
Pagi menjelang, sinar mentari masuk melalui celah jendela yang tidak tertutupi kain. Sepasang suami istri masih tertidur dengan pulas setelah melewati malam yang panas.
Elsa perlahan mengerjapkan kelopak matanya merasa terganggu dengan sinar yang menyilaukan.
Elsa menyadari di samping dirinya ada pria yang masih terlelap. Di pandangi dengan lekat wajah tampan itu, yang belum lama resmi menjadi suaminya.
" Tampan.. " satu kata terucap di bibir mungil Elsa yang mengagumi ketampanan Adrian.
Puas memandangi wajah suaminya, Elsa segera melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos menuju kamar mandi.
Elsa menghentikan langkahnya di depan cermin yang mampu memperlihatkan pantulan dirinya. Sekelebat bayangan kegiatan semalam membuatnya merona malu.
Betapa bodohnya dirinya dengan mudah terbuai oleh Adrian, pria yang selama ini dia hindari. tapi tubuhnya berkata lain, seakan menerima sentuhan sentuhan yang Adrian berikan.
Dilihatnya dengan teliti, betapa banyaknya stempel kepemilikan tercetak di leher jenjangnya.
" Ck. banyak banget. Gimana cara menutupinya. " lirihnya.
Elsa sedikit mengintip ke arah tubuhnya melalui selimut yang sedikit di kendurkan.
" Kamu liat apa? " ucap Adrian yang sudah berada di depannya dan ikut mengintip seperti Elsa lakukan.
" Aaaaaaaaa... " teriak Elsa yang terkejut mendapati Adrian ikut melihat tubuhnya di dalam selimut.
" Kamu kenapa? " tanyanya dengan wajah polos.
" Ikhss... ngapain ikut ngliatin aku! "
" Ck, ngapain malu sih sama aku. Semalem aku juga udah liat semuanya. "
" Iya, tapi aku malu. " gerutu Elsa sambil melanjutkan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Mandi bareng ya Sa. "
" Nggak mau!! " teriak Elsa dari dalam kamar mandi.
Adrian terkekeh mendengarnya, karena cukup lama menunggu Elsa menyelesaikan mandinya, Adrian tertidur kembali mengingat dirinya semalam kurang tidur.
Seusai mandi, Elsa menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, sambil menunggu Adrian bangun.
Waktu menunjukan pukul 8.30 sedangkan Adrian belum bangun juga. Elsa segera membangunkannya karena hari ini jam 10 Elsa harus bekerja di cafe milik Jonathan.
" Adrian... " Elsa mengguncangkan bahu Adrian.
" Hem.. "
" Ayo cepetan bangun udah siang nih, aku harus bekerja. "
Adrian membuka matanya yang terasa berat seakan enggan untuk menyudahi tidurnya.
Adrian mendudukan diri dan menyandarkannya. " Morning kiss Sa. " pintanya.
__ADS_1
" Ikh.. apaan sih. nggak mau, kamu bau belum mandi. "
" Iya.. iya.. aku mandi dulu. Sa, ambilin baju ku di mobil ya. " Adrian beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
" Iya.. aku ambilin. "
" Jangan lupa celana dalemnya ya, ada di tas kecil. "
" Iya.. "
~
" Sa, kamu nggak usah kerja lagi di cafe.. " ucap Adrian sambil mengemudi mobilnya. Kini mereka menuju cafe dimana Elsa bekerja.
" Nggak bisa Adrian, aku butuh uang untuk bayar kuliah aku dan sewa apartemen. Aku butuh uang. " jelas Elsa.
" Ck, kamu pake uang aku aja di ATM, yang kemaren aku kasih. " Adrian.
" Aku nggak bisa Adrian, aku ngrasa nggak pantes. " Elsa masih ragu untuk menggunakan uang Adrian untuk memenuhi kebutuhannya.
" Kamu kan istri aku, jadi udah tanggung jawab ku menafkahi mu. kamu nggak usah terlalu kerja keras, kamu hanya perlu kuliah yang benar sampai lulus. " Adrian sangat yakin dengan apa yang di ucapkan nya.
Elsa memilih diam, tidak tau harus menjawab apa, karena Elsa masih ragu dengan hubungan nya dengan Adrian. Meski sudah menikah, tapi Elsa tidak yakin bahwa Adrian akan menjadi imam yang baik untuknya, mengingat Adrian adalah pria yang memiliki begitu banyak wanita.
