Wolfgang: The Alpha'S Throne

Wolfgang: The Alpha'S Throne
Oh Gosh!


__ADS_3

Malam ini, lagi-lagi Ailee harus menunggang punggung kokoh serigala abu yang tak lain adalah perwujudan lain dari Alpha Chris, meraka tidak hanya pergi berdua, deretan penjaga sekitar tiga puluh orang turut mengimbangi laju kecepata lari Chris. Namun karena ini bukan pertama kalinya Ailee berada di atas serigala, ia jadi lebih mudah menyamankan posisi sehingga tidak terjatuh. Sementara itu, tanpa disadari, Chris berlari dengan posisi condong, dia  juga mengkhawatirkan gadis di atasnya.


Beberapa menit berlalu, sebagai seorang manusia biasa, Ailee mulai kelelahan menetap dalam posisi yang sama sejak berangkat. Apalagi mengingat perkataan pria itu jika perjalanan ini berlangsung sekitar dua jam, waktu yang dianggap singkat oleh para werewolf.


"Chris," Ailee mendongak, seraya mendekatkan bibir pada daun telinga sang alpha, "Kau membawa manusia, kita harus sering-sering istirahat. Aku tak munkin membungkuk sampai dua jam."


Serigala itu hanya diam tak membalas, namun tanpa Ailee tahu, ia sedang mencari lokasi strategis dan aman, khususnya di pinggiran sungai. Mereka tengah melalui jalur non pemilik, banyak werewolf liar lainnya yang hidup bebas tanpa peraturan, meraka kebanyakan bertubuh besar karena memakan segalanya, bahkan ada yang pernah menyerang pemukiman. Para pimpinan kastil utama tidak membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja, mereka juga menjaga identitas werewolf  sehingga memuncyulkan peraturan baru mengenai serigala liar harus diburu dan dimusnahkan supaya tidak membuat manusia terancam--yang kemungkinan bisa kembali menyerang kaum werewolf.


Sampai di tepi sungai dangkal dengan begitu banyak bebatuan, dialiri pula air jernih, sehingga iklan-ikan kecil yang berenang di dalamnya tampak begitu jelas walaupun hutan berlatar malam hari ini cukup gelap karena bulan hanya muncul dengan bentuk sabit.


Ailee tersenyum kecil tatkala Chris mengabulkan permintaannya, walau secara tidak langsung. Padahal sebelumnya, gadis itu sudah berencana tidak bicara seharian penuh supaya semua orang kerepotan, tapi kalau akhirnya dituruti, lekaslah ia tarik kata-kata sebelumnya.

__ADS_1


"Kalian akan terus seperti itu?" Chris maupun Ailee segera berbalik saat kenyamanan mereka terganggu. Remaja lelaki seusia Hannah sedang memandang keduanya tajam, padahal telepati yang ia dapat dari sang alpha mengatakan gadis manusia itu ingin istirahat karea tak kuat duduk diatas punggung serigala. Namun yang dilihatnya sejarang berbeda, sampai sang alpha sudah berubah wujud menjadi pria dewasa, Ailee tetap menempel di punggunya. Chris juga tak menegur, mereka kelihatan saling nyaman tapi juga mengganggu pemandangan para penjaga.


Chris tanpa sadar langsung menegakkan tubuh, membuat Ailee sontak merosot jatuh, "Georgy, ayo kumpulkan ranting di sekitar sini saja, kita buat api unggun kecil-kecilan," ujarnya segera mengalihkan topik, Chris dengan canggung memungut ranting dan dahan yang berjatuhan tak jauh dari koloninya, yang lain segera mengikuti arahan.


tak lama kemudian, mereka kembali berkumpul membentuk lingkaran dan menyelkan api ditengah, sembari memanggang beberapa potong daging kelinci kering yang jadi perbekalan setiap menjelajah. Ailee merasa sangat kaku berda diantara para lelaki itu, Chris juga duduk berjauhan darinya, padahal hanya pria itu yang bisa ia ajak bicara. Beta Jack juga ta ada di sini, padahal Ailee hanya akrab dengan mereka. Tidak terlalu alkrab sebenarnya, paling tidak saling tahu nama.


Lamunannya buyar karena kedatangan Georgy si serigala remaja yang menawari potongan daging kelinci yang selesai dibakar, "Kalau kau mau lagi tinggal bilang, persediaan kami banyak," ujarnya seraya menyodorkan daging bakar balok dilumuri bumbu dan ditusuk menggunakan ranting.


Chris sonta berdiri saat mendapat Ailee tertawa seraya memukul lengan Georgy, "Ayo cepat habiskan makanan kalian, kita lanjut lagi, ini membuang waktu."


Sesuai perintah sang pemimpin, tidak ada yang membantah, merek sigap mengemsi barang-barang tanpa ada satu pun yang mengajukan protes.

__ADS_1


...--...


Maxime sampai di sebuah pondok dekat sungai, ia dibuat heran dengan keberadaan hunian sederhana ini, apakah sebelumnya tempat ini ditinggali manusia yang tersesat di hutan? Itu satu-satunya tebakan paling realistis, mana mungkin ada binantang yang membangun rumah serupa dengan milik manusia.


Namun dahinya seketika dipenuhi kerutan karena keadaan pondok yang sepi, gelap, dan kosong itu tampak rapi dan bersih dari luar. Seharusnya paling tidak ada sarang laba-laba yang menyelimuti langit-langit bangunan, kali ini sama sekali tak ada seolah dirawat dengan baik, dan dibersihkan setiap hari.


Tanpa pikir panjang, ia membujka pintu utama yang ternyata juga tidak dikunci, tak jauh berbeda dari keadaan bagian laur, ruangan kecil di dalamnya juga rapi, banyak properti seperti sofa, lukisan, bantal, dan bahkan meja. Ia dibuat terheran-heran, di manakah penghuninya?


Belum lama berada di tempat itu, napasnya mendadak sesak, lantas beberapa orang kemudian mengerumuninya seraya membekap mulut juga matanya.


Max tak sadarkan diri seketika.

__ADS_1


...Wolfgang: The Alpha's Throne...


__ADS_2