Adrian Haidar

Adrian Haidar
Masalah


__ADS_3

Saat mereka sedang menunggu pesanannya datang, tiba - tiba terdengar suara orang yang memanggil.


" Adrian!! "


Adrian dan Elsa mengalihkan pandangan ke arah suara tersebut.


" Tasya.. " lirih Adrian.


Wanita yang dengan gaya bak model itu menghampiri Adrian.


" Hallo Adrian, apa kabar? " Tasya mencubit dagu Adrian dengan gaya centilnya.


Elsa membulat kan matanya ke arah Adrian yang diam saja mendapat kan perlakuan dari Tasya.


" Sedang apa kamu disini? " tanya Adrian.


" Untuk apa lagi, kalau bukan menemui mu. " Tasya melirik ke arah Elsa. " Dia siapa Adrian? wanita baru mu? "


" Dia istri ku! " saut Adrian, " Jangan ganggu kami, pergilah..! "


Tasya terkekeh, " Kamu menikah? aku pikir pria seperti mu gak akan berfikir untuk menikah. "


" Kalau gak percaya yasudah, "


Elsa sedari tadi hanya menjadi pendengar antara suaminya dan Tasya.


" Tapi aku gak pernah dengar kabar pernikahan mu! " ucap Tasya dengan nada yang mengejek.

__ADS_1


" Kami baru akan mengadakan resepsi bulan depan, kamu bisa datang dan melihatnya. " jelas Adrian.


" Ck, sayang nya itu gak akan pernah terjadi. " seringai di wajah Tasya.


" Apa maksud mu? "


" Karena kamu akan bertunangan dengan ku, " pernyataan Tasya sungguh mengejutkan bagi Adrian dan Elsa.


Terutama Elsa, pikiran nya sudah di penuhi dengan berbagai pertanyaan. Elsa menatap ke arah Adrian, seolah bertanya ada apa ini? namun Adrian sendiri pun nampak terkejut dengan pernyataan Tasya.


" Jangan harap Tasya! hubungan kita sudah berakhir! " seru Adrian.


" Aku gak peduli! aku harus bertunangan dengan mu, bisnis papa ku di ambang ke bangkrutan, satu satu nya jalan keluar aku harus bertunangan dengan mu, dengan itu para investor akan kembali, " Jelas Tasya. " Nama besar Perusahaan papa kamu akan cukup membantu keluarga ku. " Tasya dengan santai mengutarakan niatannya yang menurut Adrian tidak masuk akal.


" Ck, apa urusannya dengan ku! aku sama sekali tidak tertarik membantu mu! " Adrian.


Adrian meraih ponsel Tasya dan betapa terkejutnya dia melihat Video itu, Adrian dengan geram melempar ponsel Tasya hingga hancur. " Kau!! "


Elsa sangat heran, kenapa Adrian semarah itu, menghancurkan ponsel Tasya, video apa sebenarnya, pikir Elsa.


Tasya terkekeh, " Aku masih menyimpan banyak video kenangan kita, kamu jangan khawatir video itu tersimpan di beberapa file. " seringai Tasya.


" Adrian.. ada apa ini? " Elsa memegang tangan Adrian untuk menenangkannya yang terlihat menahan amarah.


Adrian menatap wajah Elsa, " Elsa maafkan aku.. " batin Adrian.


" Jadi, aku tunggu keputusan mu, aku beri waktu dua hari. " ucap Tasya sembari berdiri dari duduknya dan meninggalkan Adrian dan Elsa.

__ADS_1


Setelah kepergian Tasya, Adrian membawa Elsa kembali ke apartemen nya. Selama perjalanan pulang, Adrian diam seribu bahasa, pikiran nya di penuhi dengan ancaman Tasya.


Adrian baru menyadari, perbuatan di masalalu benar benar sangat merugikannya. Di saat Adrian ingin menjalin hubungan yang serius dengan Elsa, masalah muncul akibat kecerobohan nya.


Menolak pun akan menjadi bumerang baginya. Adrian tidak pernah menyangka jika Tasya telah mengabadikan kegiatan bercinta mereka, saat tengah menjalin hubungan.


Sesampainya di apartemen, Adrian menceritakan semuanya.


" Maafkan aku Elsa. " ucap Adrian yang memegang kedua tangan Elsa.


Elsa pun meneteskan air matanya. " Adrian... " Elsa tidak bisa melanjutkan kalimatnya tatkala isakan tangis keluar begitu saja dari mulut nya.


Adrian merengkuh Elsa dalam pelukannya. " Elsa, maafkan aku. "


" Adrian, aku gak mau kehilangan mu. " Elsa semakin erat memeluk Adrian.


" Ssttt.. aku gak akan pernah meninggalkan mu, " Adrian menenangkan Elsa dengan mengelus pundak Elsa. " Kita akan mencari solusi terbaik, yang pasti aku gak akan pernah nglepasin kamu. "


Elsa mengagguki nya, sungguh Elsa tidak ingin kehilangan Adrian, rasa cinta nya pada Adrian sudah tumbuh sangat besar di hatinya.


Jika semua ini terjadi di saat Elsa belum mencintai Adrian, Elsa dengan senang hati melepaskan Adrian.


*


*


*

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2