
"Kapan kau mengantarku bertemu nenek?"
"Setelah selesai dari sini."
"Jangan hanya bicara saja ya, tepati ucapanmu."
Ailee ingat ucapan terakhirnya di meja makan sebelum meninggalkan Chris sendirian di sana.
Ada sesuatu yang terpacu dalam pikirannya ketika melihat bercak darah merembes di pakaian pria itu, bahkan sampai berceceran di lantai. Tanpa bisa dibendung, air mata sontak mengalir deras seperti aliran sungai. Bagaimana jika Chris mati? Kehidupannya di antara para werewolf akan lebih sengsara dan terlantar, lalu siapa yang akan mengantarnya menemui nenek?
Meski pria itu adalah pelaku penyebab keberadaan dirinya di tempat ini—di sekeliling manusia serigala predator daging, Chris juga orang yang paling dekat dengannya, mungkin karena sering memperdebatkan banyak hal, keduanya jadi lebih dekat secara tak langsung.
Ailee tanpa sadar menjadikan Chris tameng sekaligus pelindungnya, kalau terjadi sesuatu, ia pasti menuju pria itu tanpa ragu ataupun rasa malu. Bibirnya banyak mengadu, mengeluh, bahkan terkadang melampiaskan amarahnya saat sedang datang bulan—semua itu tertuju khusus untuk Chris.
Sehingga ketika tempat perlindungannya sedang jatuh, runtuh, tak sadarkan diri, ia merasa sangat jauh sampai kesulitan menjangkau Chris. Tidak ada rumah yang menjadi keluh kesah sekaligus pelampiasan emosi dan kesedihannya.
__ADS_1
"Ailee! Chris akan segera pulih, sekarang pergilah ke tempat persembunyian di lorong bawah tanah, keadaan di luar masih kacau. Seseorang menyerang kita secara tak terduga, saat ini gedung timur hangus terbakar," Ratu Claire datang tergopoh-gopoh, dan langsung mengajaknya pergi dari kamar.
"Ini sudah lima menit, Chris belum sadar juga!" Ailee menangis semakin keras, "Ada yang bilang dia tidak bisa mati, tapi... bagaimana ini?! Aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja!"
Melihat isakan gadis itu yang kian mengeras, sang ratu pun berjongkok menyamai posisi Ailee yang tengah memangku kepala Chis sambil mendekap punggungnya yang terluka, "Kami werewolf bisa sembuh dengan cepat, apalagi kalau hanya luka, Chris akan segera pulih, sekarang di dalam jiwa serigalanya, dia sedang mempersiapkan diri untuk membalaskan kembali pada siapa sosok yang sudah melukainya. Percaya padaku, dia akan baik-baik saja."
Ailee mengangguk, lalu meraih bantal dan menumpukan kepala Chris di atasnya sambil menutup badannya menggunakan selimut. Ia tidak bisa mengangkat pria itu ke atas ranjang, jadi semoga walau hanya dengan selimut bulu serigala dan bantal kapas ini, tubuhnya bisa lebih menghangat.
Ratu Claire tanpa sadar tersenyum tipis melihat tingkah gadis muda itu. Ia berpikir, rasa cintanya pasti sangat tulus, Ailee melakukan apapun demi Chris, bahkan rela menukar jiwa manusianya dengan jiwa werewolf abadi, "Sekarang kita harus bersembunyi di lorong bawah tanah, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Penyusup itu mungkin saja berniat membakar seluruh kastil—tapi semoga saja tidak, suamiku sudah meminta bantuan dari seluruh pack, semua pasti bisa teratasi."
Chris melirik jendela, udara dari luar terasa sangat panas—yang ternyata berasal dari kobaran api di salah satu gedung inapan red pack. Tanpa banyak tingkah, Chris segera berlari keluar untuk memastikan anggotannya seraya meremat bagian tubuhnya yang terluka, entah kenapa rasanya sangat sakit dan lama untuk sembuh. Padahal biasanya hanya butuh waktu sepuluh menit untuk menutup kembali bagian kulit yang terbuka.
Sampai di depan, orang-orang berbondong-bondong memadamkan api, pasukan dari white pack, blue pack, dan masih banyak lagi mulai berdatangan membantu, ada juga yang berjaga di depan pagar—Chris dapat melihat mereka tengah mencari pelaku dibalik kekacauan mendadak ini.
Ia sendiri juga tidak begitu fokus saat peluru asing menembus jendela kastil hingga akhirnya melesak masuk melukai tubuhnya. Siapapun pelakunya, Chris yakin mereka bukan sebangsa werewolf, karena yang pasti para serigala tidak pernah menggunakan pistol sekalipun bisa. Werewolf mengutamakan kekuatan fisik dan insting predator binatang buas yang mereka miliki, jadi kemungkinan besarnya manusia adalah dalang utama.
__ADS_1
Ini pertama kalinya, belum pernah ada manusia yang berani menyerang werewolf lebih dulu. Tapi yang paling perlu dipertanyakan adalah mengapa mereka bisa menjelajah sampai ke tempat ini? Wilayah kastil utama berada jauh di tengah hutan.
"Kalau begitu, manusia sudah berani bergerak sejauh ini. Mereka tidak boleh dibiarkan begitu saja."
...---...
Vetori bertepuk tangan, "Lihatlah, Max. Kemampuan menembakmu tidak main-main! Benar-benar lihai seperti polisi!"
"Dia memang polisi, bodoh!" Maki Alberto sebal. Pria itu kemudian merangkul bahu Max seperti sudah akrab, "Tenang saja, kalau kau mau membantu kami menghabisi seluruh manusia serigala itu, di jamin gadis yang kau cari akan segera ditemukan."
Max mengantungi pistolnya yang baru dia gunakan untuk menembak seorang pimpinan werewolf, "Bagaimana kau bisa yakin mengatakan itu? Bagaimana kalau ternyata orang yang ku cari sudah mati di tangan para manusia serigala itu?"
"Tidak akan. Para manusia serigala itu masih sama seperti kita, mereka punya hati dan perasaan kasih sayang satu sama lain, kalau kau sendiri belum menemukan bangkai gadis yang kau cari, itu berarti dia memang masih hidup dan berada di lingkungan para werewolf."
...Wolfgang: The Alpha's Throne...
__ADS_1