
Satu minggu telah berlalu, hari ini tibalah waktunya bagi Adrian dan Elsa mengikat janji suci kembali. Mereka menjadi pasangan yang sah di mata hukum dan agama.
Mengikrarkan pada dunia bahwa hanya Adrian lah pemilik Elsa Miranda, begitu juga sebaliknya bahwa hanya Elsa yang berhak atas cinta dan raga Adrian.
Elsa terlihat begitu cantik dengan gaun yang di kenakannya, sangat serasi sekali dengan Adrian yang sangat tampan.
Begitu banyak wanita yang patah hati melihat Adrian telah resmi menjadi milik wanita yang bernama Elsa.
Pesta pernikahan di gelar begitu mewah yang berlangsung di hotel bintang lima. Para tamu undangan memenuhi ballroom yang telah di hiasi berbagai pernak pernik bernuansa gold.
Wina sangat antusias memperkenalkan menantu cantiknya pada teman sosialita nya. Jangan ditanya, betapa hebohnya Wina memamerkan kemegahan pesta yang di rancangnya.
Kania dan Jonathan menghampiri Elsa dan Adrian diatas pelaminan.
" Selamat ya Sa, " Kania memberi kecupan pipi kanan dan kiri.
" Makasih Kania. " Elsa tersenyum lebar.
" Wah, perasaan aku yang nyebar undangan lebih dulu, tapi malah kalian yang nikah dulu. " ucap Jonathan.
" Sorry ya bro, mungkin kami lebih beruntung. " Adrian menepuk pundak Jonathan.
" Iya.. iya.. " Jonathan.
" Selamat ya buat kalian berdua. " ucap Jonathan yang menyalami Adrian dan Elsa.
" Terimakasih. " Adrian.
" Satu bulan lagi, datang lah ke acara pernikahan ku dengan Kania. " Jonathan.
" Tentu. " Adrian.
" Terimakasih Jo, kita pasti akan datang. " Elsa.
Setelah Kania dan Jonathan, kini tiba giliran Umar yang menghampiri Elsa dan Adrian.
" Selamat buat pernikahan kalian. " ucap Umar sembari bersalaman ala orang dewasa dengan Adrian.
" Terimakasih, " Adrian.
" Terimakasih Umar. " Elsa.
__ADS_1
Ketika Umar ingin bersalaman dengan Elsa, dengan cepat Adrian menghalaunya. " Aku wakil kan saja, tangan Elsa pegal " seru Adrian.
Umar hanya mengangguk dan tergelak. " Tenang saja, aku sudah move on dari nya. " bisik Umar ke Adrian.
" Baguslah! " Adrian.
" Mas, kamu kok gitu sih sama Umar, kasian tau! " gerutu Elsa setelah kepergian Umar.
" Hehehe.. gak apa sayang, aku cemburu. " Adrian.
Pesta masih berlangsung dan belum ada tanda - tanda akan usai, dilihat tamu undangan semakin banyak yang berdatangan.
Sedangkan Karin lebih memilih menjauh dari keramaian itu, menghadiri pesta pernikahan membuatnya teringat pada pernikahannya yang kandas.
Betapa bodohnya dirinya dengan suka rela menerima perjodohan itu dan tidak menyelidiki terlebih dahulu tentang David, mantan suaminya.
" Ekhemm.. " deheman seseorang membuat lamunan Karin membuyar.
Karin pun menoleh ke sumber suara itu, " Umar. " pekik Karin.
Umar tidak sengaja melihat Karin tengah duduk sendiri, tanpa pikir panjang Umar segera menghampiri Karin, Karena setelah kejadian itu, Karin tidak pernah memunculkan dirinya lagi, menghindari Umar lebih tepatnya.
" Sedang apa kamu disini sendirian. " tanya Umar.
" Boleh aku duduk. " tanya Umar yang ingin duduk di samping Karin.
Karin mengangguk. Dan Umar segera mendaratkan diri di sebelah Karin.
" Apa kabar mu? " tanya Umar basa basi.
" Baik, kamu sendiri? "
" Aku juga lebih baik. " Umar. " Kamu kemana saja? menghilang seperti di telan bumi "
" Aku sibuk bekerja. Apa kamu merindukan ku? "
" Sedikit! "
" Serius? " ucap Karin dengan wajah berbinar.
" Iya aku rindu pada seorang wanita yang telah berani memperkosa ku! "
__ADS_1
Karin terkejut, " Aku tidak memperkosa mu! aku hanya mencium mu! " Karin melayangkan pukulan ke lengan kekar Umar, tapi tak terasa sakit bagi Umar.
Umar terkekeh, " Hanya? aku rasa bukan hanya tapi beberapa kali. "
Seketika rona merah di pipi Karin muncul.
" Cih, apa kamu malu sekarang? " goda Umar yang melihat Karin menyembunyikan wajahnya.
" Nggak! " elak Karin.
" Masa? "
" Iiiihhhh Umar!!! " Karin mencubit lengan Umar karena terus membuat nya malu.
Umar kembali terkekeh, " Karin, apa besok kamu ada waktu? "
" Hah? " Karin mendongakan wajahnya yang tadi di tekuk.
" Besok ada waktu gak, ayo kita jalan. "
Karin mengangguk dengan semangat. " Ayo, aku selalu ada waktu buat kamu. "
Umar mengangguk.
Umar memperhatikan penampilan Karin malam ini yang terlihat sangat cantik dengan tubuhnya yang terbalut kebaya modern.
" Cantik. " Ucap Umar tanpa sengaja.
Karin yang mendengar nya tersipu malu, lalu..
Cup.
Kecupan Karin menyadarkan Umar dari lamunannya yang sedang mengagumi kecantikan Karin.
Karin mengecup bibir Umar lagi, dengan cepat Karin berdiri dan berlari meninggalkan Umar.
" Kebiasaan! " ucap Umar dengan wajah yang di hiasi senyuman manisnya.
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..