mata sama sekali tidak dapat bergerak. Kedua kaki dan tangannya juga terikat pada sebuah kursi yang menjadi tempt duduknya sekaligus.


Ia tak tahu di depan sana, seorang pria tengah membaca idenitasnya dari dompet kecil yang sebelunya disimpan di ransel.


Max merancau tak jelas karena mendengar keributan di dekatnya, lebih jelasnya yaitu suara tawa dan ejekan.


"Detektif Maxime," Pria itu menyibak pengikt mata yang berada di bagian telinga kanan Max, ia mendekatkn bibir, "Selamat datang. Selamat atas kebernianmu memasuki wilayah ini dan rasa penasaranmu menggeledah rumah kami. Sebenarnya itu melanggar privasi, tapi karena kau seorang detektif maka akan ku mafkan..."


"Siapa kau?!" Max bertanya tidak jelas karena terhalang kain.


"Coba buka sendiri ikatanmu untu melihat siapa aku, ku beri waktu sepuluh menit, jadi cepatlah!"

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2