Adrian Haidar

Adrian Haidar
S2 Morning kiss


__ADS_3

Pagi harinya, Umar bangun terlebih dahulu. Dilihat Karin masih tertidur dengan nyenyak di pelukannya. Dengan pelan Umar memindahkan kepala Karin yang bertumpu di tubuhnya ke sebuah bantal.


Umar membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu dia akan membuat sarapan pagi untuk Nisa dan Karin.


Tidak lama kemudian, Nisa terbangun dan menghampiri Umar yang sudah berkutat di dapur.


" Mas Umar.. " Panggil Nisa yang akan ke kamar mandi.


Umar membalikkan badannya, " Udah bangun Nis.. "


" Iya mas,mbak Karin mana? " tanya Nisa yang tidak melihat Karin di kamarnya saat bangun.


" Masih tidur. " jawab Umar sembari melanjutkan kegiatannya.


" Tidur dimana? aku gak liat pas bangun. "


" Dikamar mas.. "


Nisa membelalakkan kedua matanya, " Mas tidur bareng ama mbak Karin? " seru Nisa.


" Iya. Kamu gak usah mikir yang macem-macem! kita gak ngapa ngapain! "


" Hehe.. iya.. iya.. " Nisa.


" Buruan mandi entar telat. "


" Iya. " Nisa pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aroma masakan Umar membuat Karin terbangun dari tidurnya. Karin meregangkan otot tubuhnya, tidur di kasur Umar memang tidak senyaman kasur sendiri yang bernilai ratusan juta. Tapi tidur di pelukan Umar membuat hati Karin berbunga-bunga tak masalah jika tubuhnya sedikit pegal.


Karin tersenyum-senyum sendiri, mengingat kemarin malam dirinya bisa memeluk Umar dengan sepuasnya, seperti bantal guling.


" Uuuhhh... senang nya... " lirih Karin yang sedang mabuk kepayang, senyum-senyum sendiri, berguling kesana kemari, menutupi wajah yang memerah dengan selimut, seperti orang tidak waras.


Aroma masakan Umar membuat Karin tersadar dan segera beranjak untuk ke dapur, melihat siapa yang sedang berkutat di dapur.


Sesuai dugaannya, Karin melihat Umar sedang di dapur. Perlahan Karin mendekat dengan langkah yang tidak menimbulkan suara.


Grep


Karin memeluk Umar dari belakang. " Pagi.. ayang beb.. " ucap Karin.


" Rin, ngagetin aja! " seru Umar yang terkejut saat tangan Karin melingkar sempurna di perut Umar.


(guys... ini kebalik yak.. biasanya cowok yang tiba2 meluk pas ceweknya lagi masak. 🤣🤣🤣)


" Jawab dong.. " gerutu Karin tanpa melepaskan tangannya.


" Hehe pagi juga cantik.. " Umar membalikkan badannya. Dengan cepat Karin mengerucutkan bibirnya.


Umar mengernyit heran, dia masih diam.

__ADS_1


" Ihh.. sebel.. morning kiss dong ayang beb, kaya di film-film. " protes Karin.


Cup.


Umar memberikan morning kiss di bibir Karin.


" Yah.. bentar amat! " kesal Karin. " Yang lama dong ayang beb, ampe bunyi cicicuit gitu..kaya kemaren. " ujar Karin berharap lebih.


Umar terkekeh " Katanya morning kiss, kalo itu mah ciuman Rin.. "


" Iya.. iya.. tapi ntar abis aku mandi kita main kiss kiss-an yak.. " pinta Karin.


" Ehemm... " Nisa berdehem saat keluar dari kamar mandi dan melihat kemesraan dua sejoli. " Aduh.. ada anak di bawah umur ini.. " Nisa.


" Hehe.. Sorry.. abis mas mu ini godain mbak terus.. " Karin.


Umar menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Karin yang seakan menyalahkan dirinya, padahal Karin yang sudah menggodanya.


" Hihi... abis mbak Karin cantik banget sih, gimana mas Umar gak klepek-klepek, bawaannya pengin nempel terus kaya perangko. " goda Nisa.


" Nis.. " suara Umar memperingatkan Nisa, " Buruan siap-siap ntar telat loh.. "


" Iya. " cebik Nisa. " Makanya mas, cepetan halalin mbak Karin sebelum di gondol orang. " ucap Nisa sambil melangkah menuju kamarnya.


