
Suasana malam yang dingin dan tenang seperti saat ini mengingatkan Ailee pada rumah, ia akan menghabiskan waktu untuk menonton acara komedi di televisi sambil memakan popcorn bersama nenek. Meski kadang kala sikapnya sangat menjengkelkan, namun kebersamaan yang dilalui tawa canda dengan sang nenek pun sangat banyak. Ailee mendadak merasa bersalah akan hal itu, bagaimana keadaan wanita tua itu sekarang? Apa dia senang Ailee pergi atau merasa kehilangan.
Ailee percaya kalau nenek sangat menyayanginya bagaimanapun perilaku kenakalan yang sudah ia perbuat.
Merasa semakin bosan, gadis itu beranjak dari ranjang sutranya. Ailee mengintip keluar--yang kebetulan salah satu pelayan sedang lewat. Ia mendekatinya seraya menuding ruangan Chris yang masih sama sepinya sejak pagi, "Dia belum pulang?"
"Alpha baru akan kembali lusa," sahut pelyan tersebut. Tatapannya tidak ramah, membut Ailee agak sebal.
"Kalau begitu di mana kamar Hannah?"
"Kau tidak boleh mendatangi ruangan orang seenaknya, nona. Apalagi kalau mereka bagian dari keluarga pemimpin," balasnya dengan nada semakin tidak enak didengar.
Ailee mendengus, keplanya terdongak angkuh sembari bersidekap dada, "Omong kosong, bayi-bayi itu akan mati tanpaku, jadi jabatanku di sini yang paling tinggi melebihi alpha dan luna. Bicara yang sopan denganku!"
Pelayan itu kembali menanggapi sarkas, hingga akhirnya keributan terjadi semakin panas. Beta Jack tiba-tiba muncul dari ujung lorong, matanya sayu kelelahan, "Ada apa? Kenapa kalian ribut malam-malam?"
"Dia mencari ruangan Nona Hannah, dan aku memberitahunya untuk tidak mendatangi ruangan orang sesuka hati. Nona Hannah bisa terganggu, Beta Jack," balas pelayan itu seperti sdang mengadukan perbuatan buruk.
Ailee mencibir, namun tak membala apapun. Gadis itu kemudian melengos pergi ke arah datangnya Beta Jack tadi tanpa mengatakan apapun.
"Dia bukan orang asing lagi," balas sang beta seraya menatap kepergian gadis manusia itu, "Aku mencium aroma Alpha Chris dalam tubuhnya, perempuan itu pasti sudah ditandai."
Si pelayan spontan menutup mulut karena terkejut, "Ini artinya kita kedatangan luna baru dari kaum manusia?"
__ADS_1
"Entahlah, tapi sepertinya alpha menandai untuk tujuan lain, bukan sebatas menjadikan perempuan itu luna red pack. Alpha tidak mungkin gegabah dan sembrono, menjadikan manusia pemimpin klan berarti sama saja mengibarkan bendera perang dengan seluruh pack di wilayah ini" Beta Jack menuding Ailee yang sudah berbelo ke lorong lain, "Awasi terus, kelihatannya sikapnya terlampau buruk. Kebanyakan manusia yang kita culik untuk dijadikan ibu asuh mengalami depresi berat dan jadi pendiam atau bahkan antisosial. Dia sangat berbeda dari yang lain."
...---...
"Hannah--" belum sempat mengetuk pintu, telpak Ailee terhenti aku menyentuh gagang. Dari celah ia bisa melihat samar Hannah yang berubah menjadi serigala tengah menikmati daging mentah--yang diyakini sebagai potongan tubuh manusia, apalagi Ailee melihat jelas potongan tangan dan kaki. Ia spontan berbalik dan berlari sejauh mungkin, 'Dia memakan manusia?!'
Pintu utama setinggi tiga meter terlihat di depannya, para penjaga tampak tidak peduli dengan keberadaan Ailee meskipun gadis itu berlarian seperti orang tidak waras.
Sampai di gerbang luar, rupaya rangkaian besi berkarat itu digembok. Ia berteriak frustasi, "Ah! Kenapa harus digembok?!" Tapi rupanya mata Ailee lebih tajam dibanding hari biasa. Celah hasil retakan tepat berada di sudut kanan, tanpa pikir panjang ia berlari ke arahnya. Tanpa disangka, aksi nekat itu berhasi mulus.
