Adrian Haidar

Adrian Haidar
S2 Bantuan Wina


__ADS_3

Kedatangan Wina di restoran Umar membuat heboh karyawan Umar, pasalnya Wina datang dengan penampilan yang sangat mencolok dan tidak sendirian. Wina membawa teman arisan nya untuk mengunjungi restoran Umar, entah apa tujuan Wina datang ke situ.


Wina yang baru pertama kali datang di restoran Umar, meneliti setiap sudut ruangan itu.


Sederhana!


" Siang tante.. " Sapa Umar yang kebetulan ada di tempat.


" Siang. " Wina membalas dengan jutek, Wina duduk di kursi meja yang kosong, tamannya pun ikut duduk bersama Wina.


" Jadi ini jeng, restoran rekomendasi jeng Wina? " ucap temannya sembari mengedarkan pandangannya.


" Apa rasanya gak akan ngecewain? " tanyanya lagi, melihat tempat yang begitu sederhana membuat teman Wina ragu akan kualitas rasanya.


Wina melirik ke arah Umar. " Bisa kamu siapkan semua menu makanan yang ada? "


Meski ragu dengan maksud dan tujuan kedatangan Wina, Umar bergegas menyiapkan semua menu yang ada dan menghidangkan pada Wina dan ketiga temannya.


Ketiga teman Wina pun mencicipi menu yang tersedia.


" Enak jeng... "

__ADS_1


" Iya.. lumayan.. "


" Jeng Wina pinter juga rekomendasiin tempat ini. Jeng Wina tau tempat ini darimana? saya baru tau ada tempat ini. "


Wina menghela nafas. " Ini restoran punya pria yang daftar jadi calon mantu ku! " serunya.


" Wah.. punya calon mantu toh.. "


" Perlu di inget ya! daftar calon mantu! masih dalam deretan list dari sekian banyak pria. " seru Wina yang masih meragukan Umar.


Ketiga teman Wina terkekeh geli mendengar kelakuan Wina yang sudah biasa mereka liat.


" Jadi gimana? deal gak nih? " tanya Wina tak sabaran.


" Aku juga Oke. "


" Ini lumayan lah.. kalo harganya masuk. aku ikut Oke. "


Yah, ketiga teman Wina itu memiliki usaha event organizer. Wina merekomendasi kan restoran Umar untuk bekerja sama dengan mereka. Menyediakan catering di setiap acara yang mereka tangani.


Wina yang melihat putrinya sangat mencintai pria yang bernama Umar, membuat Wina sedikit memberi celah agar Umar cepat mengarungi kesuksesannya.

__ADS_1


Bagaimanapun juga Wina tidak ingin melihat putrinya mengalami kesulitan jika hidup bersama dengan Umar nantinya.


Wina hanya memberi jalan pada Umar, selebihnya karena kemampuan Umar yang mempunyai menu masakan yang enak di lidah.


Mereka pun memanggil Umar untuk mendiskusikan kerjasama antara ketiga pemilik EO itu dengan restoran milik Umar.


Setelah sepakat dengan harga yang di tentukan, mereka pamit undur diri. Kecuali Wina yang masih duduk santai sembari menerima panggilan yang ternyata dari Jordan.


" Terimakasih banyak tan. " ucap Umar setelah Wina memutuskan sambungan telepon nya.


" Jangan ge-er dulu, tante nglakuin ini buat Karin. Tante gak mau anak tante hidup sama kamu yang kantong nya masih kering seperti musim di negri ini. "


Umar tersenyum tidak mengambil hati ucapan Wina. Sedikit mengenal Wina membuat Umar tau jelas watak dari calon ibu mertuanya.


" Iya tan, bagaimana pun saya berterimakasih.. " Umar.


" Yasudahlah.. tante pergi dulu. " Wina berdiri dari duduknya dan melangkah keluar resto.


Sebelum Wina benar-benar keluar dari resto, Wina menghentikan langkahnya kemudian berbalik. " Ingatloh.. jari tante masih menampung sebutir batu bening. " Wina menggerakkan jemarinya, memberi kode pada Umar untuk bersiap memberikan kado berupa berlian yang Wina inginkan.


Umar mengangguk. " Iya tan.. "

__ADS_1


Setelah itu, Wina kembali menuju mobilnya.


Umar cukup senang melihat Wina yang peduli padanya, meski tidak secara langsung. Melihat lampu hijau dari Jordan dan Wina membuat Umar semakin bersemangat menuju kesuksesan.


__ADS_2