
Aisha dua hari ini ijin tidak masuk kerja karena menjaga abi nya yang kembali terbaring lemah di rumah sakit. Penyakit komplikasi jantung dan ginjal yang di derita abi Aisha kambuh lagi saat mendengar pengakuan Aisha tentang hubungan nya dengan Umar.
Aisha tidak pernah berfikir jika abi nya berharap lebih pada hubungan mereka, yang ternyata hanya sebatas teman dan hubungan kerja. Abi Aisha terlanjur menyukai sosok Umar, pria yang ramah tutur katanya, gigih dalam bekerja. Mendengar kenyataan itu membuat abi Aisha kalut dalam kekecewaan, dan menyebabkan kondisi tubuhnya lemah kembali.
*
Umar yang mendengar kabar abi Aisha kembali di rawat di rumah sakit, berniat akan menjenguk nya siang ini.
" Nis, mas tinggal dulu ya.. mau jenguk abi nya Aisha di rumah sakit. " Umar berpamitan lada Nisa yang kebetulan sedang membantunya di ruko.
" Iya mas hati-hati.. " ujar Nisa.
Umar meraih jaket dan kunci motornya. Umar sudah bersiap duduk di sepeda motor, bersiap untuk menarik gasnya untuk melajukan kendaraan nya. Namun belum sempat beranjak, sepasang lengan memeluknya dari belakang, membuat Umar terkejut, lalu menoleh.
Dilihat nya gadis cantik yang selama ini ia rindukan, senyum mengembang terlukis di wajah Umar.
Umar mengurungkan niatnya dan membuka helm yang telah melekat di kepalanya.
" Surprise.. " seru Karin dengan riang.
" Karin... " Umar tak percaya jika kekasihnya berdiri di hadapan nya. " Bukannya besok kamu baru pulang Rin? "
Karin mengerucutkan bibirnya sembari melepas pelukannya dari Umar. " Kamu gak seneng liat aku udah pulang? "
__ADS_1
Umar mengulas sebuah senyuman, senyuman yang mampu membuat Karin jatuh cinta pada pandangan pertama.
" Siapa bilang, justru aku seneng banget.. " Umar mengelus pipi Karin dengan lembut, menatap lekat gadis yang ia rindukan hingga akhirnya pandangan mereka saling bertemu dan terkunci. " Aku kangen.. " lirih Umar.
Karin tersenyum, " Aku juga kangen.. " Karin langsung memeluk Umar yang masih duduk di atas motor. Umar menyambut pelukan Karin, mengelus punggung Karin.
Kemesraan mereka menjadi pusat perhatian orang yang berlalu-lalang di sekitar ruko.
" Huuuuuu.... " sorak beberapa karyawan Umar yang melihat kemesraan bos dan kekasih nya.
Sadar menjadi pusat perhatian, Umar dan Karin melepaskan pelukannya dan saling
" Ayang beb, kamu mau kemana? " tanya Karin.
" Aku mau ke rumah sakit. "
Umar terdiam lalu berfikir, apa Karin akan marah jika Umar mengatakan yang sebenarnya.
" Abi Aisha yang sakit Rin. " Umar memilih jujur pada Karin agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang akan membuat hubungan nya memburuk.
" Oh. " Karin mengangguk. Entah kenapa Karin tidak suka jika Umar berurusan dengan Aisha.
Umar melihat wajah Karin menjadi masa saat mendengar nama Aisha di sebut. " Kenapa? kamu gak suka aku jenguk abi Aisha? "
__ADS_1
" Gak sih.. cuma --- " Karin ragu untuk mengatakan perasaan nya.
" Yasudah, aku jenguk nya kapan-kapan aja.. biar kamu gak cemberut lagi. " Umar tau apa yang sedang di pikiran Karin, yang sedikit tidak menyukai Aisha.
" Loh.. kok gitu, kenapa gak jadi? " Karin.
" Gak papa, aku temenin kamu aja. jenguk nya bisa besok aja. "
" Kalo besok udah pulang gimana? kamu mau jengukin di rumahnya? itu kan yang kamu mau? " seru Karin.
Umar menghela nafasnya, dirinya di buat serba salah. " Bukan gitu Rin.. bukannya kamu gak suka kalo aku pergi. "
Karin diam, sebenarnya memang benar apa yang di katakan Umar, apalagi nanti Umar pasti bertemu dengan Aisha.
" Gini aja, gimana kalo kamu ikut aku jenguk abi Aisha. " saran Umar.
Karin mengangguk, " Ya udah ayok. "
Umar turun dari sepeda motor nya, lalu berjalan bersama Karin menuju mobil Karin yang terparkir agak jauh dari ruko Umar. Umar menggenggam erat tangan Karin, pria itu sangat merindukan wanitanya. Tidak lupa senyuman selalu mengembang di wajahnya. Membuat Karin merasakan senang di perlakuan seperti itu oleh Umar.
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..