Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Christhunder Dead is Your Name


__ADS_3

"Masakanmu enak, nona," puji Hannah segera setelah menyuapkan sepotong daging kelinci yang dimasak jadi sup bercampur kentang, wortel, dan daun bawang.


Chris pun menanggapi dengan cibiran, "Bukan dia yang memasak."


Hannah sontak tertawa melihat raut masam Ailee, "Oh, pantas rasanya tidak asing."


Sejujurnya Ailee berperan paling banyak untuk menu hari ini, ia memotong, mencuci, dan merebus bahan. Sementara Chris hanya menabur bumbu dan garam.


Namun bukan hal itu yang jadi perhatiannya sekarang, Ailee takjub akan kerja sama para werewolf, sekalipun ada tingkatan kasta yang disebut alpha, beta, omega, dan sebagainya, dapur ini ternhata digunakan bersama, mereka tak segan menyapa sambil mengobrol dengan sang pemimpin. Chris sendiri juga tak masalah harus memasak hidangan untuk dirinya sendiri ataupun sang adik, bahkan termasuk Ailee si orang asing juga.


"Hannah, hari ini aku harus pergi ke kastil umum. Awasi kegiatan para omega, dan dia jadi tanggung jawabmu," celetuk Chris usai ketiganya serempak selesai makan.


Sang adik mengangguk, "Baiklah, tapi untuk apa kau pergi ke sana?"


"Dua anggota blue pack datang kemari semalam, mereka akan mengajukan permintaan pembagian wilayah dengan red pack. Aku tidak bisa menerima itu," ujarnya seraya mengemas piring bekas makan, baik miliknya maupun milik orang lain. Diam-diam Ailee terpaku akan sikap Chris, ini seperti bukan alpha yang selalu mengancamnya.


"Bukankah dari awal setiap alpha dibebaskan memilih wilayah masing-masing? Kenapa mereka melanggar peraturan?" Hannah bertanya penuh rasa ingin tahu.


"Blue pack beralasan kekurangan pasokan makanan dan terganggu dengan musim salju yang lebih panjang ketimbang musim panas, bayi-bayi mereka banyak yang jadi korban. Karena itu, mereka meminta wilayah dipindah kemari, mengambil sebagian dari hak kita dan diganti dengan separuh wilayah pegunungan."


"Sebenarnya aku juga kasihan, mereka juga mungkin kesulitan mencari ibu asuh untuk bayi-bayi itu, pasti manusia biasa tidak tahan tinggal di cuaca ekstrem pegunungan. Tapi seharusnya Alpha Sam bisa lebih bijak dari awal dan mementingkan kondisi pemukiman koloni mereka, tidak adil kalau harus menggusur red pack."


Ailee mulai ikut menyela karena tak tahan diabaikan, "Red pack itu wilayah kalian, tempat ini?"


"Iya, kau anggota resmi red pack sekarang," balas Hannah.


"Lalu blue pack?"

__ADS_1


"Mereka koloni werewolf yang menempati pegunungan tepi jurang, cuaca di sana memang mengerikan, musim dingin berlangsung lebih lama ketimbang musim panas"


Chris sontak menajamkan mata ketika melihat Ailee meringis, "Kenapa kalian menjadikan warna sebagai nama kelompok? kedengarannya unik"


"Sebenarnya tidak semua, kebetulan saja tanah yang kami tinggali berwarna merah kecoklatan, lalu alpha memberi nama red pack, sedangkan blue pack berada di cuaca dingin yang menggambarkan warna biru, mungkin begitu pelafalan ilustrasinya," sahut Hannah santai, ia tak merasa Ailee menertawakan.


Ailee memiringkan kepala seraya memangku dagu, posisi duduknya yang sebelumnya berhadapan dengan Chris kini menghadap gadis remaja di sampingnya, "Hannah, bahasamu seperti orang pintar, berapa usiamu?"


"Delapan puluh tahun."


Mata Ailee seketika melotot, "Tapi aku kelihatan lebih tua darimu, usiaku baru delapan belas..."


"Aku abadi, jika kita sama -sama manusia, mungkin aku masih enam atau tujuh belas, sedikit di bawahmu."


Ia kembali menghadap depan, "Lalu berapa usiamu, Christhunder dead?"


"Dua ratus tahun."


Chris menggelengkan kepala mendengar responnya, "Ngomong-ngomong kau selalu memanggilku Christunder dead, nama lengkapku Christoper Horles."


Ailee melengos, "Maaf, tapi aku tidak peduli."


"Kalian lucu," komentara Hannah sontak mendapat tatapan tak mengenakkan dari keduanya.


"Apanya yang lucu?!"


...---...

__ADS_1


"Nona--"


Ailee menyela seraya menghentikan langkah, ia kemudian duduk di bebatuan besar--lokasi yang sempurna untuk memandang para pria gagah yang tengah berlatih, kadang-kadang mereka akan berubah menjadi serigala bertubuh kekar, "Berhenti memanggilku nona, Hannah. Kita hampir seumuran, panggil Ailee saja."


Hannah ikut duduk di sampingnya, "Ailee, apa kau punya pacar?"


Tawa lebar sontak keluar, Ailee mendapati pandangan Hannah yang tertuju pada salah satu werewolf yang sedang berlatih, "Kau menyukai laki-laki itu?"


"Em, tidak!"


Ailee kembali tertawa, "Hannah, dengar ya... hidup ini keras, kalau kau menyukai sesuatu dan ingin memilikinya maka berjuanglah, jangan hanya dipendam. Jika tidak, kau akan jadi perawan tua!"


"Aku masih muda."


"Tapi delapan puluh tahun seharusnya sudah keriput," balasnya penuh canda. Dari tempat duduknya, Ailee mendapati aula para bayi serigala sedang ramai karena ibu-ibu mereka masih belum ada kegiatan, jadi setiap anak bermain bersama orang tua mereka, "Oh ya, Chris bilang setiap manusia yang dijadikan ibu asuh di tempat ini selalu punya riwayat buruk semasa hidup di luar sana, begitu pula denganku. Memangnya itu benar?"


Hannah menunduk, tak enak hati menjawabnya.


Namun Ailee justru menepuk bahunya pelan, "Aku mencuri uang nenek hanya untuk beli perhiasan dan kosmetik. Aku melakukannya untuk tampil lebih cantik di depan orang yang ku suka, konyol sekali kan? Karena itu Chris menculikku dan akhirnya kita bertemu."


"Jangan menyesalinya, kehadiranmu sangat kami harapkan. Bayi-bayi serigala butuh perhatian sebaik ibu manusia."


"Tapi aku bukan orang baik, Hannah. Sudah enam orang jadi korban kenakalanku, aku sadar melakukan kejahatan-kejahatan itu."


Ekspresi Hannah terlihat semakin suram, "Ailee, kau tertekan tinggal di sini ya?"


"Apa? Ah, tidak--maksudku--"

__ADS_1


"Aku akan mencoba membuat Alpha Chris mempertimbangkanmu agar bisa diganti dengan orang lain," selanya.


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2