You And Me And Destiny

You And Me And Destiny
mistake


__ADS_3

Gadis gila kerja yang tak habis pikir dengan harinya yang selalu monoton. Kerja, kerja ,kerja hahahaha. Selalu itu yang terjadi setiap harinya bagi gadis lulusan dua bulan yang lalu.


Parnuella atau yang akrab di panggil Ella, adalah seorang gadis yang baru lulus kuliah dua bulan yang lalu. Kini gadis itu sudah mendapatkan pekerjaan di kantor yang menjadi idamannya sejak sebelum kuliah. Bukan hanya kantornya saja yang membuat Ella senang, tapi juga jabatan sebagai sekretaris juga membuat Ella tambah bersemangat untuk kerja lebih giat.


Gadis yang bahkan belum pernah pacaran itu, tak sekalipun dia berpikir menikmati hidupnya. Bukan karena ada masalah dalam keluarganya, mengingat ia sudah yatim piatu. Tapi karena yatim piatu itulah, dirinya harus dibesarkan oleh om dan tantenya yang sangat menyayangkan uangnya untuk merawat Ella. Dengan begitu, Ella merasa jika ia memiliki hutang dari setiap apapun yang pernah om dan tantenya beri untuknya.


"Huh, akhirnya selesai juga." dengan merentangkan tangannya, Ella menatap layar komputer yang sedang mengirim kerjaannya yang berarti tugasnya hari ini sudah selesai.


"El, aku duluan ya." pamit rekan kerja Ella yang kebetulan juga satu lantai dengannya.


"Ah iya kak, makasih ya untuk hari ini." balas Ella yang mendapat anggukan kepala dari rekan kerjanya tadi.


Waktu memang sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi karena adanya proyek baru yang membuat Ella harus menambah jam kerjanya. Bahkan bos nya yang ada dalam ruangan juga belum keluar.


Kriettt ....


Suara pintu terbuka membuat Ella menolehkan kepalanya. Dilihatnya bos yang sudah terlihat tua itu keluar dengan tegasnya. Ella segera berdiri dan membungkukkan tubuhnya tat kala bos nya melewatinya. Melihat bos nya keluar, Ella segera berkemas untuk pulang.


Selama perjalanan pulang, Ella berjalan dengan perasaan kesal. Bagaimana tidak kesal? Kalau sudah hampir dua jam ia menunggu bus, tapi baru dia sadari kalau ada papan pengumuman di halte dimana bus yang ia tunggu sudah berubah jam operasionalnya.


Terpaksa sekarang Ella harus berjalan menyusuri jalan yang sudah sepi. Sudah jam sebelas malam sejak ia meninggalkan halte bus menjengkelkan. Memang jarak antara rumah dan kantor Ella lumayan jauh, tapi jika ia tidak pulang pasti tante dan om nya akan lebih memarahinya.


"Huwaaa capeknya," kesal Ella yang sudah ngos-ngos an.


 _______________


Seorang lelaki yang berada di klub malam, sedang menikmati minumannya dengan rasa kesalnya. Bagaimana tidak kesal, jika sekarang dirinya minum hanya sendiri. Beberapa pelayan klub seketika panik saat atmosfer yang lelaki itu berikan terasa membunuh semua karyawan yang bekerja disana.


"Apa kau sudah menemukan wanita itu?" tanya pemilik klub pada karyawan-karyawannya.


"Ma-maaf tuan, tapi wanita itu sepertinya tidak datang." jawab salah satu karyawan membuat semua karyawan yang ada menggelengkan kepalanya. Alamat mereka akan dimarahi habis-habisan oleh bos nya.


"Argghhh! Cepat cari pengganti. Seperti apapun bentuknya!" kesal pemilik klub yang lalu pergi untuk menghampiri lelaki yang berada di dalam ruang VIP.

__ADS_1


Berjalan ragu-ragu dengan kepala tertunduk, pemilik klub itu tak berani menatap langsung lelaki yang terkenal kejam. Sayang akan nyawanya, pemilik toko itu harus memberi pelayanan yang bagus khusus untuk lelaki itu.


"Apa klub mu sudah bangkrut?" tanya lelaki itu dengan sarkas.


"Oh atau aku membayar dengan uang yang kurang disini," lanjut lelaki itu yang melipat kedua tangannya didada dan duduk dengan kaki diatas meja.


Dengan ragu-ragu, pemilik klub itu harus mendongak untuk menjawab lelaki yang dalam keadaan sedang menuangkan kekesalannya pada klub ini.


