
Semenjak kedua orang tua Aisha meminta nya untuk menikahi perempuan itu, Umar memutuskan tidak lagi mengantar Aisah, Umar memilih menyediakan mobil antar jemput untuk karyawan nya, termasuk Aisha.
Sebenarnya Umar ingin menemui kedua orang tua Aisha untuk menjelaskan yang kebenarannya, namun Aisha melarang Umar. Aisha mengatakan jika cukup dirinya saja yang menjelaskannya.
Bagaimana pun Umar merasa tidak enak hati dan harus bertanggung jawab menjelaskannya sendiri, tapi Umar tak kunjung bertemu abi dan Umi di ruko. Biasanya mereka akan datang ke toko herbalnya meski tidak setiap hari. Umar pun mempercayakan semuanya pada Aisha, tidak lagi mempermasalahkan tentang pembicaraan waktu itu, Umar hanya menganggap kesalahpahaman saja.
Dua minggu sudah Umar dan Karin terpisah dari jarak yang sangat jauh. Membuat kedua insan itu merindukan satu sama lain.
Jika dulu Karin yang sangat menggebu ingin bertemu Karin, kali ini Umar lah yang lebih dulu selalu merindukan kekasihnya.
Umar selalu lebih dulu melakukan panggilan pada Karin, setiap Umar memliki waktu luang, pria itu tidak menyimak kesempatan untuk melakukan video call bersama Karin. Seperti saat ini, Umar yang baru saja selesai bekerja langsung menghubungi Karin.
Larut malam di Jakarta, sore hari di Paris.
" Hallo ayang beb.. aku kangennn... " suara Karin terdengar di sebrang sana, wajah cantik Karin memenuhi layar ponsel Umar.
" Aku juga kangen Rin ama kamu. kangen banget malah.. "
" Sabar dong ayang beb, tiga hari lagi aku pulang."
__ADS_1
" Tiga hari rasanya kaya tiga tahun Rin, lama banget. "
" Cie.. ayang beb, udah mulai romantis nih.. "
Umar tergelak. " Aku romantis kok, kamu belum tau aja. "
" Iya.. iya. buktiin ya kalo aku udah pulang, seromantis apa sih ayang beb aku ini. "
" Rin.. aku beneran kangen kamu. kamu cantik banget sih.. kamu gak nakal kan di sana? " tanya Umar yang mulai posesif.
" Aku gak nakal kok, aku nakalnya cuma ama kamu doang.. hihi... "
" Aku juga gak sabar ketemu ama kamu, apalagi ketemu sama perkutut ku..hihihi... "
" Aduh Rin, gak usah mancing-mancing deh.. ntar aku tambah galau.. "
" Makanya buruan nikahin aku biar kita bisa ena-ena kalau ketemu. "
" Ini aku lagi usaha biar cepet sukses. udah gak sabar lagi.. hehe.. "
__ADS_1
" Ih.. ayang beb bisa aja.. "
Mereka cukup lama melangsungkan acara temu kangen lewat video call. Umar tak lupa menceritakan tentang Wina yang membantu dirinya.
Karin juga menceritakan kegiatan hari ini yang cukup melelahkan. Hingga Umar tertidur karena kelelahan di saat video call itu masih berlanjut. Karin yang melihat Umar sudah tertidur memutuskan panggilan itu.
Karin sangat senang melihat perubahan Umar yang semakin berani menunjukan perasaannya. Karin lebih suka Umar yang seperti itu.
Karin juga tidak menyangka, jika Wina membantu Umar. Meski sikap Wina yang selalu melebih - lebihkan dan sangat menyakitkan jika berkata, tapi Karin tau jika Wina memiliki sifat yang baik di dalam lubuk hatinya. Dia tidak setega itu menghardik seseorang.
Karin harus bersabar menanti waktu untuk dirinya dan Umar akan bersatu. Gadis itu percaya jika jodoh tidak akan lari kemanapun, apalagi sampai tertukar. Tinggal waktulah yang akan menjawab semuanya.
*
*
*
Bye.. bye..
__ADS_1