Adrian Haidar

Adrian Haidar
Cemburu 2


__ADS_3

Sepulang kerja, Elsa mendapati mobil Adrian yang sudah bertengker di depan cafe untuk menjemputnya. Dengan langkah malas, Elsa menghampiri Adrian dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


" Sa, kita makan dulu ya. Aku udah laper.. " ucap Adrian sambil melajukan mobilnya.


" Hem.. " Elsa hanya berdehem malas, masih kesal dengan kelakuan Adrian tadi pagi.


Setelah sampai di sebuah restoran Adrian menggandeng tangan Elsa, menuntunnya ke arah meja yang dekat dengan jendela.


Cukup lama mereka menunggu pesanannya datang, hanya keheningan yang ada di antara mereka. Adrian sibuk dengan ponselnya untuk memberi intruksi pada bawahannya mengenai pekerjaan yang ia tinggalkan. Sedangkan Elsa sibuk dengan pikirannya sendiri.


Keheningan terpecahkan oleh kedatangan pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.


" Sa, nanti aku menginap lagi ya di apartemen kamu? " tanya Adrian dengan penuh harapan.


" Hah..? " Elsa sedikit terkejut. " Kalo dia menginap lagi, bisa habis aku semalaman di ganggu. " batin Elsa.


" Aku mau menginap lagi. Kania masih nginep kan di rumah orang tuanya. " tanya Adrian.


" Iya, Kania masih di rumah orang tuanya. Kamu nggak punya rumah emang? nginep terus di tempatku? " Elsa.


Adrian terkekeh, " Rumahku tempat dimana istriku tinggal. " Adrian berucap dengan percaya diri.


" Ck, nggak modal banget sih.. mau numpang di tempatku. " gerutu Elsa.


" Makanya kamu pindah ke rumahku ya, biar aku nggak numpang lagi di tempat mu. " ucap Adrian.


" Uhuukk.. uhuk... " Elsa tersedak mendengar ajakan Adrian.


" Hati - hati Sa, " Adrian menyodorkan air minum ke pada Elsa. " Gimana? mau ya tinggal bersamaku. " bujuk Adrian.


" Emmm... aku--" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Mereka berdua dikejutkan kedatangan seorang wanita.


" Beb... kamu kemana aja? nggak pernah hubungin aku lagi. " seorang wanita menepuk bahu Adrian dan langsung duduk di kursi sebelah Adrian.


" Monic.. ngapain kamu disini? " Adrian nampak gugup dengan kehadiran Monic apalagi dirinya sedang bersama Elsa.


" Kamu kenapa kaget gitu sih.. aku kangen sama kamu Adrian, kita cabut yuk ke tempat favorit kita. " rayu Monic dengan nada sedikit menggoda tidak lupa dengan memberikan kecupan di bibir Adrian.


Elsa membelalakan kedua matanya melihat adegan di depannya.


" Monic!! jaga sikap mu! " bentak Adrian yang merasa jengah dengan kelakuan Monic. Adrian merasa tidak enak pada Elsa yang melihat sikap Monic.


" Kamu ini kenapa? jangan sok suci deh.. kita bahkan udah melakukan lebih.. " ucap Monic sambil mengerlingkan matanya.


Tidak ingin berurusan lama dengan Monic, Adrian mengajak Elsa untuk pergi dari restoran itu. " Sa, ayo kita pulang aja. Selera makan ku udah hilang. "

__ADS_1


Elsa pun menganggukan kepalanya. Sebenarnya Adrian takut kalau Monic bercerita hal buruk di masalalunya, yang membuat Elsa menjadi semakin menjauhi nya.


Adrian memang bukanlah pria yang baik, tapi dengan kehadiran Elsa, Adrian akan mencoba untuk lebih baik dan meninggalkan kebiasaan buruknya.


" Eh.. tunggu mau kemana? " cegah Monic. " Kamu bukannya cewek yang di vila itu kan? temennya Jonathan? " selidik Monic.


" Iya.. " jawab Elsa singkat.


" Adrian, tipe mu sudah berubah menjadi lebih buruk, " Monic berucap seraya memperhatikan Elsa dari atas sampai ke bawah. " Dan kamu, hati hati lah dengan Adrian, dia bukan tipe pria yang setia, dia selalu bergonta ganti dengan banyak wanita. Kau pasti akan di campakan setelah Adrian bosan dengan mu. "


" Monic jaga bicaramu. " bentak Adrian merasa kesal dengan Monic yang terlalu banyak bicara.


