Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Missing My Grandma


__ADS_3

Sama hal nya dengan red pack, kastil utama memiliki ruangan tersembunyi di bawah tanah dan hanya bisa dimasuki pun diketahui oleh orang-orang penting, terutama mereka yang berjasa mengatur koloni. Christoper Horles serupakan sosok pemimpin paling disegani diantara jajarannya, sehingga dia juga dipersilahkan untuk duduk di kursi berukir sulur dengan sandaran yang tinggi—sebagaimana takhtanya di red pack.


Ada lima belas orang lagi yang merupakan alpha dari pack masing-masing, mereka duduk di kursi serupa dengan milik Chris, sementara tambahannya dengan posisi lebih tinggi adalah seorang raja, ratu, dan penanggung jawab pasukan perang.


Pertemuan rahasia seperti ini hampir tidak pernah dilakukan kecuali jika situasi sedang mendesak—seperti sekarang, berkat penyerangan tidak terduga dari orang asing dan diketahui pelakunya adalah manusia, "Pasukan Gold pack dari utara sempat mencium aroma asing tapi belum bisa diketahui asalnya, kami berada di kawasan itu hampir satu jam dan tidak ada hasil. Ku pikir jika ini ulah manusia, mereka sudah sangat mempersiapkan diri untuk menghancurkan kita," jelas pria bermata emas, sang alpha dari gold pack. Menjelaskan peristiwa janggal yang mereka alami selama perjalanan menuju kastil utama—sekaligus ketika mereka dipanggil datang atas berita penyerangan.


"Mereka manusia, dan memang sudah mempersiapkan diri menyerang kita. Berarti keberadaan werewolf di hutan ini sudah benar-benar diketahui," sahut Chirs berusaha memberi dukungan opini si alpha gold pack.

__ADS_1


Peter—alpha black pack mendadak menyela dengan mada suara ketus, "Hey, kalau begitu bukankah ini salahmu juga, alpha Chris?" Yang disebut namanya seketika menoleh melontarkan tatapan tak kalah angkuh, "Kita semua tahu, red pack selalu mencari lokasi disekitar pemukiman manusia. Mereka juga selalu mengambil salah satu penduduk dari sana dengan alasan menjaga bayi-bayi red pack yang selalu kesulitan beradaptasi dengan lingkungan serigala, tapi justru selalu nyaman bersama manusia. Intinya, karena ada banyak orang yang hilang, mereka mulai curiga dengan keberadaan kita, dan sekaranglah saatnya mereka tahu, werewolf itu ada."


Chris berdecih, "Kami menunggu orang yang datang kemari, ke kawasan hutan. Dan itu berlaku selama tujuh puluh tahun. Sementara rata-rata manusia yang hidup di negara ini hanya bisa hidup sampai delapan puluh tahun, itu pun 1% orang yang masih bisa mengingat kejadian lama berlalu. Red pack juga tidak asal membawa manusia ke koloni kami, mereka kebanyakan sudah dibuang oleh keluarganya sendiri."


"Kah terlalu banyak mengelak, Chris. Katakan saja kalau sebenarnya red pack sudah dikutuk. Apakah koloni kalian sebelumnya pernah berbuat kesalahan pada manusia? Sehingga tak bisa hidup jika mereka tidak berada di dekat kalian? Jujur saja, kau merugikan dua pihak baik manusia ataupun werewolf, dan banyak pihah pula yang menanggung kesalahan ini. Manusia itu hanya jadi sumber energi kan?" Peter beralih menatap sang raja, "Bukankah kita seharusnya bisa lebih adil? Tolong larang red pack mendatangkan manusia lagi, semakin lama kejadian ini bisa lebih rumit dan menghancurkan kaum werewolf. Kode rahasia rumah kita sudah mulai terbongkar sedikit, sebelum melebar kita harus tutup segera. Aku lebih setuju mencegah dari pada menyesal di akhir nanti, penyesalan memang akan datang pada akhir waktu."


Perdebatan keduanya semakin sengit, tidak ada yang mau mengalah dan memulai untuk damai. Namun karena yang ada dalam perselisihan itu adalah alpha red pack yang cukup disegani, tidak ada yang berani ikut campur kecuali sang raja sendiri. Pria itu berdiri tegap, mengetuk jemari ke meja sebanyak tiga kali membuat suara keributan sontak teredam, kedua pelaku pun spontan menunduk penuh rasa bersalah, "Yang harus kita pikirkan sekarang adalah mencari tahu siapa pelakunya, dan menangkap mereka. Bukan malah memperdebatkan hal yang sebenarnya bukan hak kalian masing-masing, kita bisa bicarakan hal itu nanti setelah masalah ini selesai."

__ADS_1


"Kalau begitu, kita perlu mempersatukan seluruh pack."


...---...


Ailee menatap danau kecil di hadapannya dengan penuh kesedihan. Tiba-tiba ia sangat merindukan rumah dan nenek, setiap hari selama bersama red pack pun begitu namun kali ini rasanya berbeda, karena mungkin ia sudah lama menahan rasa rindu yang begitu besar.


Atau barangkali semua ini berkat Chris, pria itu sudah berkali-kali menjanjikan kepulangan untuk dirinya—walaupun sekedar disebut kunjungan singkat, paling tidak dirinya bisa meminta maaf dan mengamati wajah nenek lebih lama.

__ADS_1


Menunggu seseorang memang menyakitkan, tapi menunda pertemuan lebih membuat dirinta merasa bersalah sekalipun sebelumnya tidak pernah ada janji.


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2