Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Not Choiches


__ADS_3

Hingga beberapa saat, Ailee terlarut dalam pikiran sampai tidak berkata apapun. Dirinya ketakutan setengah mati karena potongan tangan juga kaki yang tengah menjadi santapan malam serigala abu-abu--yaitu Hannah. Ailee mulai hafal siapa saja serigala-serigala tadi, red pack meski wujud mereka bukan manusia, sebab indra penciumannya semakin peka.


Dan karena kejadian di kamar Hannah tadi lah yang membuat langkahnya sampai ke tempat ini, hutan kawasan milik black pack. Ailee berat hati menerima perjanjian dengan Peter, si alpha black pack yang jauh lebih brutal ketimbang red peck, dari auranya saja sudah sangat terasa, mereka para pembnuh tanpa bela kasih.


Kendati demikian, ia juga tidak berani harus kembali ke red pack maupun tetap berada di tempat sampai membuat black pack kesal dan berakhir menjadikan dirinya mangsa.


Alpha Peter benar-benar mulai jengah menanti, sedari tadi ia tak mengalihkan pandangan dari Ailee yang berada di tengah-tengah mereka. Tubuhnya tidak berhenti bergetar, tapi juga tidak kelihatan pasrah akan kematian.


"Harus sampai kapan aku menunggu?" ia bertanya seraya mendorong kening Aile sampai gadis itu terhuyung ke belakang, "Aku tak pernah bicara langsung dengan manusia selain mencabik-cabik tubuh mereka karena terus berlari ketakutan. Jadi apakah otak mereka selamban ini? Apa werewolf jauh lebih cerdas?" Tawa Peter menguar, mendatangkan sahtan dari para anggotanya.


Ailee masih saja terdiam, menatap satu per satu manusia serigala yang menertawakannya. Pelarian tadi sebenarnya adalah kesempatan terbesar untuknya mencari jalan menuju pemukiman manusia, sial sekali dirinya harus berakhir berurusan dengan serigala dari klan lain. Sebuah ide kemudian terlintas di pikirannya, tanpa pikir panjang ia segera berujr lantang, "Baiklah aku setuju, kalau begitu aku harus kembali ke red pack. Jika terlalu lama pergi, mereka bisa curiga, dan kau pasti tidak mau rencanamu gagal kan?"

__ADS_1


"Baiklah biar ku antar langsung--" ucapan Peter terpotong karena Ailee menghadang langkah kakinya.


"Kau bilang anggota pack lain dilarang memasuki wilayah yang bukan miliknya, sama sepertiku sekarang, kau bisa terkena masalah."


Peter sontak tertawa mendengarnya, menatap tubuh Ailee dari atas hingga ujung kakinya, paras cantik yang gemar bersolek terbalut gaun merah darah dengan hiasan berupa pernak-pernik kalung, gelang, mauun anting. Seolah sudah hafal Peter menduga, "Kau pikir aku tidak tahu jalan pikirmu gadis licik?" Ailee seketika menelan ludah, "Perempuan yang berpenampilan sepertimu sudah bisa terbaca jelas sifatnya. Egois, licik, tidak tahu diri, dan.. sebagian besar pengkhianat. Apalagi yang ku dengar sejak dulu, red pack selalu mencari gadis bermasalah untuk dijadikan penjaga bayi-bayi mereka--dengan alibi, pembalasan atas sikapmu selama ini. Red pack memang terlalu ikut campur urusan manusia, tapi kami jadi tahu karakter kalian yang... luar biasa."


Ailee dibuat bungkam olehnya.


Tanpa memikirkan konsekuensi lebih besar, Ailee segera berlari saat mereka membuka celah untuknya keluar. Dia kembali menyusuri hutan hingga mendapati jalurnya sudah berada di red pack. Tidak ada seorangpun yng peduli ketika ia sudah sampai di gerbang depan, padahal banyak penjaga yang begderet di dalamnya, dari awal mereka acuh seolah tidak berminat bicara sedetikpun dengan manusia seperti Ailee.


Rupanya gerbang yag sebelumnya tertutup rapat dengan gembok perak yang menggantung ini sudah terbka lebar. Ailee membatin apakah semua itu dipersiapkan untuk dirinya, karena para penjaga kelihata seang mengadakan sambutan untuk seseorang yang dinanti.

__ADS_1


Tak ingin membat semuanya membebani pikiran, Ailee mengabaikan kontraknya dengan Chris juga perjanjian gila dari Peter. Ia tidak berminat berada di antara para werewolf lagi, yang jelas malam ini ia harus pulang secepatnya sebelum black pack menyerng pemukiman. Ailee berniat membawa nenek pidah ke kota yang jauh dari hutan temat bersembunyinya para serigala, apapun yang terjadi mereka harus pinah ke kota ekalipun di sana harus jadi gelandangan.


Namun baru saja berbalik membelakangi gerbang, sosok Chris dengan mantel bulu serigala khas-nya berdiri dengan tatapan tidak bersahabat. mengabaikan perkaaan pelayan yang menyatakan seharusnya alpha red pack itu akan kembali lusa.


Sadar hal itu bukan potret yang harus dipandagi lama meski wajah rupawan Chris mampu menggetarka dadanya yang terasa lelah. Ailee segera berlari menjauh dengan mata waspada, Chris hanya diam bahkan tidak memandangnya sama sekali, tapi seperti biasa ketika mereka sedang berada dalam lingkup ruang yang sama, Ailee merasakan pergerakan tubuhnya berlawanan dengan keinginan.


Ia kembali berjalan ke hadapan Chris.


"Kami sudah berjanji untuk tidak melukaimu bahkan sampai kontrak berakhir, kelakuan Hannah yang kau lihat sudah biasa terjadi pada remaja yang sedang mencari jati diri, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu karena kau dalam perlindunganku. Tapi jika kau justru masih berniat pergi, kontrak itu terputus, kami bisa menyantapmu sekarag juga."


"Kalian sangat diuntungkan, tapi aku hanya mendapat kerugiannya."

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2