Adrian Haidar

Adrian Haidar
S2 Tetangga baru.


__ADS_3

" Rin, kamu gak bosen nemenin aku disini? " Umar.


" Sedikit sih, tapi gak apa asal aku sama kamu terus. hehe.. " ucap Karin yang masih setia di depan kasir.


" Gak capek? " Umar.


" Gak ayang beb, kalo aku capek ntar kamu pijitin ya. " Karin.


" Ntar aku yang kesenengen mijitin kamu. " Umar mencubit kecil hidung mancung Karin. Sedangkan Karin memanyunkan bibirnya.


Restoran Umar tiap hari semakin ramai dengan pengunjung, sudah dua bulan ini omset yang didapatkan melebihi target. Karena selain makanannya yang lezat, design interiornya sangat menarik untuk di abadikan oleh para pengunjung, belum lagi bantuan Karin yang membantu mempromosikan lewat akun sosial medianya yang mempunyai followers berjuta-juta. Pengunjung semakin ramai di berbagai kalangan.


" Ayang beb, sebelah berisik amat.. " tanya Karin uang sedari tadi mendengar ruko sebelah berisik dengan mesin - mesin yang tidak tau gunanya untuk apa.


" Oh.. sebelah, kayaknya mau buka toko obat herbal deh.. mungkin lagi di renovasi. " jawab Umar.


Karin mengangguk mengerti. " Kenapa gak sekalian kamu sewa, biar restoran kamu tambah luas. "


" Emm, modalnya belum cukup Rin. aku kumpulin dulu. " Umar.


" Mau pake uang ku dulu? " tawar Karin.


Umar tersenyum kemudian mengelus kepala Karin. " Terimakasih, tapi lebih baik simpen uang kamu. aku masih bisa kok.. do'ain ya biar semua lancar. "


" Iya deh... iya. " ucap Karin dengan malas, Umar selalu menolak jika dirinya ingin membantu Umar dalam urusan modal. Tapi Karin menjadi semakin yakin jika Umar adalah lelaki yang baik untuk dirinya.


" Permisi.. " ujar seorang gadis cantik yang memakai pakaian yang menutupi auratnya.


" Ya, ada apa Aisha? " jawab Umar.


Karin menatap Umar dengan tajam tanpa melebarkan kedua matanya.


" Mas Umar, bisa Aisha pinjam pisau? " ujar Aisha.


" Oh boleh. sebentar saya ambilkan dulu. " Umar pun melangkah ke dapur untuk mengambilkan pisau.


" Mbak.. " sapa Aisha sembari menganggukan kepalanya. Karin pun membalas dengan senyuman.


" Mbak, kasir disini? cantik sekali. " ucap Aisha yang baru melihat Karin dan berpenampilan sangat cantik.


Belum sempat Karin menjawab, Umar terlebih dahulu menyerukan suaranya. " Ini pisaunya. " Umar menyerahkan pisau itu.


" Terimakasih mas Umar, nanti segera saya kembalikan. " Aisha berbicara sangat sopan pada Umar.

__ADS_1


" Nyantai aja. " balas Umar.


" Iya... mari mbak. " ucap Aisha sebelum pergi.


" Ayang beb, siapa dia? " tanya Karin dengan tatapan penuh selidik.


" Maksud mu Aisha? "


Karin mengangguk.


" Dia putri dari pemilik toko sebelah, yang baru mau buka. toko herbal. " jelas Umar.


" Ohh.. " Karin manggut-manggut. " Cantik ya. " seru Karin.


Umar mengernyitkan keningnya, merasa ada yang berbeda dengan wajah Karin. " Kamu cemburu? " tebak Umar.


Namun Karin diam tak menjawab pertanyaan Umar.


Umar melebarkan senyumannya, merasa senang jika Karin cemburu terhadapnya. " Tenang aja, aku cintanya sama kamu kok. " bisik Umar.


" Iiikkkhhh... nakal deh. " Karin mencubit lengan Umar yang sudah membuat pipinya bersemu merah dan merinding di buatnya karena berbicara sangat dekat.


Umar tergelak, " Kau ke dapur dulu ya Rin, bentar lagi jam makan siang, pasti tambah rame. "


" Kalo kamu capek, biarin Santi aja suruh jaga. "


" Aassiiaappp... " Karin.


***


" Sayang, kita mau makan dimana sih? " tanya Adrian. Jauh - jauh Elsa menemui Adrian di kantor hanya ingin mengajak makan siang di luar yang jaraknya sangat jauh dari perusahaan Adrian.


" Bentar lagi kok mas, aku pengin banget nih.. kayaknya enak, makanannya lagi viral loh mas. " ucap Elsa.


" Jadi kamu belum pernah makan di restoran itu? " tanya Adrian.


" Hehe... iya mas. "


" Ck, sudah jauh-jauh datang ntar makannya gak enak gimana? "


" Pasti enak mas, orang lagi viral di medsos. "


" Viral belum tentu enak. "

__ADS_1


" Ikh.. kamu gak rela nganterin aku sama anak mu ini yang lagi kepengen makan makanan itu. " Elsa menunjukan wajah cemberut nya.


Adrian menghela nafasnya, " Gak lah Sayang, kamu selalu nomor satu buat ku. " goda Adrian agar Elsa tidak ngambek lagi.


" Bokis!! "


" Jangan ngambek dong. ntar jadi jelek loh mukanya di tekuk begitu. " ucap Adrian.


" Oh.. jadi kamu ngatain aku jelek gitu! " seru Elsa.


Adrian akhir-akhir ini di buat bingung dengan sikap Elsa yang begitu sensitif, mudah sekali tersinggung.


" Gak Sayang, kamu selalu cantik kok. apalagi tambah sexy dan bohay aku semakin suka. " ucap Adrian.


" Tadi ngatain aku jelek, sekarang ngatain aku gendut! gitu.. " Elsa.


" Salah lagi. "


" Ngomong apa si kamu. " Adrian.


" Ini tempatnya? " Adrian tidak menanggapi ucapan Elsa, karena sudah sampai di depan restoran dan memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobil yang tidak asing bagi mereka.


" Mas, itu bukannya mobil kak Karin? " ucap Elsa.


Adrian pun memperhatikan mobil yang ada di sebelahnya. " Iya, apa dia makan siang disini juga. "


Elsa dan Adrian pun memasuki restoran yang menurut Adrian sangat sederhana, jauh dari kata mewah.


Dan betapa terkejutnya Adrian melihat wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di balik meja Kasir melayani para pelanggan.


" Karin!! "


*


*


*


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN


LIKE, KOMEN, VOTE..


TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA. SAMPAI JUMPA LAGI DI EPISODE BERIKUTNYA.

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2