Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Threat from The Black Pack


__ADS_3

Pagi ini Ailee terpaksa bangun lebih awal karena para omega petarung harus menjalani pelatihan dengan total waktu cukup lama.


Omega petarung merupakan para ibu werewolf yang memiliki ketangguhan sebanding dengan para lelaki, untuk memanfaatkan fisiknya, mereka terus dilatih sehingga tidak bisa 24 jam mengurusi anak-anak. Karena itulah Ailee ada dan wajib membantu mereka, kasih sayang ibu manusia pada anak lain sama besarnya dengan ikatan antara ibu dan anak werewolf.


Sama halnya dengan Ailee, meski sejak awal ia mengatai anak-anak serigala itu dengan kalimat menjijikkan, mengerikan, atau monster sekalipun. Dalam hati sesekali terbesit rasa kasih pada mereka meski bukan anaknya sendiri, lagi pula wujud bayi werewolf sama persis dengan bayi manusia--mereka baru bisa berubah wujud jadi serigala setelah usianya lebih dari dua tahun. Tergantung ketangkasan anak.


Namun Ailee tetaplah Ailee, gadis yang benci aturan.


Kini semua orang tengah menantinya, tapi gadis itu justru masih santai berendam air hangat di kamar mandi.Membuat Chris muram menunggu di depan pintu, "Sampai kapan kau akan membuat kami semua menunggu? Para omega itu sudah harus mulai pelatihan, membuang waktu!"


Ailee melirik ventilasi, udara masih dingin dan langit pun berwarna biru kelabu. Ia yakin sekarang belum pukul lima pagi.


Tidak ada jawaban dari Ailee, Chris berniat mendobrak pintu kamar mandi tersebut. Namun ia urung sebab mendengar teriakan kesal dari dalam, "Aku juga butuh istirahat! Aku masih trauma dengan kejadian semalam!"


"Kalau kau tidak segera keluar, maka aku yang akan masuk."


"Masuk saja silahkan!" Tantang gadis itu.


Sementara Chris hanya bisa mendesah sebal di luar, "Ailee, kau ini benar-benar ya..."

__ADS_1


Hingga beberapa menit pun berlalu, Ailee hampir tertidur kembali di dalam bath up. Ia segera melilitkan handuk saat menyadari kulitnya mulai mengeriput karena terlalu lama berendam. Usai memastikan tak ada suara dari luar, ia segera membuka pintu.


Chris masih di sana, berdiri dengan tatapan dingin. Saat menyadari Ailee membuka pintu lebar-lebar hanya dengan tubuh terlilit handuk, ia segera memalingkan wajah.


Ailee pun baru menyadari keberadaan pria itu, padahal sebelumnya sudah dipastikan kamarnya kosong dan sunyi--tak terdengar hembusan napas sekalipun. Pita suaranya spontan melengking, "Keluar kau! Dasar orang gila!"


...---...


Sembari menamati kegiatan yang disebut 'pelatihan', Ailee menggendong salah satu bayi serigala perempuan, usianya baru supuluh bulan jadi masih sangat tenang. Pelatihan itu sekarang tengah diadakan di halaman, sehingga ia bisa dengan jelas melihat apa saja yang mereka lakukan, termasuk Alpha Chris.


"Ailee, suapi Lea," ujar salah satu pelayan seraya menyodorkan semangkuk makanan lembut dari daging.


Ia menuding bayi digendongan Ailee, "Anak itu namanya Lea, kau tidak boleh memperlakukannya asal-asalan. Lea keponakan alpha."


Gadis itu menerimanya seraya menggerutu lirih, "Huft, aku masih 18 tahun dan harus jadi babysister tanpa bayaran. Apakah mereka bercanda kalau nenek dikirimi bayaran perhiasan tiap bulan, aku tak melihat adanya persediaan semacam itu."


"Jangan banyak bicara omong kosong," sahut pelayan yang dia tahu bernama Carol.


Merasa direndahkan untuk kesekian kalinya, ia membentak, "Aku atasamu di sini! Bersikaplah lebih sopan!" Lea, anak kecil itu pun spontan menangis karena teriakan Ailee mengejutkannya, "Kalau aku pergi, mereka semua akan mati!"

__ADS_1


Maria selaku kepala dari seluruh pelayan pun menyela, "Carol, tenanglah. Kau memang harus bersikap lebih baik pada Ailee, dia sangat dibutuhkan di sini."


Carol masih menatapnya tak suka, membuat Ailee tak nyaman, ia segera pergi ke sisi lain agar bisa lebih jelas mengamati kegiatan di luar. Lea juga kelihatan bahagia seolah bisa melihat ibunya yang sedang latihan bertarung--pada dasranya bayi serigala dilahirkan dalam keadaan buta, mereka baru bisa melihat saat berusia empat sampai lima tahun.


Saat tengah sibuk bermain bersama Lea, sebuah suara berat terdengar di rungu, entah asalnya dari mana, 'Ailee, apa saja yang red pack persiapkan? Pertarungan antar pack itu diperkirakan tak akan lama lagi berlangsung, Chris pasti sangat bersiaga.'


Ailee menduga dia adalah Peter dari black pack, "Di-di mana kau?"


Carol mendekat seraya merampas mangkuk makanan Lea, sedari tadi ia memperhatikan gerka-gerik Ailee dan baru berani mendekat ketika menyadari perubahan drastis raut wajah gadis itu, "Apa yang kau lakukan?!"


Ailee terdiam, menatap Carol penuh kebingungan. Suara Peter pun kembali terdengar, 'Jangan panik, aku masih di wilayahku, black pack. Ini telepati kita, karena sudah membuat perjanjian, maka kita bisa berkomunikasi seperti ini. Sekarang katakan padaku apa saja yang kau lihat?'


Masih dengan situasi panas antara ia dan Carol, juga kebingungan asal suara Peter, Chris juga mendatanginya dengan langkah tergesa, "Sinyal black pack terasa kuat di sini, Ailee. Kau melakukan sesuatu dengan orang dari sana?"


"Aku tidak tahu!" Ailee menggeleng seraya mendekap Lea lebih erat, ia khawatir jika alpha black pack itu berada di sekitarnya dan akan terus mengancam. Ia juga tak mungkin mengkhianati Chris karena red pack pun mampu membunuhnya.


Melihat raut Ailee yang semakin dilanda kecemasan, Chris segera memberikan aba-aba, "Tutup semua pintu tempat ini," ia lantas keluar dan menyuruh pasukan untuk menutup ketat segala akses masuk ke wilayah red pack.


Karena sadar Ailee dalam bahaya.

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2