Tanpa membalas perkataan Monic, Elsa berlalu meninggalkan Adrian dan Monic.


Adrian dengan cepat menyusul Elsa. " Sa, jangan percaya yang di katakan Monic. "


" Tanpa Monic bicara pun aku percaya jika itu memang benar. " ucap Elsa.


" Itu kan masalalu ku, sekarang hanya ada kamu. "


" Cih, pembohong! " Elsa masih tidak percaya.


" Percayalah, aku sudah berubah meninggalkan kebiasaan buruk ku. "


" Elsa, kamu marah pada ku? kamu cemburu dengan Monic? " tanya Adrian.


" Nggak! aku nggak cemburu. " ketus Elsa.


" Lalu kenapa kamu marah? " ucap Adrian.


" Sial kenapa aku begini sih.. apa iya aku ini cemburu. " batin Elsa.


" Sudahlah aku ingin cepet pulang. " Elsa mengalihkan pembicaraan agar Adrian tidak bertanya hal yang membuat nya terpojok.


***


Sesampainya di apartemen, Elsa mendapati Kania yang tengah duduk di sofa sambil menonton televisi.


" Kania, kamu sudah pulang? aku pikir kamu masih menginap di rumah orang tua mu. " Elsa mendudukan diri di samping Elsa sambil melepaskan sepatu flatnya.


" Iya, mama papa ku pergi keluar kota jadi aku mending balik kesini, dirumah sendirian. " jelas Kania.


" Untung saja Adrian aku suruh pulang, kalo menginap bisa berabe urusannya. " batin Elsa.


" Oh.. " jawab Elsa. " Kania aku mau mandi dulu yah, udah lengket banget nih badan. " Elsa beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


" Nanti kesini lagi ya, ada yang mau aku omongin. " Kania.


" Iya. " Jawab Elsa yang sudah masuk ke dalam kamarnya. "


Setelah 30 menit, Elsa menghampiri Kania yang masih setia duduk di sofa.


" Kania, kamu mau bicara apa? " Elsa mendaratkan diri duduk di samping Kania.


" Elsa, bulan depan aku di suruh pindah ke rumah orang tua ku. " ucap Kania tanpa basa basi.


" Kenapa? apa kamu nggak betah lagi tinggal bersama ku. " lirih Elsa dengan wajah yang terlihat sendu.


" Bukan begitu Elsa, papa ku di pindah tugaskan ke luar kota, aku harus temenin mama. Kalau bukan aku siapa lagi sedang kan kakaku sudah jarang pulang semenjak menikah. " jelas Kania.


Sebenarnya Elsa merasa keberatan dengan keputusan Kania, tapi Elsa tidak mau egois dan menahan Kania untuk tetap tinggal bersama nya.


" Baiklah jika itu yang terbaik, kamu harus menemani mama kamu. "


" Sa bulan depan kontrak apartemen kita habis, apa kamu mau lanjutin untuk satu tahun kedepan? " tanya Kania. " Nanti aku batu untuk membayar nya. "


" Nggak usah Kania, aku cari kos-an aja.. aku nggak sanggup jika harus menyewa apartemen ini, dan aku juga nggak mau ngrepotin kamu lagi. "


" Aku bantu kamu ikhlas Elsa, nggak perlu sungkan. "


" Kalo kamu mau bantuin aku, cukup bantu aku cari kos-an aja. " ucap Elsa.


"Iya ntar aku bantu cariin. " ucap Kania. " Apa kamu nggak tinggal bareng aja sama Adrian, kan kamu istri nya, udah sah lagi. " timpal Kania.


" Kamu ini kalo ngomong nggak di pikir dulu. Mana mungkin aku tinggal sama Adrian. " ketus Elsa.


" Ih.. gimana nggak mungkin sih, kamu kan istri nya, kamu berhak lah. "


" Tau ah, jangan ngomongin itu lagi. " Elsa.


" Apa iya aku harus tinggal sama Adrian, Adrian juga kemarin ngajak aku tinggal bareng. Ah tapi nggak deh.. dia kan mesum, bisa habis aku tiap hari. " batin Elsa.


*


*


*



__ADS_1


__ADS_2