
Semenjak mengetahui kehamilan Elsa, Wina memboyong Adrian dan Elsa untuk tinggal di rumah besar, awalnya Adrian menolaknya namun siapa yang bisa menentang keputusan Wina.
Sedangkan masalah Tasya, sudah di handle oleh papa Jordan dengan segala kekuasaannya hanya sekali menjentikan kedua jarinya, masalah akan cepat terselesaikan.
Siapa yang tak kenal Jordan Haidar? seorang pengusaha yang sukses di dunia bisnis baik dalam atau luar negri. Jordan adalah pria yang kejam jika terhadap musuhnya, tidak ada kata maaf bagi siapapun yang mengusik hidupnya dan keluarganya.
Tasya di depak oleh Jordan untuk tinggal di luar negri dan tidak di perbolehkan kembali ke negaranya dalam kurun waktu tertentu namun cukup lama.
Dengan sedikit memberikan suntikan dana pada perusahaan ayah Tasya, membuat dia menyerahkan semua rekaman video yang menjadi senjata untuk mengancam Adrian.
Tentu saja Jordan bisa memusnahkan video itu dengan bantuan orang kepercayaan nya yang ahli dalam meretas data, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun untuk di berikan pada ayahnya Tasya.
Tapi, Jordan memanfaatkan itu semua agar Adrian mau bergabung menjalankan perusahaan yang tidak lama lagi akan diwariskan untuk Adrian.
Alhasil, Adrian menuruti keinginan Jordan untuk memulai terjun ke dunia bisnis ayahnya dan perlahan meninggalkan dunia perfilman.
Adrian menyerahkan pekerjaan nya kepada asisten pribadinya Barry, walau Adrian akan ikut andil dan meluangkan waktu untuk membantu Barry.
*
" Elsa... apa kamu gak bosan di rumah mulu? " Karin menghampiri Elsa yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
" Bosan juga, tapi mau kemana aku juga bingung.. " ucap Elsa.
" Yaudah kita jalan yuk. " ajak Karin.
" Loh, ka Karin gak ke kantor? " Elsa.
" Aku lagi males, jadi ijin gak masuk. " Karin yang ikut bekerja di perusahaan papahnya menjadi leluasa untuk meliburkan diri.
Karin Fransisca Haidar adalah kaka perempuan Adrian yang satu tahun lebih tua dari Adrian.
Pernikahan karena perjodohan kedua orang tuanya kandas di usia pernikahan yang baru saja menginjak enam bulan.
Karin tidak pernah menceritakan kepada siapa pun masalah yang membuatnya ingin mengakhiri pernikahan yang baru seumur jagung.
__ADS_1
David Arseno Smith mantan suami Karin yang terlihat begitu tampan dan mempesona, setiap wanita yang melihatnya pasti akan terpesona, namun siapa sangka dirinya tidak tertarik dengan wanita manapun.
David mempunyai kelainan yaitu menyukai sesama jenis. Dua bulan pernikahannya, Karin beru mengetahui alasan David yang tidak pernah menyentuhnya, dan saat itu pula Karin memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya, tepat enam bulan, Karin resmi bercerai dengan suaminya.
Karin dan Elsa sudah bersiap untuk hangout, Elsa mengajak Karin untuk pergi ke kafe diman dirinya dulu bekerja.
Sesampainya di kafe, Elsa menghubungi Kania yang sedang bekerja untuk datang di jam istirahat, kebetulan tempat kerja Kania tidak jauh dari kafe itu.
" Ka Karin mau pesan apa? " tanya Elsa.
" Coffee latte sama tiramisu cake.. " ucap Karin.
Elsa pun memanggil pelayan untuk memesan pesanannya dan Karin.
Cukup lama mereka menunggu pesanannya datang.
" Elsa, ini tempat kerja mu dulu? "
" Iya.. "
" Bukan hanya tempatnya yang menarik, makanannya juga tak kalah enak. " saut Elsa
" Elsa... " seseorang yang sangat di kenal Elsa memanggil Elsa dan menghampiri nya.
" Umar, " lirih Elsa.
Umar datang dengan senyuman yang tidak pernah luntur di wajahnya membuat pria hitam manis itu semakin mempesona.
" Tampan... " lirih Karin dalam hati. Pandangnya terus tertuju pada Umar yang berjalan menuju ke arahnya.
" Apa kabar Sa? " Umar tanpa canggung segera mendudukan dirinya di depan Elsa.
" Baik Mar, kamu sendiri? "
" Aku tentu sangat baik. " ucap Umar, matanya melirik ke arah Karin yang dari tadi memandangi nya tanpa berkedip dan sedikit terkejut jika di samping Elsa ada orang lain, karena sedari tadi Umar tidak menyadari kehadiran Karin.
__ADS_1
Elsa yang paham, " Ini kaka ipar ku, " Elsa mengenalkan Karin pada Umar.
" Hai.. " Karin dengan percaya diri mengulurkan tangannya. " Aku Karin.. " senyum di wajahnya tidak pernah pudar.
Umar menyambutnya, " Umar. "
" Kamu masuk sift pagi Mar? " Elsa.
" Iya, ini abis istirahat makan siang, ehhh liat kamu ada di sini. " Umar.
" Oh, aku juga baru sampe ni, nungguin Kania dateng. " Elsa.
" Udah pesen? "
" Udah Mar, "
" Yaudah aku balik kerja dulu ya, gantian yang lain mau istirahat. " Umar beranjak meninggalkan Elsa dan Karin.
" Sa, dia temen kamu? " ucap Karin setelah kepergian Umar.
" Iya, "
" Ganteng ya Sa.. "
Elsa memgerutkan keningnya. " Ka Karin naksir? " tebak Elsa, " Dia masih Jomblo tuh Ka. "
" Beneran jomblo? " tanya Karin dengan senyum sumringah di wajahnya.
*
*
*
Guys novel ini memang slow update ya, jadi mohon pengertiannya. 😁😁
__ADS_1