Tidak mempedulikan betapa gelapnya hutan sekeliling, Ailee nekat menembusnya, berlari tanpa henti sampai kening dan leher bercucuran keringat. Ia sadar tidak ada yang mengejar, namun bayang-bayang perilaku Hannah terus menghantui.
Dalam jalurnya, Aile tidak sadar melewati pohon dengan simpul kain merah yang mengartikn perbtasan antar wilayah. Sontak belasan mata-mata nyalang berwarna hitam mengintainya dari segala sisi tanpa diketahui.
"Alpha, kita mendapat buruan spesial hari ini!" Ailee segera berbalik kala suara berat terserukan dari belakang.
Seseorang yang dipanggil alpha sontak meloncat dari kegelapan, ia mengendus aroma sesaat. Lantas mengentikan anggotanya yang hendak menerkam Ailee, "Tunggu, apa kau dari red pack?" Ailee mengangguk ragu, sebab koloni werewolf dihadapannya jauh lebih mengerikan dibanding red pack, "Pantas, dia sudah ditandai Chris, aromanya sangat pekat."
"Jadi kita harus melepaskannya?"
"Kenapa begitu? Perempuan ini ditandai juga pasti akan dimangsa," balas si alpha, dia kemudian memandang Ailee, "Karena kau kabur ke kandang kami, maka jadilah hidangan terbaik untuk Black pack."
Tepat saat merek menyiapkan cakar, Aikee berseru sembari mendekatkan diri pada sang pemimpin pack, "Ah, sebentar! Aku anggota resmi red pack yang dipimpin Alpha Chris. Mereka membuat kontrak denganku sebagai ibu asuh, mereka tidak akan menyerangku, jadi kalian juga tak boleh melakukan hal yang sama. Pangkatku setara dengan alpha."
__ADS_1
Pria itu sontak tertawa, "Itu di red pack, dan sekarang kau sedang berada di kawasan black pack, manis."
"Aku tidak tahu batas-batas wilayah kalian, jadi tidak ada masalah besar di sini. Baiklah, aku akan kembali dan janji tidak melewati batas lagi."
"Rupanya kau termasuk golongan manusia licik dan tamak," alpha black pack itu menyeringai karena Ailee berusaha menyangkal, "Setiap anggota yang melewati batas wilayah pack lain tanpa sebab harus tetap di sidang, hukuman paling ringan mungkin hanya penggal kepala. Jangan kau pikir kehidupan werewolf sangat liar seperti serigala biasa, kami juga punya peraturan sama seperti manusia, dan kau juga harus menaatinya."
"Oke, aku minta maaf. Pelanggaran ini terjadi karena aku tak tahu!"
"Kalau begitu bagaimana jika kita membuat kesepakatan? Agar kepalamu tidak terpenggal di pengadilan antar pack."
Tanpa pikir panjang, Ailee menyahut seolah menantang, "Katakan kesepakatan apa yang kau inginkan?"
"Informasi dari red pack."
"Ap-apa maksudnya? Aku tak mungkin ikut campur urusan-- y-ya baiklah! Lepaskan cakar busukmu!" Ailee seketika berlutut dan patuh karena serigala dibelakangnya sudah melingkarkan kaki ke lehernya.
"Sebentar lagi pembagian wilayah akan diadakan kembali karena masalah dan keluhan blue pack, Chris pasti memperjuangkan mati-matian wilayah ini, karena kemungkinan besar akan terjadi peperangan, kau perlu mencari tahu taktik apa yang akan dia gunakan,"
Ailee berusaha mendapat keringanan, "Tapi aku bahkan tidak bisa berbicara terlalu sering dengan Chris, terkadang dia juga membuat sihir seolah agar aku terus mengikuti pergerakan yang diinginkan."
"Itu urusanmu nona. Kalau masih mau selamat, kau bisa menggunakan tata cara menggoda pria agar bisa lebih dekat dengannya, meski kelihatan kaku, Chris tetaplah seorang pria."
...Wolfgang: The Alpha's Throne...
__ADS_1