Adrian Haidar

Adrian Haidar
Selamat makan


__ADS_3

Setelah Elsa menandatangani kontrak kerja beserta perjanjiannya, Pak Anton membawa Elsa ke tempat di mana Elsa besok mulai bekerja.


Elsa bersama pak Anton menuju Apartemen yang sangat mewah, baru di lihat dari depannya saja sudah terlihat bukan Apartemen biasa.


Gedung yang menjulang tinggi yang ada di hadapan Elsa sekarang, menyuguhkan kekaguman di mata Elsa.


" Pak Anton, kenapa membawa ku kesini? " tanya Elsa ketika memasuki lobby.


" Disini tempat kerja mu. " jawabnya datar.


" Oh.. aku pikir, aku akan membersihkan sebuah rumah. "


" Rumah dan Apartemen sama - sama tempat tinggal bukan? " pak Anton.


" Iya Pak. " jawab Elsa.


Pak Anton mengajak Elsa berkeliling di setiap sudut ruangan dalam apartemen tersebut, sedikit menjelaskan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh di lakukan.


Setelah dirasa cukup, pak Anton memberikan key card access pada Elsa agar lebih mudah untuk keluar dan masuk apartemen.


***


Hari ini Elsa pulang kuliah lebih cepat, karena masih punya banyak waktu, Elsa berniat untuk menyempatkan diri pulang terlebih dahulu ke apartemen nya sebelum bekerja di tempat yang baru.


Elsa berdiri di halte, menunggu bus yang akan mengantarkan ia pulang. Selama ini, Elsa memang selalu menggunakan kendaraan umum untuk pergi kemana pun, karena dia tidak memiliki kendaraan pribadi. Jangan kan mobil, sepeda motor pun ia tak punya.


Setelah sampai di apartemen, Elsa dikejutkan dengan seorang pria sedang duduk di sofa. Elsa sangat mengenal pria itu, pria itu tak lain lagi adalah Adrian.


Sudah satu minggu lebih, Adrian menahan diri untuk tidak menemui Elsa secara langsung. Kali ini Adrian memantapkan diri untuk bertatap muka dengan Elsa. Karena bagaimana pun Elsa sudah menjadi istrinya, tanggung jawabnya.


" Kamu sudah pulang? " tanya Adrian ketika mendapati Elsa tengah mematung di depan pintu yang sudah tertutup dengan rapat.


Tidak ingin menjawabnya, Elsa hanya melewati Adrian, segera masuk ke dalam kamarnya.


Adrian yang merasa di acuhkan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tidak mau menyerah, Adrian masih setia menunggu Elsa keluar dari kamarnya.


Elsa yang mengira Adrian sudah pergi dari apartemen nya, keluar dari kamar untuk mencari makanan yang tersedia di dapur, karena perutnya sudah merasa lapar sejak tadi sepulang kuliah.

__ADS_1


" Ah, dia masih disini. Kenapa Kania sembarangan kasih password ke dia sih!! " batin Elsa.


" Elsa, " Adrian mendekati Elsa.


Elsa segera melangkah menuju dapur, Adrian masih setia mengekori Elsa.


" Apa kamu lapar? " tanya Adrian yang melihat Elsa mencari sesuatu di dalam kulkas, tetapi disana terlihat kosong tidak ada stok makanan.


" Aku lupa belum belanja bulanan. " batin Elsa.


" Elsa, aku udah beli makanan, ayo kita makan bareng. Pasti kamu laparkan? "Adrian.


Karena Elsa hanya diam, Adrian menarik tangan Elsa untuk duduk di sofa tempat di mana Adrian tadi duduk menunggu Elsa. Dan benar saja, disana sudah ada beberapa makanan yang sudah Adrian siapakan.


" Lepas Adrian! " seru Elsa.


" Menurut saja, jangan membantah! aku suamimu! " ucap Adrian yang membuat Elsa tidak bisa membantah lagi.


Mendengar kata suami, membuat Elsa menyadari bahwa dirinya adalah istri dari Adrian. Dan seorang istri harus menurut apa kata suami, suka tidak suka, mau tidak mau memang itu kenyataannya.


