
Ailee terkejut tatkala pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dengan sosok Chris sudah berdiri tegap penuh aura intimidasi di sana, "Kau sudah ku tandai, sehingga aku juga bisa merasakan perasaan cemasmu itu," ujarnya, seraya berjalan mendekat pada gadis yang duduk bersila di atas kasur. Ailee ikut menajamkan ekspresi karena tak suka ditempatkan dalam situasi di mana ia harus jadi yang lemah.
"Kau datang kemari hanya untuk mengatakan hal semcam itu? Jujur saja aku cemas dan khawatir pada masa depanku nanti, dan juga bagaimana nenekku, kalian berbohong dengan mengatakan mempertemukan kami setip satu bulan sekali," balas Ailee mencoba mencari alibi yang lebih logis--pastinya harus menghindari pembicaraan mengenai black pack.
Chris mendengus, mengambil tempat duduk di sisi kasur, namun berhdapan langsung dengan Ailee, "Apa kau tidak ingat berapa lama kau berada di sini? Kapan kau datang?" Tanyanya yang sontak dibalas gelengan acuh, "Baru tiga hari, Ailee. Aku janji akan mempertemukanmu dengan nenekmu setiap sebulan sekali, jangan khawatir. Werewolf red pack selalu memegang janji."
Ucapan itu membuat Ailee tertegun, nada bicara sekaligus ekspresi Chris berubah jadi lebih hangat dan tenang, seperti bukan sosok werewolf bermata perak yang gemar mengancam dan bertarung. Ailee membayangan jika saja sendainya pria itu bukan dari bang serigala, melainkan manusia biasa, ia rela mati-matian mengejarnya.
"Kau mendengarankanku kan?" Chris menaikkan kaki sembari menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Ailee yang sedari tadi melamun--kedua sudut bibirnya tersungging ke atas, sementara pandangan mata lurus tak lepas dari pupil perak Chris, pria itu balas memandangnya lekat seraya memajukan wajah.
Ailee membeku, spontan memejamkan mata dan tak menghindar sama sekali.
Bibir Chris sudah sagat dekat, hidung mereka bahkan saling menempel tanpa celah seikitpun. Sayang sekali pada detik terakhir itu, suara Hannah mengganggu kegiatan keduanya, "Apa kalian terlalu sibuk sampai tidak sempat menutup pintu?" Tanyanya ketus, Hannah kemudian membanting daun pintu tersebut sampai tertutup sempurna.
__ADS_1
Membiarkan kedua muda-mudi di dalamnya harus gelisah dilengkapi rasa canggung.
Chris pergi tanpa mengtakan sepatah kata pun, tapi dia mendadak berbalik saat sampai di depan pintu, "Ailee, aku sudah sangat percaya padamu, jadi ku harap kau tak menghianatiku, ataupun red pack."
'Lalu jika aku mengkhianatimu, jasadku akan terkoyak di sini. Sebaliknya, kalau mereka yang ku khianati, black pack jelas bertindak lebih berutal.'
...---...
"Ku rasa hubungan kalian sudah terlalu jauh walau baru berjalan singkat," celetuk Hannah ketika makan malam berlangsung, banyak orang-orang dari keluarga mereka berkumpul di tempat itu, sehingga spontan seluruh bola mata terarah pada Chris yang duduk di ujung--sebagaimana tatanan takhta seorang alpha atau pemimpin pack.
"Siapa yang kau bicarakan, Hannah?" tanya Esmeralda, kakak perempuan ayah Chris. Wanita baya itu merupakan ibu kandung Lea, serigala cilik yang paling disegani karena masih memiliki ikatan darah dengan kelurga alpha.
Hannah menyahut tanpa rasa bersalah, "Perempuan bernama Ailee itu, ibu asuh red pack yang baru, kelihatannya berhasil menarik perhatian Kak Chris. Mereka kelihatan sangat dekat, Ailee juga berbeda dari kebanyakan manusia yang kita bawa kemari, dia lebih berani sekalipun alpha tandingannya."
__ADS_1
Dalam diam, Chris menggerus sendok logam yang dipegang. Agak aneh rasanya mendengar dirinya dibicarakan oleh orang lain di depan mata, apalagi awal mula penyebar berita adalah adik kandungnya sendiri.
"Wow, Christoper, sepertinya ini kali pertama kau dekat dengan seorang gadis. Haruskah kalian segera mengikat cincin kesucian?" Sahut sang paman antusias. Selebihnya, semua orang di meja tersebut kelihatan bahagia, hanya Chris yang megerutkan alis sebal, apa gunanya ia bergelar alpha kalau diperlakukan seperti ini.
"Tapi Ailee itu manusia, apa kalian lupa faktanya? Mau jadi seperti apa red pack ke depannya kalau dipimpin oleh luna yang bukan sebangsa?"
"Mau bagaimanapun, kalau memang sudah saling cinta dan itu kenyataan takdir mereka, ya tidak masalah. Aku akan tetap mendukung keinginan Chris."
"Kalau begitu, tandanya kau menyetujui pengibaran bendera perang antar pack. pemimpin dari kaum manusia akan ditolak sangat keras. Red pack hancur, lalu kalian semua pasti jadi serigala liar yang tak memiliki koloni, hidup selalu waspada karena perburuan."
Telinga Chris semakin panas mendengarnya, spontan ia mengepalkan tangan dan menggebrak meja.
Seketika ruangan menjadi senyap, bahkan semut pun seolah tidak berani bergerak di hadapan tatapan tajam sang alpha, "Baik Ailee, atau gadis manapun yang ku pilih jadi luna, sepatutnya kalian semua tak perlu ikut campur seolah hal seperti ini sangat perlu didiskusikan bersama," Lirikannya kemudian berpindah pada sang adik, "Jangan suka mencampuri urusan orng lain, bocah."
__ADS_1
...Wolfgang: The Alpha's Throne...