
Elsa dan Adrian pun memasuki restoran yang menurut Adrian sangat sederhana, jauh dari kata mewah.
Dan betapa terkejutnya Adrian melihat wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di balik meja Kasir melayani para pelanggan.
" Karin!! " pekik Adrian.
Karin yang merasa dirinya di panggil pun menoleh ke sumber suara. " Adrian... " Karin tak kalah terkejut melihat Adrian ada di restoran Umar.
" Kamu ngapain? " tanya Adrian, sedangkan Elsa hanya melihat dialog antara kaka dan adik itu.
" Heheh.. " Karin menyengir kuda memperlihatkan barisan gigi putihnya.
" Oh.. jadi kamu sering bolos kerja ternyata kamu malah jadi kasir kaya gini. " cibir Adrian.
" Emm.. ya begitu deh. " jawab Karin masabodo.
Adrian menghela nafasnya dalam. " Ada yang aneh. " ucap Adrian.
Dan benar saja, saat Adrian mengitari pandangannya ke seluruh ruangan, dia melihat pria yang tak asing. " Sayang.. bukannya itu si buluk. " ucap Adrian sembari menunjuk seseorang.
Adrian masih ingat betul dengan pria yang pernah singgah di hati istrinya. Rasa kesal pada Umar pun tak kunjung pudar. " Ohh.. jadi kamu mau makan di sini karena ada dia. Begitu? " tebak Adrian.
" Kamu ngomong apa sih mas, aku gak ngerti. " ucap Elsa yang belum menyadari keberadaan Umar yang masih sibuk melayani pelanggan.
Adrian tak menjawab, wajahnya sudah merah padam menahan amarahnya. Elsa yang penasaran pun mencari seseorang yang Adrian maksud.
" Umar. " benar saja Elsa langsung memanggil temannya itu saat melihatnya.
" Cih, CLBK nih.. " sindirnya dengan wajah masam.
" Apa sih mas, dia kan cuma temen aku. " Elsa.
" Ayo pulang aja! " seru Adrian.
" Kita kan udah nyampe, aku udah laper. anak mu ini yang ngiler pengin makan disini. " Ucap Elsa.
Tanpa menjawab dan membantah permintaan Elsa, Adrian segera mencari meja kosong dan duduk dengan malas. Elsa mengikuti langkah Adrian.
__ADS_1
Umar yang tadi sempat di panggil Elsa, segera menghampirinya setelah pekerjaannya di alihkan oleh salah satu karyawannya.
Karin pun menghampiri Arian saat melihat Umar mendekat ke meja yang Adrian tempati.
" Elsa.. " sapa Umar.
Elsa menoleh, " Eh.. Umar apa kabar? kamu gak kerja lagi di tempat Jonathan? "
" Aku baik Sa, iya aku mencoba merintis usaha ku sendiri. " jawab Umar.
" Oh.. jadi ini restoran milik kamu? " tanya Elsa.
" Iya Sa, Alhamdulillah. "
" Wahh.. hebat kamu ya. " puji Elsa.
" Cih. restoran apaan. ini mah warteg! " seru Adrian.
" Iihk.. kamu apaan sih mas, gak boleh gitu. " Elsa.
" Gak papa Sa, emang begini kok tempat nya kecil. " ucap Umar merendah.
" Gak usah! dia lebih betah berdiri. " Adrian.
" Iya Sa, aku berdiri aja. "
" Maaf ya Mar, Adrian emang gitu orang nya. galak. " Elsa tak enak hati melihat tingkah Adrian yang tidak sopan pada Umar.
" Nyantai aja Sa. " Umar. " Oh iya, kamu mau pesen apa Sa? " Umar memberikan buku menu makanan.
" Emm.. aku pesen yang ini, ini, ini, ini. " Elsa menunjuk semua menu yang ingin ia pesan.
" Mas, kamu mau pesen yang mana? " tanya Elsa pada Adrian.
" Gak mau! takut nanti sakit perut. " jawab Adrian ketus.
" Adrian kalo ngomong di jaga ya mulutnya. " ucap Karin yang baru saja menghampiri. " Disini tuh menunya enak-enak. " jelas Karin.
__ADS_1
" Iya kan ayang beb? " ucap Karin ke arah Umar.
" Ayang beb? " Adrian dan Elsa serentak mengulangi ucapan Karin.
Umar yang malu di tatap Adrian dan Elsa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Karin dengan spontan menutup mulutnya dengan telapak tangannya, dirinya keceplosan memanggil Umar dengan sebutan sayangnya.
" Kalian? " tanya Elsa sembari menunjuk Karin dan Umar bergantian.
" Hehe.... " Karin menyengir. " Iya aku dan mas Umar -- " belum selesai bicara, Adrian memotongnya terlebih dahulu.
" Mas Umar? gak salah kamu Rin.? "Adrian.
" Emangnya kenapa? " seru Karin.
" Cih, bukannya kamu lebih tua dari si buluk ini. "
" Mas, " Elsa mencubit kecil lengan Adrian, mengingatkan untuk tidak memanggil Umar si buluk.
" Cuma beda satu taun doang! dan satu lagi. Kamu jangan panggil akang mas aku dengan sebutan buluk, dia itu ganteng! enak aja kamu panggil begitu. " cibir Karin.
" Cih, ganteng dari mana! " Adrian.
" Jadi kalian beneran jadian? " tanya Elsa yang masih penasaran.
" Iya. baru beberapa bulan Sa. " jawab Karin.
" Oh.. selamat ya. " Elsa.
Sedangkan Adrian tak menghiraukan mereka. Menurut Adrian, itu lebih bagus agar Umar tak menyimpan rasa cintanya lagi pada istrinya lagi. Yah meski dia pun terkejut jika Karin kakaknya yang menjadi pujaan hati Umar.
*
*
*
__ADS_1
Bye.. bye..