" Elsa, aku mohon jangan mendiami ku seperti ini. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. " ucap Adrian dengan memegang kedua tangan Elsa.


" Aku belum siap berada di dekatmu, aku masih takut. " ucap Elsa dengan menundukan kepalanya.


" Oke, aku mengerti. Tapi tolong jangan mengacuhkan ku lagi. "


" Iya. " jawab Elsa.


" Baik, kamu makanlah. Aku akan pergi.. " Adrian segera bangkit dari duduknya. Sebelum pergi Adrian mengeluarkan dompet dari saku celananya. " Dan ini, gunakan untuk keperluan mu. " Adrian memberikan sebuah kartu ATM.


" Nggak usah, aku tidak membutuhkannya. " tolak Elsa.


" Terimalah, ini sudah kewajiban ku menafkahimu. " Adrian meletakannya di atas meja. " Aku pergi dulu, " Adrian mendekati Elsa lalu mengecup kening Elsa.


Elsa tidak dapat menghindarinya, " Kenapa dia berubah menjadi baik padaku. " batin Elsa.


Setelah kepergian Adrian, Elsa segera memakan makanannya kemudian bersiap untuk bekerja.

__ADS_1


***


Sesampainya di apartemen, Elsa segera membersihkan seluruh ruangan. Cukup memakan waktu hingga tiga jam, Elsa baru selesai membersihkan nya.


Elsa memandangi bingkai foto yang cukup banyak tergantung di dinding.


" Sebenarnya siapa pemilik apartemen ini, apa dia seorang artis. Aku jadi penasaran. " ucap Elsa sambil memandang beberapa foto artis terkenal yang terpajang di dinding.


Pandangan Elsa teralihkan pada sebuah foto yang cukup besar, sebuah foto wanita paruh baya.


" Apa dia pemiliknya? " lirih Elsa, " Ah sudahlah.. tidak penting bagi ku. Aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ku, agar cepat pulang. "


Setelah selesai membersihkan ruangan, Elsa kini menuju dapur yang cukup luas untuk memasak. Elsa membuka lemari pendingin untuk melihat bahan - bahan apa saja yang tersedia.


Di dalam kulkas terdapat wortel, brokoli, jamur, dan banyak lainnya, Elsa memilih memasak capcay dan ayam goreng.


Setelah satu jam berkutat di dapur, akhirnya selesai juga urusan masak memasak. Semua menu di tata dengan rapih di atas meja makan sebelum Elsa pergi, karena tugas hari ini telah selesai. Tidak lupa Elsa menempelkan sebuah pos-it bertuliskan Selamat makan.


***


Pukul 21.00 Adrian kembali ke apartemen nya setelah kegiatan hari ini yang cukup menguras tenaga, bagaimana tidak? Lokasi syuting di daerah bogor, siangnya ia menemui Elsa lalu kembali lagi ke Bogor untuk melanjutkan bekerja dan malamnya harus pulang lagi ke Jakarta setelah selesai syuting.


Untung saja apartemen nya sudah terlihat rapih, tidak seperti kemarin terlihat berantakan. Yah, sudah cukup lama Adrian tidak mempunyai assisten rumah tangga, namun hari ini ia mendapat kan assisten rumah tangga baru, sesuai info yang di dapat kan dari orang kepercayaan nya.


Adrian segera membersihkan diri menuju kamar mandi. Seusai mandi, Adrian pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi, langkahnya terhenti ketika melihat beberapa makanan telah tersaji di meja makan.


Adrian pun mendudukan diri untuk mencoba masakan itu.


" Lumayan.." ucapnya setelah menyicipi makanannya.


Karena dirasa lumayan dan bisa di makan, Adrian pun dengan lahap menyantap hidangan itu.


Setelah selesai makan, pandangannya teralihkan ke arah secarik kertas kecil bertulisan Selamat makan. Adrian hanya tersenyum kecut menanggapinya.


*


*

__ADS_1


*


Tanpa mereka sadari, jalan mereka untuk saling mendekat ternyata lebih mudah, jika Elsa tau pada siapa dia bekerja, dan jika Adrian tau kalau Elsa lah yang memasak untuknya. Namun Author memilih jalan yang berliku🤣🤣🤣.


__ADS_2