" Tuh.. bener kata adik mu.. buruan halalin aku.. hehe.. " ucap Karin setelah Nisa menghilang di balik pintu.


" Iya Rin, sabar ya. " Umar mengecup kening Karin.


*


Seminggu telah berlalu, kegiatan Umar semakin bertambah. Restorannya sudah di perluas, yang sebelumnya hanya satu ruko, kini sudah dua ruko, karyawan nya pun sudah bertambah lebih banyak. Usaha catering sudah mulai berjalan, meski belum banyak pesanan.


Hubungannya dengan Karin masih terus berjalan meski jarak memisahkan mereka, komunikasi pun berjalan mulus, semulus jalan raya hotmix.


Karin selalu mengubungi setiap ia memiliki waktu luang, begitupun sebaliknya.


" Mas Umar, ini pesanan nasi kotak 50 bungkus sudah siap. " Aisha memberi tahu jika pesanan catering nya sudah siap untuk di antarakan.


" Iya, langsung kirim aja. suruh si Yudi anter temenin kamu. " jawab Umar.


" Mas Yudi nya lagi pergi mas, nganter pesenan yang 10 box. pake motor. " Aisha.


" Oh, yaudah tunggu aja. " tanya Umar.


" Katanya si abis nganter mau langsung istirahat. " Aisha.


" Loh.. emang tadi gak di info ada catering yang harus di anterin? " Umar.


" Aisha gak tau mas. "


Umar menghela nafas, " Yasudah ayo saya anter. " jawab Umar. Mau bagaimana lagi, hanya dirinya dan Yadi lah yang bisa menyetir.

__ADS_1


Semenjak usaha catering nya berjalan, Umar membeli mobil box bekas untuk mempermudah mengantar pesanannya.


Di perjalanan menuju alamat yang dituju, Umar dan Aisha mengobrol untuk mengisi kejenuhan karena padatnya kendaraan.


" Mas Umar, alhamdulillah ya.. usaha mas Umar semakin maju.. catering juga udah lumayan rame. " Aisha.


" Iya Alhamdulillah. " Umar. " Oh iya.. gimana kabar Abi? " tanya Umar mengenai kabar Abi Aisha yang sempat di rawat di rumah sakit.


" Alhamdulillah mas, udah mendingan. Dia hari yang lalu udah di bolehin pulang. " Aisha.


" Syukurlah.. sampein maaf untuk Abi, saya belum sempat nengokin waktu abi di rumah sakit. " Umar.


" Iya nanti saya sampein salamnya, abi juga ngerti kok mas Umar lagi banyak kerjaan.. mas, Nisa gak pernah keliatan lagi ya. " tanya Nisa.


" Nisa lagi sibuk ngerjain tugas kelompok nya, jadi sabtu minggu kemarin gak bantuin resto. " jawab Umar.


Sebenarnya, Aisha juga ingin menanyakan Karin yang minggu ini tidak terlihat datang ke resto, tapi Aisha ragu untuk menanyakan hal itu.


Baru saja nama Karin memenuhi pikiran Aisha.


Ponsel Umar berdering, adanya panggilan Video call dari Karin. Tanpa ragu atau canggung, Umar menerima panggilan itu, ponselnya di letakkan di dashboard dan mengarahkan kameranya ke wajahnya.


" Hallo... ayang beb... " sapa Karin, wajah cantik nya memenuhi layar ponsel Umar. " Kamu lagi nyetir? "


" Iya Rin, mau nganterin catering. kamu gak sibuk Rin? " tanya Umar yang fokus melihat ke depan, sesekali melirik ke ponselnya.


" Gak sibuk, abis makan siang tadi.. " jawab Karin. " Ayang beb, aku kangen... " ucap Karin begitu manja.


Umar tersenyum mendengar pengakuan kekasihnya yang merindukannya. Sedangkan Aisah hanya mendengarkan nya.


Belum sempat Umar menjawab, tiba-tiba suara Aisha terdengar.


" Awas mas!! " pekik Aisha yang melihat kendaraan bermotor menyelip dan hampir tersenggol mobil Umar.


" Astagfirullah.. " Umar mengerem mendadak.


" Ayang beb, ada apa? " panik Karin.


" Itu, tadi ada pengendara motor nyelip. " jawab Umar.


" Tadi suara siapa? kaya suara cewek, kamu sama siapa? " cecar Karin.


" Itu Aisha Rin, dia nemenin aku nganter catering. "


Tut.. tut.. tut... panggilan terputus oleh Karin.


*


*


*

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2