
Ruangan yang mereka sebut ruang makan--namun terlalu besar itu, kini sudah sepi. Usai para pelayan membereskan piring-piring dan gelas bekas, Ratu Claire pun berpamit pulang ke kediamannya yang masih berada di kawasan kastil, begitupula dengan sang suami.
Ailee menguap lebar sembari mendekati kursi di depan meja makan, yang sempat ia tinggal karena diajak bicara berdua dengan ratu. Ia tanpa ragu menumpukan kepala di sana seraya memejamkan mata. Kepalanya membelakangi Chris yang juga masih terduduk di tempatnya.
Tak ada yang memulai pembicaraan sampai akhirnya satu jam pun berlalu. Napas Ailee terdengar lembut tanpa suara, Chris segera mendekatinya untuk memindahkan tubuh ringkih itu ke kamar mereka. Ia sudah berinisiatif melakukan hal ini sejak tadi, karena paham kalau gadis itu tak akan mau lagi tidur seranjang. Yang semalam saja masih kurang dari satu persen toleransi.
Namun ketika lengannya baru melingkari perut gadis itu, tubuhnya seketika menegap. Ailee menoleh disertai tatapan tajamnya yang menunjukkan ketidaknyamanan. Ditambah eyeliner hitam sekitar kelopak, membuat wajahnya semakin terlihat mengerikan.
"Mau apa kau menyentuhku?" Tanyanya dingin.
Chris sontak menarik kembali tangannya dan memundurkan langkah, "Aku masih baik hati tidak berniat meninggalkanmu sendirian di sini."
Ailee kembali menumpukan kepala ke lipatan tangan di atas meja, posisi yang sama seperti sebelumnya, membelakangi Chris, "Dari pada tidur satu ruangan dengan serigala pedofil sepertimu, lebih baik aku kedinginan di sini."
__ADS_1
"Aku sebenarnya tidak masalah dengan apa maumu, juga tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padamu nanti. Tapi para pelayan sering berkeliaran di sini, hanya khawatir kalau mereka mengira pernikahan ini sudah hancur bahkan sebelum hari penyerahan berlangsung. Intinya, aku mementingkan reputasiku sendiri."
Ailee mengangkat kepala, "Kalau kau memang mementingkan reputasimu sebagai raja dan pemimpin yang baik, maka terapkan padaku juga!Jangan sembarangan melihat, menyentuh, apalagi mencium. Apa kau tidak sadar seberapa frustasinya aku kalau sikap predatormu itu tiba-tiba muncul?!"
Chris meneguk ludah seraya memalingkan wajah. Ia masih tak mengira kalau Ailee marah hanya karena kejadian itu, dirinya bahkan sudah hampir lupa. Tapi sejujurnya, sebagai pria serigala dewasa, insting lelakinya memang terkadang muncul tanpa bisa ditahan. Karena Ailee pertama sekaligus satu-satunya perempuan yang berada didekatnya, Chris jadi melampiaskan pada gadis itu tanpa menyadari keadaan orang lain. Entah terganggu atau risih.
Ucapan sang raja ketika mereka mengobrol tadi mendadak terlintas di kepala, 'Dari awal aku yakin kalau rumor tentang alpha red pack seorang gay yang tidak akan pernah menikah itu pasti tidak benar. Terbukti juga kan, sekarang. Penantianmu sudah sangat lama Chris, apalagi dia seorang manusia. Ku harap kalian akan baik-baik saja selamanya. Insting pria-mu memang tidak diragukan, kau dan Ailee sangat cocok.'
Seruan Ailee kembali menyadarkan Chris dari lamunana, "Hey, Christhunder! Kali ini aku mau tidur di kasur sendirian. Terserah kau mau di mana, yang penting jangan berada di dekatku."
...---...
Ailee merebahkan tubuhnya di ranjang, sembari menguasai semua bantal dan selimut, "Chris itu kan serigala, mereka punya bulu yang hangat jadi tidak perlu selimut atau bantal. Serigala biasanya juga tidur meringkuk di bawah pohon, seharusnya dia bisa melakukan itu."
__ADS_1
Pintu terbuka, menampakkan seseorang yang sedang dicibir--berjalan gontai ke arahnya, lantas ambruk di atas kasur tanpa mengatakan apapun.
Ailee mendengus, "Kau lupa apa yang sudah ku katakan tadi? Kasur ini hanya cukup untukku! Turun Christhunder! Kau tidur di bawah!" Kakinya menendang-nendang pelan bahu pria itu.
Tak banyak pergerakan, Tubuh Chris akhirnya limbung dan jatuh dari atas kasur hanya karena dorongan kaki Ailee yang tak seberapa.
"Ada apa dengannya?" Ailee hendak mengabaikan dan memilih pergi tidur lebih dulu. Namun, bercah darah di depan pintu mengalihkan perhatiannya.
Gadis itu segera turun dan menghampiri Chris--wajahnya memucat seperti mayat, sementara area sekitar matanya berwarna biru keunguan dengan urat-urat menonjol bermunculan. Ailee makin panik melihat punggung Chris yang ternyata sudah robek memanjang dari atas ke bawah hingga dua puluh senti.
Ailee mengguncang bahu seraya menepuk pelan rahang pria itu, yang rupanya tidak ada respon sama sekali, "He-hey, ada apa denganmu? Hannah bilang kau tak bisa mati. Chris, jawablah! Jangan membuatku panik!"
Sebuah peluru kemudian melesat dari luar, membuat jendela kamar seketika pecah. Entah siapa pelakunya, yang jelas pasti bukan dari sebangsa werewolf, karena kali ini senjatanya senapan jarak jauh yaitu peluru. Kemungkinan besarnya, manusia ada dibalik ini semua.
__ADS_1
Teriakan menggema dari luar sana, membuat Ailee semakin panik karena serangan mendadak ini.
...Wolfgang: The Alpha's Throne...