
Selama para petinggi mengadakan rapat dadakan di ruang rahasia yang ternyata berlangsung lama, para prajurit pun bersiaga di sekeliling kastil, para beta memandu pasukan lain untuk mengelilingi sekitar dan kembali mencari bukti-bukti mengenai siapa pelaku penembakan Alpha Chris, kebakaran paviliun kastil utama, lalu untuk apa pula mereka melakukan penyerangan secara sembunyi-sembunyi seperti itu. Selama ini meski setiap klan werewolf sering bertarung, tidak ada yang kelewatan sampai menghanguskan kediaman koloni, paling tidak mereka hanya berani menjarah benda atau senjata yang berada pada jasad werewolf lain yang sudah berhasil dikalahkan.
Kali ini pun penyerangannya berbeda, bukan perselisihan anyat klan atau pack melainkan penyerangan terhadap kastil utama—di mana kepemimpinan tersebut adalah penengah atas seluruh masalah yang terjadi di antara satu pack dengan pack lain.
Manusia diduga sebagai pelaku utama—belum diketahui apa tujuan mereka, jika memang benar beraksi sebagai pelaku. Tapi satu orang dari pemimpin pack yang tak lain adalah Alpha Chris menjadi sasaran utama terkait terjadinya peristiwa tidak mengenakkan ini, sejujurnya tidak ada yang tewas tapi banyak yang terluka terutama dari red pack. Chris dianggap lalai dan terlalu gegabah, dia cukup egois mendatangkan manusia untuk dijadikan pendamping bayi-bayi serigala di pack mereka.
Tapi kebenarannya, red pack memang sulit di masa pertumbuhan bayi, rumornya leluhur mereka pernah berbuat dosa terhadap manusia sehingga para keturunannya sangat bergantung pada manusia. Tapi karena hal itu pula, red pack dianggap mengganggu manusia sehingga mereka berusaha membalasnya, intinya kali ini sang alpha yang begitu tersanjung harus mendapat skandal karena kecerobohan.
Chris tidak bisa menghentikan manusia yang berada di red pack, melepaskannya begitu saja tentu ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung kedua belah pihak. Untuk itu ia mencoba mengakhiri perselisihan ini dengan caranya sendiri, rencana spontan yang tentunya sudah disusun secara matang agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi.
Kakinya berkeliling ke sekitar ruangan lantai atas, namun tidak ada siapapun. Chris kemudian mengitari halaman sejenak dan rupanya orang yang tengah ia cari sedang berarada di pinggir danau. Chris berseru dari jauh, "Ailee, ayo kita pergi."
Gadis itu seketika berbalik, tanpa disuruh, dia sudah berlari menghampiri sang alpha, "Kemana?"
"Kau tidak ingin pulang dan mengunjungi nenekmu? Sebenarnya aku punya banyak waktu luang, kita mungkin bisa menghabiskan liburan di dunia manusia. Aku sangat ingin pergi ke pantai dan membeli kacamata hitam," Chris bicara santai seolah tak ada masalah, justru kelihatan sedang bercanda dan berniat menghibur Ailee—wajahnya kentara sangat kusut dan tidak ada gairah hidup.
__ADS_1
Namun tanpa ditebak, Ailee kelihatan tidak yakin sebab alisnya terangkat sebelah, "Tiba-tiba sekali, bukankah kita masih mendapat banyak masalah di sini? Kau sendiri yang bilang kepulanganku ditunda, jangan bercanda."
"Memangnya kau benar-benar tidak rindu nenekmu?" Chris balik bertanya, "Sudahlah, ayo ikut saja. Kesempatan tidak datang dua kali."
Ailee akhirnya menurut, ia mengikuti Chris dari belakang dan ternyata mempertemukan mereka bersama Beta Jack yang masih sibuk berdiskusi bersama para beta dari pack lain. Namun saat sang alpha memanggil, dia sigap mendekat.
Chris mengajak Beta Jack menjauh dari keramaian begitupula dari Ailee, "Jack, bicara dengan gerakan bibir saja, mungkin ada yang bisa mendengar telepati kita jika bicara saling diam."
Beta Jack mengangguk, "Ya, alpha."
"Pulanglah dan pentingkan keamanan klan kita sendiri, sisakan satu kelompok saja untuk berjaga di kastil utama. Kalau raja atau ratu menanyai, bilang saja aku sedang liburan bersama calon istri," setelah menyuruh Jack berbisik-bisisk, sang alpha itu justru bicara lantang dan keras, membuat orang-orang di kejauhan pun bisa mendengarnya—termasuk Ailee. Pipi gadis itu bahkan merona tanpa sadar, Chris meliriknya sambil mengedipkan sebelah mata, sontak membuat Ailee buang muka.
"Tentu, mana mungkin aku bercanda. Sudah ya aku pergi dulu..."
Sang beta menghentikan langkah pria itu yang kelihatan terburu-buru, "Kau benar-benar akan bersamanya?"
__ADS_1
"Kemungkinan besar begitu," Chris tertawa kecil, ia terdiam sejenak sambil mengatur suara. Ia menggerakkan bibir yang terbaca begini, "Beta jack, aku tidak akan melalaikan tugas jadi kau tenang saja. Tolong tetap jaga wilayah kita dengan ketat, itu saja perintahku."
"Tapi bagaimana dengan—" Jack seketika terdiam saat Alpha Chris menaruh telunjuk di depan bibir.
"Aku punya rencana, akan ku atasi selama pergi. Oh, jangan lupa pastikan Hannah tetap aman."
...---...
Chris tidak mempersiapkan apapun saat akan pergi, tapi dia mengantungi beberapa butir berlian hasil tambang red pack. Katanya satu butir jika dijual akan menghasilkan dua mobil mewah. Pria itu juga bilang hidup yang akan mereka tempuh selama berada di antara para manusia tidak akan berlangsung singkat seperti yang dijanjikan.
Ailee tersenyum lebar, "Itu artinya kita akan lama tinggal di kota? Jadi aku boleh terus mengunjungi nenekku?"
"Tentu, aku juga memberimu waktu untuk mengatakan padanya kalau mungkin setelah ini selesai kalian harus berpisah lagi. Katakan sejujurnya saja pada nenekmu, dia tahu siapa aku."
"Baiklah," Ailee mendongak, "Aku berjanji akan memanfaatkan waktu singkat ini sebaik-baiknya. Aku akan memberikan apapun yang nenek mau—jika bisa ku dapatkan."
__ADS_1
"Sudah ku bilang ini tidak akan singkat, kau boleh melakukan apapun bersamanya," potong Chris.
...Wolfgang: The Alpha's Throne...