
Sampai di kaki bukit, serigala alpha yang Ailee tumpangi mendadak berhenti dengan kilatan mata silvernya yang tajam. Dia berjongkok membuat Ailee mau tak mau turun, Chris lantas melolong tiga kali sambil menghadap bulan.
Ailee tak mengerti apa yang serigala itu lakukan, namun ia juga tidak memprotes, hanya memandangi perilaku kehewanan yang sebenarnya juga tak bisa dipahami.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ailee usai Chris berhenti melolong, wujudnya kini kembali sebagai manusia.
Chris berbalik, "Memperingati pasukanku," matanya terpejam guna memfokuskan indra penciuman, di mana hal tersebut termasuk cara werewolf mengatasi musuh, "Sudah ku duga blue pack akan segera datang, rupanya malam ini jadi pilihan mereka."
"Mereka kemari untuk menyerang red pack?"
Chris merengut, "Tentu saja Ailee, kau ini bodoh atau tidak peka?"
"Jangan mengejekku sialan! Aku kan hanya bertanya!" Bentaknya tak terima.
Pria itu menggelengkan kepala, ia kemudian berjongkok di depan Ailee. Tapi wujudnya tidak lagi berubah jadi hewan buas berbulu abu, "Sudah, berhenti berdebat. Aku akan mengantarmu ke persembunyian wanita dan anak-anak, di sana aman, blue pack tidak bisa mencium keberadaan kalian."
Ailee menurut. Hembusan udara terasa sangat berat karena laju kecepatan lari Chris, walaupun tidak sebanding dengan betapa brutalnya ia saat berlari dengan wujud serigala. Bagi Ailee tetap mengerikan, apalagi andai mereka tiba-tiba menabrak pohon. Karena sangat mengkhawatirkan hal itu, Ailee tak segan mengeratkan lengan di leher Chris—pria itu tanpa sadar tersenyum kecil.
Sampai di gua bawah tanah jauh dari kastil, rupanya sudah banyak yang berada di sana terutama wanita omega non-petarung dan anak-anak. Ailee menarik pergelangan pria itu, namun segera dilepas dan berlalu pergi tanpa mengatakan apapun, "Chris! Kau tidak ikut masuk?"
__ADS_1
Chris berhenti melangkah karena Ailee mengejarnya, "Tidak bisa, aku harus berada di jajaran paling depan karena aku pemimpinnya."
"Kalian akan bertarung seperti hewan buas? Begitu?" Tanya Ailee, wajahnya pucat pasi disertai ekspresi khawatir.
"Kami werewolf, ras serigala liar. Sudah jelas kami buas."
"Ta-tapi bahaya," Ailee mendadak gugup, ia seakan tak sadar tengah menunjukkan rasa cemas secara terang-terangan.
Chris tersenyum miring sambil melipat tangan di depan dada, "Ini bukan masalah besar. Kau belum tahu saja siapa alpha red pack ini..."
Mau tak mau Ailee mengangguk, "Kalau begitu hati-hati, jaga dirimu."
Beberapa detik berlalu, Ailee masih di tempat, "Aku baru masuk kalau kau sudah pergi,"
"Masuk," Tak ingin membuang waktu, Chris terpaksa mendorong gadis itu masuk ke gua, "Aku harus memastikan agar kau terus aman, karena kedudukanmu sangat penting di sini. Jangan melawan, sudah masuk sana dan jaga dirimu baik-baik, aku akan segera kembali setelah semuanya selesai," Chris menaruh telunjuknya di bibir gadis itu sebelum dua labiumnya kembali terbuka. Ia kemudian segera meloncat menjadi seekor serigala bertubuh besar.
Ailee mendecih di tempat, "Ah, sial! Kenapa aku jadi mengkhawatirkannya?!"
...---...
__ADS_1
Sepuluh menit, lima belas menit, setengah jam berlalu dengan cepat. Pasukan blue pack berhamburan tumbang, tersisa beberapa orang saja—yang kalau dikepung sekali langsung mati. Namun Chris masih enggan segera menghabisi mereka, nyawa yang tersisa adalah kesempatan untuk mendirikan benteng perdamaian. Karena jumlah yang lebih sedikit biasanua hanya menurut karena tak berani melakukan hal lain, takut diserang.
Alpha blue pack menggiring jasad salah satu anggota terdekatnya ke tepi pohon, lalu menghampiri Chris dengan tatapan berkilat amarah.
Chris tak kelihatan gentar sama sekali, dia justru melangkah mendekatinya sembari menunjukkan senyum kemenangan, "Tidak ada alasan untuk kalian menyerang red pack begini," ia cekatan menangkis kedua tangan Alpha Samuel, "Pembagian wilayah itu dihadiri seluruh alpha yang ada di setiap pack, termasuk kau. Sesuai kesepakatan dan ketentuan, kau sendiri yang memilih lokasi tepi jurang di pegunungan. Kalau kau meminta pembagian wilayah lagi, haruskah dengan red pack? Apa kau tidak tahu siapa aku?"
"Tidak adil!" Maki Samuel, "Red pack selalu menempati wilayah dekat pemukiman manusia, waktu itu tak ada pilihan lain kecuali wilayah tepi jurang!"
"Kalau begitu pengajuan protesmu seharusnya terlaksana sejak awal kalau dari dulu kau tidak terima."
Samuel semakin dikuasai kebencian, "Apa katamu?! Ucapanku bahkan tak pernah di dengar! Hanya red pack, selalu saja red pack yang memiliki tempat istimewa di mata kastil pusat!"
Ucapan itu sontak membuat Chris mendengus sebal, "Sekarang mau bagaimana? Lanjut berperang atau kita sesama pemimpin menyelesaikan perselisihan secara damai, aku benar-benar baik hati saat ini, jangan sampai pasukanmu tak tersisa."
"Apa yang akan kau lakukan jika aku meminta jalan damai?" Tanya Samuel mulai bernegosiasi. Lagi pula dia tak mungkin memilih mati di tangan red pack hanya untuk kukuh mempertahankan pendapat penduduknya.
"Kita pergi ke kastil pusat sekarang juga. Aku tidak akan pernah sudi membagi wilayah, jadi kemungkinan kelompokmu akan ditaruh di sisi barat white pack, wilayah mereka sangat luas dan kaya sumber pangan," Chris mengulurkan tangannya secara damai. Samuel akhirnya mau menerima tawaran tersebut walau awalnya masih dipenuhi keraguan, Chris tertawa sambil menepuk bahu yang lebih muda, "Jangan jadi pendendam, bicarakan apapun dengan baik, maka orang lain juga tak segan membantumu. Beruntung kau masih sangat muda Sam, kalau tidak sudah ku potong-potong lehermu."
...Wolfgang: The Alpha's Throne...
__ADS_1