"Haha Tuan, mana mungkin Tuan membayar dengan uang yang kurang. Bahkan disini Tuan layaknya raja besar yang membuat ini maju seperti ini, Tuan." jawab pemilik klub dengan ramah takut-takut.


Lelaki itu mengeluarkan smirknya sebelum melontarkan sarkasme yang pedad untuk pemilik klub. "Lalu? APA INI PELAYANANMU PADAKU!"


"Ti-Tidak Tuan, Sa-saya akan member-beri yang terbaik untuk anda." ucap pemilik klub yang kemudian keluar dari ruangan itu dengan perasaan cemas yang mendalam.


Dengan segera, pemilik klub itu langsung menyuruh para karyawannya untuk segera mencari wanita manapun untuk lelaki pecinta wanita tadi. Hah, rasanya seperti merawat bayi yang rewel dan hanya bisa diam kalau apa yang dia mau harus dituruti.


_______________


Ella masih melanjutkan jalannya dengan lelah sudah mengitari tubuhnya. Kakinya sudah terasa lemas, juga matanya yang sudah terasa mengantuk ditambah sapuan angin malam yang makin membuat matanya ingin tertutup.


Baru beberapa langkah Ella berjalan, dirinya yang lekaj'merasa ditarik seseorang dengan cepat. Ella yang terkejut karena ditarik, semakin terkejut tat kala lampu remang-remang menyerbu penglihatannya.


"HEI!! KALIAN MAU BAWA AKU KEMANA! " berontak Ella yang sebelah tangannya tak tinggal diam dengan memukul-mukul kepala seorang pria yang menariknya itu.


"Lapor bos, saya sudah mendapatkan wanita yang anda mau." ujar lelaki yang menarik Ella tadi.


Ella yang awalnya berontak, menjadi terdiam saat lelaki tua mendekatinya dan mengamati Ella dari atas hingga bawah. Dilihatnya lelaki tua itu mengangguk-angguk sembari mengusap lembut janggutnya yang tidak panjang.


"Haha, boleh juga. Kurasa dia cocok untuk Tuan kita yang disana." respon lelaki tua itu yang membuat Ella membulatkan matanya.


"HAH KALIAN GILA!?" pekik Ella yang juga berusaha melepaskan cengkraman yang ada ditangannya. Tapi biar bagaimanapun, tenaga Ella yang sudah terkuras habis karena berjalan tadi tidak bisa menandingi tenagan lelaki yang mencengkramnya.


"Aduh nona, lebih baik kamu diam saja dan layani Tuan yang ada disana. Tenang saja akan aku bayar setelah kau melakukannya dengan baik." ujar lelaki tua itu membuat napas Ella tersengal-sengal.

__ADS_1


"AKU TIDAK BUTUH BAYARANMU BRE**SEK!!!"


Sekarang Ella sudah ditarik menuju ruangan dimana mungkin akan menjadi bencana besar untuknya. Ella tak habis pikir, apa kesalahannya sampai akhirnya dia harus menderita seperti ini. Apa yang pernah ia lakukan sebelumnya?


Pintu terbuka, menampilkan sosok pria tampan dengan kancing kemeja yang terbuka dan gelas kecil ditangannya. Ella akui pria itu tampan, tapi tetap saja Ella tidak akan mau jika pria itu menyentuhnya.


Ella didorong masuk dan dikunci dari luar oleh lelaki yang menariknya tadi. Ella berbalik dan menggedor-gedor pintu itu sebelum pria tampan dibelakangnya mendekatinya.


"Wah, kalau aku lihat pasti kau tidak pernah kesini. Apa boleh buat, aku juga membenci wanita baru yang tidak cocok denganku." ujar pria itu tepat di telinga Ella.


Dengan cepat,Ella memutar tubuhnya dan menampar pria itu dengan mata yang sudah berair. "AKU JUGA TIDAK BUTUH DIRIMU!" pekik Ella.


Pria tadi yang merasakan panas dipipinya, menyentuh pipi yang tertampar keras. "Oh, tapi aku suka dengan wanita agresif sepertimu." balas pria itu dan semakin mendekatkan dirinya agar Ella terhimpit diantara tembok dan tubuh pria itu.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Makasih sudah mampir disini....


Maaf jika ada kesalahan menulis atau cerita yang tidak jelas


Ini cerita pertamaku😙


Harap beri like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Kalau suka, harap dimasukkan dalam favorit agar tau kapan aku up lagi😅


Salam dari akuuuu.....


__ADS_2