
Tak mau banyak membuang waktu, dua orang penjaga yang diarahkan beta jack tengah menggiring Ailee dan Hannah ke persembunyian bawah tanah melalui pintu rahasia dibalik lemari kamar Chris.
Ailee merasa ragu untuk masuk karena ukurannya hanya setengah dari badannya, terlebih dalam dekapannya masih ada Lea, gadis cilik itu terlelap dalam sekejap usai menghabiskan makanan khusus yang terbuat dari daging giling.
Satu kaki sudah terjulur ke dalam, mengikuti Hannah yang sudah lebih dulu masuk. Setelah seluruh tubuh berada dalam lorong kegelapan seperti jalur menuju alam lain itu, penjaga menutup pintu, sehingga cahaya sudah menghilang sepenuhnya. Ailee bergeming membayangkan sesuatu dalam lorong remang tersebut.
Terdengar suara langkah Hannah menjauh, rupanya dia tengah menyalakan lilin di beberapa sudut.
Gadis itu melambaikan tangan, mengisyaratkan agar Ailee segera mengikutinya.
"Tempat apa ini?" Ailee mulai membuka mulut ketika lorong yang dilewati berubah lebih terang padahal tak kelihatan cahaya kecuali dari sebatang lilin yang dipajang saling berjauhan. Di tepi dinding beton itu juga terdapat tanaman rambat berbunga warna ungu, mendapat kesan dalam situasi buruk nan mencengangkan namun indah dari sudut pandang tertentu.
"Lorong rahasia ini hanya akan dibuka saat ada situasi buruk mendesak seperti sekarang. Sebenarnya kita sudah tidak berada di red pack, ini arah menuju wilayah lain tanpa pemilik. Selama berabad-abad, musuh tidak pernah bisa menemukan tempat ini, orang-orang red pack yang tahu juga hanya dibatasi sepuluh orang agar tetap menjaga keamanan."
Ailee mendesah lega seraya menolehkan kepala memandang yang lebih muda, "Kalau begitu tidak perlu khawatir. Ekspresimu kelihatan panik dari tadi, aku bisa melihatnya dengan jelas."
__ADS_1
"Aku... tidak khawatir jika tempat ini terbongkar, tapi kau adalah manusia pertama yang datang kemari, seharusnya aromamu tidak akan sampai ke permukaan sana, tapi entahlah. Black pack bisa menyerang kita kapan saja karena—seperti yang ku katakan, ini wilayah bebas tanpa pemilik," ujar Hannah merasa bersalah.
Ailee menunduk, "Tidak masalah, aku akan berusaha menjaga diri dengan baik. Lagi pula, kalau aku yang diincar seharusnya tidak akan jadi masalah untuk red pack kan? Sejujurnya aku sangat mengkhawatirkan nenekku, apa black pack benar-benar melukainya."
Nada bicara Ailee terdengar sendu dan letih, walau sudah cukup sering menunjukkan sikapnya yang penuh rasa bersalah, Hannah tetap tidak nyaman, dia lebih suka Ailee yang ceria dan suka membantah, bukan orang penuh penyesalan, "Beta Jack pergi memeriksa pemukimanmu beberapa hari yang lalu, dia bilang di perbatasan hutan sedang banyak penjagaan. Jadi Beta Jack juga belum bisa menemui nenekmu di sana, tapi ku yakin dia baik-baik saja, pasti penjagaan itu dilakukan untukmu juga."
Sontak Ailee merasa ada kaitan pancing yang menariknya. Jika terdapat penjagaan hutan, berarti ada pencarian yang dilakukan untuknya juga. Berarti persentase keselamatan dan kembali pulangnya juga masih ada, ia berharap seseorang segera menemukannya dan membawanya kembali dalam kehidupan normal di dunia manusia.
Hannah tak sengaja melirik, dan mendapati raut binar penuh harapan dari wajah Ailee. Ia sudah menduga ucapannya barusan akan membuat Ailee berharap sangat besar, "Ailee," panggilnya lembut.
"Aku suka kau bersama Chris, kalian juga kelihatan sangat cocok. Sejak dulu, kakakku memang dianggap aneh, dia belum pernah mengencani satu pun wanita dari pack-nya sendiri ataupun pack lain. Tapi semenjak kau datang, aku jadi bisa melihat sisi lain darinya. Pria yang suka mengganggu, tapi juga ingin melindungimu, mungkin Chris setiap hari selalu menggodamu, tapi percayalah itu dilakukan hanya di depanmu," ujar Hannah.
Ailee seketika tertawa, "Chris itu kan memang suka bercanda, dia mengerikan tapi juga sangat jahil. Aku sering melihatnya menggoda orang lain."
"Itu bercanda, dia selalu bermain-main dan mengganggu orang lain karena jengah dengan jabatannya sebagai alpha si super sibuk. Tapi yang dia lakukan padamu berbeda, sudah seperti kasih sayang yang diungkapkan antar keluarga. Aku yakin dia sangat mencintaimu."
__ADS_1
Gadis itu melengos, "Kenapa tiba-tiba membicarakan Chris. Ah, sebaiknya kita jangan banyak bicara dan cepat jalan, kasihan Lea tidur dengan posisi seperti ini pasti tidak nyaman."
Hannah terdiam. Ia tahu kedua insan itu sedang saling tertarik satu sama lain, tapi mencoba menyadari fakta dan realita kalau dunia dan jati diri mereka berbeda jauh. Chris juga tidak mungkin menjadikan manusia sebagai luna red pack, dia bisa dibunuh karena melanggar peraturan.
...---...
Hutan belantara yang hampir tak pernah dijajah satu pun manusia itu tengah menjadi saksi seorang detektif bernama Maxime, dia tanpa ragu menebas seluruh pohon kecil dan sulur yang menghadang jalan setapaknya, tak lupa mengikatkan potongan sulur pada batang pohon besar yang dia lewati, guna menandai jalanan tersebut benar-benar sudah dilaluinya sekaligus petunjuk untuk kembali pulang.
Maxime berjanji pada dirinya sendiri untuk kembali pulang dengan selamat bersama Ailee Guttierez.
Entah apa yang membuatnya sangat ambisius seperti ini, nyatanya setelah melihat potret Ailee kala itu, ia langsung tertarik dan berniat menemuinya—mencarinya hingga mereka saling bertemu.
Maxime seolah mendapat pesan suara asing, yang menyuruhnya datang menjemput Ailee. Karena gadia itu memang masih hidup.
Tidak pikir panjang, Max menyetujuinya, dia ingin segera membawa Ailee pulang dan mendapati jawaban kalau suara batin itu memang benar, bukan sekedar halusinasi yang ia ciptakan.
__ADS_1
...Wolfgang: The Alpha's Throne...