Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
The Wolf's Robe


__ADS_3

Dalam kurun waktu dua abad, hampir tidak ada lagi manusia yang sengaja ataupun terpaksa menukar jiwa menjadi werewolf. Hal itu didasari karena tidak adanya alasan pasti mengapa manusia ingin menjadi bagian dari werewolf, atau mengapa para werewolf menjadikan manusia sebagai anggota tanpa ada hal tertentu.


Terakhir kali, pria bernama Morales yang merupakan manusia murni terpaksa menukar jiwa menjadi werewolf karena tertangkap saat berburu di hutan lepas. Dia membidik seluruh hewan yang berlalu lalang hanya untuk kepuasan semata tanpa tujuan yang jelas, kaum werewolf dibuat resah karena perilaku Morales. Pada akhirnya pria itu ditangkap dan hendak dibunuh, namun dia berjanji tidkak akan mengulangi perbuatannya, bahkan bersumpah tidak lagi menginjakkan kaki ke wilayah hutan, terutama di mana para manusia serigala tinggal.


Kaum werewolf jelas tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, jika Morales dilepas bebaskan, maka pria itu bisa saja mengumbar keberadaan koloni serigala yang tinggal di hutan. Para manusia lain nantinya akan berbondong-bondong mencari tahu, itu ancaman terbesar yang dirasakan para werewolf, karena meski mereka lebih kuat, manusia jauh lebih banyak.


Morales akhrinya diberi pilihan—yang sudah jelas apapun keputusannya, pihak werewolf-lah yang diuntungkan, karena bagaimanapun Morales sudah lebih dulu memancing emosi, kesalahannya juga tidak bisa dimaafkan begitu saja. Pria itu disuruh memilih antara mati atau menjadi bagian dari kaum werewolf yang abadi.


Belum rela usianya disudahi, Morales memilih opsi kedua. Dia akhirnya hidup sebagai seorang manusia yang mengubah jati diri sebagai werewolf dan menjadi pengikut setia di kastil utama, sudah menikah dan memiliki keturunan. Kehidupan lampaunya sebagai manusia hampir terkelupas dari memori ingatan saking lamanya kejadian itu berlalu. Morales berakhir berada di pihak serigala, dan sungguh mencintai kaumnya.


Yang menimpa Ailee saat ini mungkin lambat laun serupa dengan apa yang dialami Morales kala itu. Awalnya tidak bisa menerima, tapi lama-lama sesudah terbiasa ia akan sangat menghargai.

__ADS_1


"Aku kehilangan rencana karena ini," Chris mendesah lesu, "Apa dia bisa kau selamatkan, Maria?"


Chris telah menyusun strategi, selama ia mengalihkan perhatian pada seluruh pack untuk mengatasi masalahnya bersama Ailee di dunia manusia, Chris ingin secara tak langsung menguak misteri siapa pelaku penyerangan kastil utama yang diperkirakan melibatkan manusia dan red pack, terutama pada keputusan egoisnya mengambili para manusia untuk dijadikan sekutu. Ia tidak ingin citra red pack diperburuk karena itu, namun juga tidak mau secara terang-terangan membuktikan red pack tidak bersalah. Pelaku penyerangan harus diselidiki dari belakang, bukan memberi ancaman secara langsung.


Sayangnya mungkin rencana itu akan tertunda lama atau bahkan batal. Seseorang sudah menghancurkannya seolah tahu apa yang ingin Chris perbuat.


Maria, si ketua pelayan red pack, hanya mampu menggelengkan kepala, "Sudah terlanjur menyebar ke seluruh tubuh. Beberapa jam lagi Ailee akan terbangun sebagai Ailee yang baru."


"Aku tidak bisa membayangkan reaksinya," Chris mengusap wajahnya pasrah.


Beberapa jam sebelum pertemuan antar pemimpin pack di kastil utama usai, Ailee mendapati panggilan dari salah satu pelayan di sana jika Alpha Chris ingin menemuinya di ruangan mereka. Awalnya Ailee curiga karena Chris baru saja berkata akan pergi bersama para alpha dari pack lain, pria itu bahkan sudah menyuruh dirinya waspada selama ditinggal, selebihnya Ailee tahu Chris bukan pria yang suka menyia-nyiakan waktu, dia akan datang sendiri menemuinya jika memang penting, tidak pernah mengirim seseorang untuk mengajaknya bicara.

__ADS_1


Ratu Claire dan para werwolf wanita lainnya juga tengah mengutarakan stragtegi dan keinginan mereka untuk menghadapi penyerangan tak terduga ini, sehingga Ailee—satu-satunya manusia hanya bisa berdiam diri di pinggir danau.


Karena tadi si pelayan berkata jika Chris menunggu di ruangan, ia menghilangkan segala kecurigaan yang menggeorogoti batin, sebab hanya dirinya dan pria itu yang memegang kunci ruangan mereka. Mungkin ada waktunya Chris malas, dan lebih memilih menyuruh orang untuk memanggilnya. Ailee Lantas lekas pergi ke lantai atas, tepatnya pada ruangan yang tertutup rapat tanpa ada suara sama sekali, bahkan jika itu deru napas Chris.


Ia membuka pintu, melangkah mendekati siluet di sudut ruangan, "Kenapa kau memanggilku? Katanya pertemuan diadakan sekarang, ku pikir kau sudah pergi dari tadi," Ailee berceloteh panjang lebar tanpa sadar seseorang menutup pintu dari dalam.


Bunyi gesekan udara dengan daun pintu seketika mengalihkan atensi Ailee, ia juga segera sdaar jika siluet yang sedari tadi diajak bicara hanya bayangan yang terdapat di sudut gelap. Sementara orang asing memakai jubah serigala serupa milik Chris berdiri tegap di belakangnya setelah menutup rapat pintu. Tudungnya dipakai rapat, sehingga wajahnya sama sekali tidak kelihatan. Hanya ada semburat warna hitam menutupi cahaya yang ingin menerobos.


Meski pakaian itu seperti menjadi ciri khas Chris, Ailee sadar perbedaan tubuh mereka, yang dihadapannya lebih pendek dan berbahu tak selebar si alpha red pack.


Ailee hendak berteriak sekencang mungkin menyadari itu ancaman, namun belum sempat membuka mulut, detik selanjutnya ia hanya bisa melihat kegelapan, tidak ada yang dirasakan. Entah apa yang terjadi selama peristiwa itu berlangsung, yang jelas satu jam setelahnya ia kembali berdiri di pinggir danau.

__ADS_1


"Apa aku tadi berhalusinasi?" Ailee bergumam ragu sambil mencubit pipinya sendiri.


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2