
Setibanya di restoran Umar, Nisa sudah menunggu kedatangan Umar dan Karin yang di temani oleh Aisha.
" Mas Umar, kenapa lama banget sih.. Nisa udah di tungguin dari tadi loh sama temen Nisa. " gerutu Nisa saat Umar baru saja menginjakkan kakinya di teras ruko.
" Assalamu'alaikum.. " ucap Umar mengingatkan adik perempuan nya. " Mas baru juga sampe udah di cemberutin. "
" Waalaikumsalam.. " jawab Nisa dan Aisha.
" Abisnya mas Umar lama sih. "
" Tadi kan ujan Nis, " Umar.
" Ayang beb, " Karin keluar dari mobil berlari kecil masuk ke dalam ruko menghindari gerimis.
" Hemmm... pantesan aja lama, mas Umar sama mbak Karin pasti.... "
" Nisa.. " ucap Umar seraya memperingati Nisa.
" Hehe.. iya mas maaf. " Nisa.
Aisha masih memperhatikan kedatangan Karin bersamaan dengan Umar.
" Ayang beb, aku laper nih.. " keluh Karin begitu manja dengan merangkul lengan Umar.
" Kamu laper? yaudah makan dulu yuk. " ajak Umar.
" Ayuk... tapi suapin lagi ya. "
" Ciee .. udah suap suapan nih.. " ledek Nisa yang melihat Umar semakin dekat dengan Karin.
" Iya Nis, mas kamu nih bikin mbak gemes. Pengin mbak kantongin bawa pulang ke rumah.hihihi.. "
Umar terkekeh mendengar ucapan Karin.
" Jangan dong mbak ntar Nisa sendirian. " Nisa.
" Yaudah aku minat mas kamu aja buat bawa aku pulang ke rumahnya. "
" Udah.. udah.. katanya laper. " Umar sengaja memutuskan pembicaraan Nisa dengan Karin. " Ayo aku masakin. "
Karin mengangguk " Mbak masuk dulu ya Nis, Aisha. " pamit nya pada dua gadis itu.
__ADS_1
" Nih baju ganti kamu sama ponsel kamu. " Umar menyerahkan barang titipan Nisa, lalu pamit untuk masuk ke dalam pada Nisa dan Aisha.
" Nis, apa mas Umar dan mbak Karin itu pacaran? " tanya Aisha pada Nisa yang sangat penasaran sedari tadi.
" Iya, mereka pacaran " jawab Nisa dengan cuek karena sibuk membalas chat dari temannya.
" Oh.. " Aisha terlihat sangat kecewa sat mendengar kenyataan jika Umar dan Karin mempunyai hubungan spesial.
" Kenapa emang? " tanya Nisa tanpa menatap Aisha, wajahnya terlihat jelas sedang bersedih.
" Gak aku pikir mbak Karin itu kerja jadi kasir di sini. "
" Iya, memang mbak Karin setiap weekend suka bantuin mas Umar di sini. "
" Dia cantik banget ya Nis, cocok sama mas Umar. " Aisha rendah diri melihat kecantikan Karin yang tak sebanding dengannya.
" Iya, cantik banget kaya artis. makanya mas Umar cinta banget sama mbak Karin. Udah cantik baik banget lagi. " jelas Nisa.
Aisha yang mempunyai ketertarikan pada Umar, terkubur sudah harapan nya untuk mendapatkan cinta Umar.
*
Di tempat lain, di malam yang dingin karena cuaca yang begitu mendung membuat sepasang suami-istri betah berlama-lama di kamar nya.
" Iya mas.. " Elsa tengah duduk dan bersender di kepala ranjang, sedangkan Adrian menidurkan kepalanya di paha Elsa.
" Tadi gimana kata dokter? apa bebi kita baik-baik aja. " tanya Adrian mengenai buah hatinya yang masih di dalam perut.
" Baik mas, berat badannya juga naik. seimbang sama usianya. " jelas Elsa.
" Maaf ya. gak bisa nemenin kamu, aku sibuk sama pekerjaan di kantor. " Adrian mengelus-elus perut Elsa yang sudah membuncit.
" Gak papa mas, kamu kerja kan buat aku sama bebi kita. " Elsa mengelus kepala Adrian.
" Terus gimana kata dokter? apa aku udah bisa nengokin dia? " tanya Adrian yang sudah tidak sabar menjenguk calon anaknya, pasalnya sudah empat hari dia berpuasa karena beberapa hari lalu Elsa mengalami masalah kecil dengan kandungannya.
Elsa terkekeh mendengar suami nya yang tidak lupa menanyakan hal itu, sebelum Elsa berangkat memeriksakan kandung nya, Adrian berulang kali mengingatkan agar Elsa menanyakan hal itu pada dokter yang memeriksa kandungannya.
" Kamu ini, kalo masalah kaya gitu nomor satu dan gak pernah lupa. " Elsa.
" Ck, kamu malah ngetawain aku. soal itu kan memang penting demi kelangsungan junior ku. " seru Adrian.
__ADS_1
" Iikkhh kamu gak pernah berubah ya, tetep mesum! " Elsa mencubit hidung mancung Adrian.
" Aw.. sakit Sa. terus gimana? apa kata dokter? " Adrian tak sabar mendengar jawaban Elsa.
" Kata dokter udah boleh, tapi harus pelan-pelan dan gak boleh lama-lama. " Elsa menjawab sesuai perkataan dokternya.
" Beneran Sa udah boleh? " Adrian bangkit dan segera duduk, dia sangat senang mendengar kabar gembira itu.
" Iya.. " Elsa mengangguk.
" Oke ntar aku pelan-pelan. " Adrian segera mendekatkan wajahnya ke arah Elsa.
" Dan gak boleh lama. " Elsa menghentikan aksi Adrian dan memperingatkan agar melakukannya tidak dalam durasi yang lama.
" Iya, tapi gak lamanya itu berapa jam? berapa menit? bolehnya berapa lama? "
" Yahh aku gak nanya sampe ke situ, gak kepikiran. " Elsa.
" Berarti kalo bentar dua jam? "
Elsa menepuk bahu Adrian. " Itu lama Adrian! "
" Itu bentar sayang, lamanya aku mah ampe pagi. "
" Adrian! inget ya! ada anak kamu disini. " Elsa menunjuk ke arah perutnya. " Harus hati-hati. "
" Iya iya.. demi bebi kita aku akan pelan dan sebentar. "
" Gitu dong. "
" Tapi lanjut pagi, siang, sore ya.. buat gantiin yang kemarin.. hehe. "
" Adrian!! " pekik Elsa yang tidak habis pikir dengan niat Adrian.
Adrian tetap lah Adrian, sang Casanova yang telah tobat karena seseorang wanita yang bernama Elsa. Mau berubah status menjadi seorang ayah kek? sudah tua sekalipun Adrian tidak pernah merubah tingkat ke mesumannya. Tapi dengan catatan, dia melakukan nya hanya dengan istri tercintanya.
" Sa, kamu makin sexy.. "
" Gendut kali! "
" Sexy.. " Adrian mengagumi keindahan tubuh Elsa yang semakin sexy di matanya.
__ADS_1
Dan terjadilah malam panas bagi mereka.