Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Want to Be A Luna


__ADS_3

Ailee terpana sejenak, pemandangan dapur makhluk yang ia anggap hewan buas terbilang diluar batas, bahkan jauh lebih baik dan lebih rapi ketimbang dapur di rumah nenek.


Jenis daging-dagingan di simpan dalam toples kaca besar dan di namai, ada juga kacang-kacangan termasuk beras dan gandum, sementara sayuran segar tertata dalam keranjang anyaman rotan. Jika harus memilih, Ailee lebih baik berada di sini dengan segala fasilitas mewahnya--walau ia menyesali dipekerjakan sebagai pengasuh bayi-bayi serigala yang mengerikan. Namun orang-orang di sini tidak pernah menganggapnya rendah, justru seolah bagian dari mereka, Ailee ikut dilindungi.


"Kau kelihatan bagus dengan gaun itu, pertama kali kita bertemu, pakaianmu sangat lusuh dan jelek," Ailee tersentak, sosok Chris sudah berdiri di belakangnya dengan tangan bersidekap dada. Pria itu kedapatan meminum secangkir kopi hangat.


Ia sontak tertawa renyah, "Serigala minum kopi?"


Chris tersenyum seraya menggoyangkan cangkir, "Hanya pack ini yang melakukannya, kau tahu kan kalau seluruh bahan pangan di sini bernutrisi baik. Kami serigala tapi juga manusia, gizi nabati dan hewani harus terpenuhi seimbang," telunjuknya menuding keadaan sekitar, sesuai deskripsi Ailee mengenai makanan di setiap sudut ruang. "Bagaimana kasurmu, Nyaman? Kau pasti juga sudah melihat isi lemari, aku yakin perempuan sepertimu pasti menyukainya. Tapi... jangan memakai perhiasan terlalu banyak di hari-hari biasa," Chris mendekatkan diri pada Ailee, sambil mengendus aromanya.


Gadis itu seketika memundurkan langkah karena tak nyaman, "Kenapa? Aku melihat beberapa perempuan memakainya."


"Mereka Omega bertakhta, suami mereka petinggi red pack dan berkorban banyak, sementara kau hanya pelayan di sini."


"Aku sering mendengar istilah-istilah seperti itu, alpha, omega, beta, luna. Oh, siapa luna di sini?" Ia bertanya dngan raut tak sebegitu penasaran, tapi Chris sebagai Alpha kelihatan masih lajang walaupun wajahnya tampak dewasa.


"Aku belum menikah, terlalu muda untuk memiliki luna," sesuai dugaan, pria itu tidak terlalu mempedulikan pernikahan. Seorang alpha pasti sibuk dengan tugas sebagai pimpinan pack.

__ADS_1


"Ku pikir kau sudah punya anak. Kau terlihat tua," balas Ailee penuh ejekan.


Chris ikut tertawa remeh, "Aku sebenarnya kasihan denganmu anak kecil yang nakal. Hidup di gubuk tua yang reot, kumuh, jelek, dekat hutan. Apalagi kalian tidak punya harta, memprihatinkan sekali... beruntung aku menyelamatkanmu dari kesengsaraan itu, iya kan?"


Alisnya seketika naik, sementara dahinya merengut sebal, "Kau mengurungku, mengaitkan kontrak tak jelas, membuatku putus sekolah dan tak punya teman! Ini harusnya jadi tahun kedua ku di sekolah menengah atas, aku baru saja naik kelas!"


"Lagi pula kau tidak pernah mendapat nilai A, paling mentok B-, dasar tidak berguna," Chris kembali melontarkan ejekan. Ailee diam, apa yang diucapkan memang benar, ia bersekolah hanya membuang-buang uang karena nyatanya dirinya sama sekali tidak pintar.


Gadis itu segera melengos, mempersiapkan daging dari stoples bertuliskan 'daging kelinci'. Ailee tak tahu cara mengolahnya, sehingga hanya menyiapkan minyak panas dan garam.


Ailee melengos, pergi ke keranjang sayur lantas mengambil satu buah wortel, "Aku bisa melakukan apapun!"


Saat disibukkan diri dengan kegiatan mengupas wortel, pria itu terus memandangnya dari belakang membuat Ailee tak nyaman. Chris kemudian mendekatkan tubuh dan mengambil alih wortel dari tangan Ailee, posisi tubuh mereka yang saling menempel membuat Ailee bergetar, "Satu jam hanya untuk mengupas wortel, dasar bodoh," cibirnya.


Sebuah ide mendadak terlintas di kepala Ailee ketika mendapati kepala Chris menyembul di perpotongan lehernya, Ailee tersenyum, "Chris, kau tadi bilang belum punya luna kan? Apa aku bisa jadi kandidatnya?"


"Kau pikir ini pemilihan presiden di duniamu? Lagi pula kau tidak cantik, aku kurang tertarik," baalsnya seraya menolehkan kepala, sontak membuat hidung keduanya bersentuhan.

__ADS_1


Ailee terlonjak, "Kalau begitu jangan dekat-dekat!"


Chris tertawa kecil seraya terus berlanjut memotong wortel berbentuk kubus, "Manusia tidak boleh jadi luna, red pack bisa hancur jika aku melakukannya."


"Aku juga tidak mau menikahi serigala, yang jelas kontrak ini harus habis sebelum usiaku 25 tahun, aku akan langsung menikah dengan pria kaya dari kota."


"Kontrak ini berlangsung 70 tahun."


Ailee membulatkan mata, "Kau gila?! Kalau begitu ini penyanderaan!"


Kegiatan memotong selesai, pria itu kemudian mencuci tangan di wastafel, namun pandagannya beralih pada Ailee yang kalut dan panik, "Usiamu akan abadi selama itu, dan yah... setelah kontrak ini selesai, usiamu berlanjut."


"Itu sama saja mengurungku hanya untuk melihat masa depan. Kalau aku keluar ke dunia manusia 70 tahun lagi, mereka pasti sudah berubah total, aku hanya akan terlihat seperti orang bodoh."


Chris sontak menunduk, 'Tapi bagaimana jika Ailee bernasib sama seperti ibu asuh sebelum-sebelumnya?'


...Wolfgang: The Alpha's Throne...

__ADS_1


__ADS_2