Apakah Elsa sanggup jika dirinya memantapkan bersanding dengan Adrian dan ada wanita lain selain dirinya di masa depan. Sungguh, Elsa tak mau itu semua terjadi.
" Sa, apa kamu masih kerja menjadi guru privat? " tanya Adrian lagi.
" Aduh jawab apa aku, kalau aku jawab kerja jadi pembantu di rumah orang pasti dia melarang ku bekerja sedangkan aku sudah tanda tangan kontrak. " batin Elsa.
" Ck, kapan kamu ada waktu untuk ku. semua hari untuk bekerja. " Adrian berdecak kesal. " Aku nggak mau tau, kamu harus berhenti bekerja. "
" Adrian... aku nggak bisa, aku sudah tanda tangan kontrak, nggak bisa keluar begitu aja. "
" Itu urusan gampang, nanti aku bilang ke Jo." Adrian.
" Adrian... " lirih Elsa.
" Kamu keberatan karena ada pacar kamu itu! " sarkas Adrian.
" Bukan itu, dia bukan pacar ku. Jangan salah paham. "
" Lalu kenapa nggak mau? "
" Iya.. iya aku berenti kerja di cafe tapi ngga untuk guru privat. " Elsa pasrah.
" Ck, keras kepala. " gerutu Adrian.
" Ya udah nggak jadi sekalian kalo ngajar juga nggak boleh. "
" Oke. oke. " Adrian.
__ADS_1
Mereka pun sampai di depan cafe tempat Elsa bekerja.
" Terimakasih.. " Elsa.
" Tunggu, " cegah Adrian ketika Elsa akan keluar dari mobilnya.
" Ada apa lagi? " tanya Elsa kesal.
" Sa, minta vitamin dulu donk. "
Elsa mengernyitkan alisnya. " Vitamin apa? beli aja di Apotik! "
" Vitamin nya nggak ada di apotik, adanya di kamu. " Adrian tersenyum bakal sambil menaik turunkan kedua alisnya.
" Apaan sih nggak ngerti aku. "
" Vitamin ini.. " Adrian menjulurkan tangannya ke dada Elsa.
Dengan cepat Elsa menangkis tangan Adrian. " Apa apaan kamu! mesum banget! "
Elsa hendak membuka pintu mobil, tapi kalah cepat dengan Adrian yang sudah menguncinya.
" Adrian!! buka nggak! aku nanti telat! "
" Masih ada 20 menit. Aku lemes nih... harus di kasih Vitamin dulu biar seger. "
" Ikh kamu aneh aneh aja deh, buka cepetan nanti aku telat. " Elsa semakin dibuat kesal oleh Adrian.
" Sebentar aja Sa, kalau nggak mau nggak bakal aku bukain pintunya. "
Elsa menghembuskan nafasnya dengan kasar, " Janji ya, cuma sebentar. "
Adrian segera menarik Elsa untuk duduk di pangkuannya dan menyingkap kaos Elsa hingga memperlihatkan benda favorit nya.
~
Elsa sudah masuk kedalam cafe dan bergabung bersama teman kerjanya. Karena weekend membuat cafe ramai dengan pengunjung. Elsa bisa bersantai di jam istirahat nya.
" Sa, kamu kenapa? cemberut mulu dari tadi. " Umar menghampiri Elsa yang tengah beristirahat di ruang para karyawan.
" Hah, mm nggak kok, cuma lagi bete aja. " jawab Elsa.
" Bete kenapa? " umar kini telah duduk di samping Elsa.
" Emmm... bukan hal serius, lagi nggak mood aja hari ini. " Bohong Elsa, bagaimana mau jujur pada Umar, dirinya bete karena ulah Adrian tadi pagi.
Elsa sungguh khawatir jika harus berdekatan terus menerus dengan Adrian yang mesum. " Habislah aku kalau deket deket sama Adrian. " batin Elsa.
" Elsa,kamu kok bengong? ada yang menggangu pikiran kamu? " tanya Umar membuyarkan lamunan Elsa.
" Eh.. nggak kok.. aku ke toilet dulu ya. "
__ADS_1
Umar hanya mengangguki nya, menatap punggung Elsa yang semakin menjauhinya.
" Dia kenapa? seperti menghindariku akhir akhir ini. " batin Umar.