
Pintu halaman belakang terbuka, menampakkan Ailee dengan balutan pakaian hangat warna hitam disertai coat bulu serigala yang lembut, serasi dengan jubah yang selalu Chris pakai untuk setiap kesempatan. Padahal lelaki itu kira, Ailee akan memakai gaun mencolok nan mewah seperti biasanya semenjak pertama kali dia menempati kastil red pack.
Chris menyindir melihat penampilan barunya. Jujur saja Ailee kelihatan lebih kontras dengan coat tebal yang panjang sampai melebihi paha, wajahnya garang dan super judes cocok dengan pakaian ala ratu dunia bawah, "Tidak pakai style gaun norak kesukaanmu?"
"Kita mau piknik outdoor kan? Rasanya kurang cocok kalau pakai rok panjang, nanti bisa kotor. Ngomong-ngomong pakaian kita serasi seperti couple antara raja dan ratu serigala, fiktif! Tapi nyata," balasnya sambil menyentuh jubah Chris—hingga tanpa sengaja membuat dada pria itu berdebar. Beruntung Ailee tak sadar sama sekali.
Chris menepis tangannya kasar seraya berlalu menuju gerbang depan, "Aku memang raja serigala."
"Alpha red pack," koreksi Ailee. Ia merapatkan mantel merasakan hawa di luar area kastil red pack jauh lebih dingin, padahal bulu serigala yang ia pakai sangat tebal dan berat, namun udara tetap mampu menembusnya.
"Alpha itu pemimpin, pemimpin artinya raja, sama saja."
"Bukan, kalau kau pemimpin, seharusnya semua berada di bawah kuasamu, bukan terpecah belah jadi beberapa klan/pack," Ailee rasa, mengobrol santai dengan Chris jauh lebih nyaman dan mudah adaptasi ketimbang bersama teman-teman sebayanya dulu. Mungkin juga efek dari sikap Ailee yang tidak mau mengalah, hanya mempertahankan prinsip sendiri sesepele apapun topiknya. Tapi Chris seolah dapat mengontrol ucapan yang keluar dari bibirnya.
Pria itu mengangguk, "Itu memang sesuai pembagian wilayah agar ditempati sekaligus dilindungi dari serangan luar terutama manusia, seluruh serigala bekerja sama."
"Kalau begitu seharusnya tidak ada perpecahan antar pack," balas Ailee semakin merapatkan mantel.
Hal itu rupanya disadari Chris, dia sontak memasukkan salah satu telapak Ailee ke dalam kantung sakunya yang besar—dalam kondisi tangan saling tertaut rapat. Chris tersenyum kecil mendapati telapaknya yang dingin bersentuhan dengan telapak hangat Ailee, "Tergantung bagaimana pemimpinnya, jika keras kepala menginginkan sesuatu, mereka akan mengibarkan bendera perang seperti yang akan dilakukan blue pack. Alpha Samuel ingin red pack membagi wilayah dengannya karena berbagai alasan, tapi aku tidak akan pernah mengijinkannya, dari awal red pack berdiri kokoh di sini dan tidak boleh berkurang sedikitpun wilayahnya."
__ADS_1
Ailee mencoba menyamankan diri, dan kembali membicarakan hal santai namun tetap menjurua pada keingintahuannya, yang tanpa sengaja bisa jadi bahan untuk dilaporkan pada black pack, sesuai perjanjian mereka tempo hari, "Jika blue pack menyerang, apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja membalas sekaligus menghadang serangan mereka."
"Tapi apakah blue pack hanya akan menyerang klan kita?"
"Biasanya mereka juga merambat ke wilayah sekitar, kemungkinan black pack juga jadi sasaran kemarahan karena letaknya tak jauh dari red pack," Chris berhanti di luar gerbang, tubuhnya merunduk dan secara langsung disaksikan berubah menjadi serigala jantan yang sangat besar, "Sudah, ayo naik."
Ailee melotot, "Naik ke punggungmu? Punggung serigala?" Chris menoleh seraya menampilkan taringnya yang tajam hingga terdengar geraman, "Ah! Baiklah... baiklah jangan mengeram padaku!"
...---...
Ailee membeo lirih, "B-black pack?"
"Ada yang salah?" Pria itu tersenyum miring, "Kau pikir aku tidak sadar dengan perubahan sikapmu semenjak peristiwa ketika kau kedapatan melihat Hannah membunuh manusia? Kemana kau pergi waktu itu?"
"Tidak ada," balas Ailee mencoba mengabaikan.
Chris lagi-lagi tertawa sinis, "Black pack," ujarnya berbisik, "Kau pasti bertemu mereka kan? Lalu membuat sebuah perjanjian yang bisa menghancurkan koloniku?"
__ADS_1
Ailee mematung. Selain bisa mengendalikan pikiran, apakah alpha red pack itu juga mampu membaca pikirannya, tingkah laku gelisah, juga otaknya yang semrawut.
Respon gadis itu sungguh tepat dugaan, Chris merasa semakin dihibur, "Ailee, kita sudah sangat dekat dengan black pack, kalau kau mau, aku bisa langsung membawamu ke sana. Jadi sekarang jujur, apa saja yang mereka katakan padamu?"
"Kau membawaku kemari karena itu?!"
Telunjuknya mendekat ke bibir Ailee sembari mendesis, "Ssshh! Anggota black pack bertebaran di sana, jangan keras-keras atau aromamu bisa langsung tercium. Jika mereka membawamu, aku akan sangat mempersilahkan."
Tubuh kaku dan lesu, entah apa yang dipikirkan, Ailee membongkar semuanya spontan, "Mereka menyuruhku mencari informasi mengenai taktik yang akan kau gunakan jika sewaktu-waktu blue pack menyerang, nyawa nenekku yang jadi taruhannya. Sekarang aku sudah jujur padamu, keselamatan nenek benar-benar terancam jika saja ada yang mendengar pembicaraan kita."
"Tidak ada yang mendengar," Chris melirik sekitar memastikan ucapannya, "Lalu bagaimana? Apa kau sudah melaporkan sesuatu pada black pack."
"Belum, tapi Alpha Peter terus mengirimiku telepati sampai membuat telinga pengang dan sakit. Dia mendesak tanpa henti," raut Ailee yang semula ketakutan, kini diimbangi dengan nada bicara sendu, "Kalau sudah begini biar aku saja yang mati, tolong jaga nenekku, kau harus menepati janji untuk memberinya pasokan bahan pangan. Aku menjual asuransi nyawaku padamu."
Chris merotasikan mata, "Kau pikir aku malaikat pencabut nyawa yang bisa diajak negosiasi?"
"Kenyatannya hampir begitu."
"Kalau begitu jangan mati dulu, nyawa nenekmu juga akan aman selagi kau menuruti perintahku. Kita kelabui black pack, dan bekerja sama untuk keuntungan masing-masing."
__ADS_1
...Wolfgang: The alpha's Throne...