Adrian Haidar

Adrian Haidar
S2 Menemui Jordan


__ADS_3

Keesokan harinya Umar sudah mempersiapkan dirinya bertemu dengan Jordan, ayah dari kekasihnya. Kini Umar tengah berdiri di depan gedung yang berdiri menjulang setelah memarkirkan sepeda motornya di tempat bagian kasta terendah yang berkerja di perusahaan Haidar Group.


Umar melangkah ke bagian resepsionis. " Permisi mbak.. " Sapa Umar dengan ramah.


" Siang Pak, ada yang bisa saya bantu? " ucap resepsionis itu.


" Saya mau bertemu dengan Pak Jordan, apa beliau ada? " Umar.


" Apa sudah ada janji? "


" Sudah mbak. " jawab Umar di sertai anggukkan.


Resepsionis itu pun terlihat melakukan panggilan pada seseorang dan tak lama kemudian dia mempersilahkan Umar untuk ke lantai teratas gedung itu, dimana ruang Jordan berada.


Dengan sedikit ragu Umar berjalan menuju lift. Penampilan nya sangat sederhana namun masih apik di pandang.


Saat berjalan Umar melihat wanita yang kini tengah mengisi hatinya, Umar mengagumi Karin saat terlihat sibuk bekerja dengan para bawahannya, berbeda sekali jika sedang bersamanya yang selalu bermanja.


Tidak ingin menganggu Karin akan kehadiran nya, Umar melanjutkan langkahnya menuju ruangan Jordan sesuai arahan yang di berikan, karena Umar tadi sempat bertanya pada salah satu karyawan di sana.


Setelah masukin koridor cukup sepi, Umar di sambut oleh wanita yang ia duga adalah sekertaris Jordan.


" Siang Pak.. anda sudah di tunggu oleh Pak Jordan di dalam. " ucap wanita yang terlihat sudah berumur.


Umar tersenyum menanggapi wanita itu.


Tok.. tok. tok..


Wanita itu membantu Umar mengetuk pintu ruangan atasannya.


" Masuk! " terdengar suara perintah dari dalam ruangan.


" Permisi Pak, Pak Umar sudah datang. " ucap wanita itu setelah membuka pintu.

__ADS_1


" Suruh dia masuk. " titah Jordan pada sekertaris nya.


Umar pun masuk ke dalam ruangan itu, menyapa Jordan dengan ramah.


" Silahkan duduk. " Jordan bangkit dari kursi kebesarannya berpindah ke sofa untuk duduk dengan Umar.


" Baik Om. " Umar.


" Ehem.. Jadi, sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan putri ku? " tanya Jordan to the poin.


" Baru beberapa bulan om, " jawab Umar.


Jordan menelisik gesture Umar yang terlihat tenang tidak seperti kebanyakan orang saat berhadapan dengannya, bahkan beberapa bawahannya yang jauh di atas Umar masih sedikit tegang jika berhadapan dengan dirinya.


Jordan mengangguk mengerti, lalu bertanya lagi. " Apa kamu serius dengan putri ku? "


" Saya menjalin Hubungan dengan Karin bukan untuk main-main. Saya ingin hubungan kami berjalan sampai ke jenjang pernikahan. " jawab Umar.


" Jordan tidak bisa melanjutkan kalimat nya.


Tapi Umar tau arah pembicaraan Jordan yang tidak percaya dengan kemampuan financial yang Umar miliki sekarang.


Dengan tenang Umar pun menjawab. " Mungkin saat ini saya memang belum bisa memberikan Karin materi seperti yang om berikan, tapi saya berjanji akan berusaha memantaskan diri untuk bersanding dengan Karin. Dan memberikan Karin kebahagiaan, saya juga tidak akan pernah membuat Karin menyesuaikan diri di kehidupan saya tapi saya yang akan berusaha menyesuaikan diri di kehidupan Karin. " jelas Umar dengan percaya diri.


" Buktikan itu, jangan hanya bualan mu saja! "


" Saya akan buktikan om. " Umar.


Jordan mengangguk, " Apa kamu -- " Belum sempat menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan Jordan terbuka tanpa ada ketukan terlebih dahulu, membuat pandang Jordan dan Umar teralihkan ke arah pintu.


" Papa.. " Adrian masuk ke ruangan Jordan tanpa mengetuk pintu dan terkejut saat melihat Umar ada di ruangan Jordan.


" Kamu ngapain disini? " tanya Adrian pada Umar.

__ADS_1


" Papa yang meminta nya untuk datang kesini. " Jordan lebih dulu menjawab. " Ada apa kamu mencari papa? "


Adrian menyerahkan beberapa dokumen yang harus di tandatangani oleh Jordan. " Ini pah, acc proyek baru.. "


Jordan menerima dokumen itu, " Nanti papa priksa dulu. "


Adrian mengangguk. " Pah, Adrian ijin pulang.. mau makan siang bareng Elsa. "


" Pergilah. " Jordan.


Adrian yang sudah janji akan makan siang di rumah bersama Elsa, pulang lebih cepat dari jam istirahat.


Saat Adrian ingin masuk dalam lift, tidak sengaja bertemu dengan Karin.


" Rin. " Adrian


" Apa.. " jawab Karin dengan malas.


" Ada si buluk tuh di ruangan papa.. lagi di interogasi! " setelah mengatakan itu Adrian melenggang masuk ke dalam lift tanpa menunggu respon dari Karin, yang terlihat sedang mencerna ucapan Adrian.


" Si buluk? " ulang Karin seraya mengingat-ingat. Mata Karin membulat sempurna saat mengingat panggilan Adrian pada Umar.


" Umar? di ruangan papa? " lirihnya.


Dengan langkah sangat cepat Karin menuju ruangan Jordan.


*


*


*


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2