
prolog
^^^Bantul,Yogyakarta /1980^^^
Annisa adalah anak dari seorang gadis baik-baik (puspa), gadis kebanggaan orangtua dan keluarga nya, tapi pada satu malam seorang laki-laki bejat menodai kesucian nya dengan dalih suka sama suka.
Kejadian itu yang membuat dirinya menjadi noda keluarga dan kampung nya, sampai warga sekitar menghakiminya ramai-ramai.
Sedangkan laki-laki bejat itu berhasil melarikan diri.
Puspa mendapat cacian , hinaan ,dan lemparan batu kerikil dari setiap tangan warga yang datang, bahkan dia di arak keliling kampung karena di anggap sampah masyarakat.
Tidak ada satu orang pun yang mempercayai puspa bahwa dirinya hanya korban, bukan pelaku.
Puspa pun terusir dari kampung tersebut dan di asing kan, bahkan lebih miris nya lagi, bapak yang menjadi tumpuan terakhir nya pun juga tidak mempercayai dirinya dan ikut mengusir puspa pada saat itu.
Dia pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik jelita, yang di beri nama annisa putri qirani, nama yang indah, seindah akhlak dan budi pekerti nya.
Lika liku perjalanan hidup annisa mencari keadilan untuk ibu dan dirinya seakan tiada henti.
Pencarian jati diri yang selalu menjadi tanda tanya dalam hidup,membawa nya pada sosok laki-laki bejat yang menodai ibunya.
Dan kini annisa pun sudah beranjak dewasa.
"Nis tolong ambilkan daun itu nak" suruh bu ratih pada anak nya.
"Ini bu,mau nisa bantu tumbuk daun nya?" jawab nisa,
"Ndak usah biar ibu saja" bu ratih pun menumbuk daun-daun obat untuk dirinya yang sedang sakit.
"Kalau begitu nisa ambil air dulu ke sungai ya bu" ujar nisa.
Nisa pun pergi mengambil air ke sungai, bu ratih dan anisa tinggal di sebuah kampung terpencil jauh dari pemukiman warga, mungkin hanya 1 sampai 5 rumah yang ada di sekeliling nya, itu pun jarak dari satu rumah ke rumah lain lumayan jauh.
Di tengah perjalanan nisa bertemu seorang ibu-ibu hampir seumuran dengan ibu nya, kurang lebih 40 tahunan, dia sedang duduk di bawah pohon kelelahan.
"Assalamualaikum, apa ibu butuh bantuan?" sapa nisa.
"Alaikumsalam wr wb,sebenarnya saya memang butuh bantuan dik,saya sedang mencari kakak saya?" jawab sang ibu.
"Memang nya kakak nya ibu tinggal dimana? disini tidak ada banyak rumah untuk ibu cari?" jawab nisa.
Sambil duduk nisa dan ibu itu pun berbincang,
"Perkenalkan nama saya sari, saya dari yogya, saya sedang mencari keberadaan kakak saya yang sudah lama hilang,nama nya kak puspa" salam kenal bu sari.
"Oh ia, nama saya nisa bu " jawab nisa seraya menyalami dan mencium tangan bu sari.
"Memang nya kakak bu sari tinggal dimana biar saya bantu cari, tapi sekarang hari sudah mulai petang takut nya hujan turun,kalau tidak keberatan bu sari boleh ikut ke rumah saya" ajak nisa.
"Terimakasih sebelum nya dik ..tidak usah repot-repot,kamu begitu baik walau kepada orang yang baru kamu kenal" Jawab bu sari.
Nisa dengan senang hati mengajak Bu sari untuk ikut ke rumah ny,
Bu sari pun ahir nya setuju untuk mengikuti nisa pulang ke rumah nya.
Dalam batin bu sari terus berucap kenapa anak ini mengingat kan nya kepada kakak nya,
Tutur katanya yang lembut,pandangan matanya,dan caranya mengajak sungguh sangat mirip dengan kakak yang sedang dia cari (puspa).
Di pertengahan jalan, anisa bertanya kepada bu sari,
"Ia bu, kalau boleh tau kakak ibu kenapa bisa pergi dari keluarga ibu?" tanya nisa.
__ADS_1
"Ceritanya panjang dik, ibu malu jika harus menceritakan nya" jawab nya sedih
"Nasib kakak ibu begitu tidak beruntung, dia di usir oleh keluarga dan masyarakat di kampung ibu" Bu sari melanjutkan.
"Asstagfirullah memangnya kenapa? " tanya nisa.
"Kakak ibu melakukan satu kesalahan di masa lalu nya, sehingga nasib nya sekarang terusir dari rumah dan kampung nya" jawab bu sari sedih.
"Kalau boleh saya tahu memang nya kakak ibu melakukan kesalahan apa sehingga beliau bisa terusir dari kehidupan ibu dan keluarga" tanya nisa.
Saat bu sari mau menjawab, tiba-tiba suara guci pecah terdengar keras dari sebuah rumah.
"Astaghfirullah ibu" nisa berlari ke arah sumber suara, di dapati ibu nya sudah tergeletak jatuh.
"Ya allah bu bangun bu " nisa meraih tangan ibu nya dan coba membangunkan dan memindah kan nya ke bangku.
"Ibu tidak apa apa? ada yang sakit" tanya nisa.
"Ndak apa apa nak, ibu hanya ingin pergi wudhu" jawab bu ratih.
Bu sari pun tiba di depan pintu gubuk nisa tinggal, gubuk saung kecil yang masih beralaskan tanah, hanya ada 2 bangku panjang di ruang depan, untuk tempat bersandar,
Bukan tembok beton seperti di rumah-rumah pada umumnya, gubuk nisa masih berbahan bilik bambu dengan lapisan kayu sebagai penahan nya,
Walaupun sederhana , gubuk itu surga bagi mereka.
Saat bu sari melangkahkan kaki nya ke dalam rumah, terkejut bu sari saat melihat siapa yang ada di depan matanya.
"Mba puspa"
Air mata bu sari menetes,hati nya haru bahagia melihat sosok di depan nya, langkah nya tertatih seakan sulit untuk melangkah.
Sosok panutan yang selama ini dia cari ada di hadapannya, suara nya membisu tak mampu berucap,
Ingatan nya tertuju dengan masa-masa indah dirinya dengan kakaknya.
"Ya allah mba, apakah ini mba puspa ku, ini aku mba " ucap bu sari bahagia melihat kakak yang sekian lama dia cari.
Bu ratih yang pada saat itu sedang terbaring lemas, terkejut dengan kedatangan wanita yang ada di hadapan nya.
Bu ratih menangis,tak kuasa menahan kerinduan yang begitu teramat besar kepada adik semata wayang nya itu.
"Adikku sari" ucap bu ratih.
"Ia mba,ini aku sari adik mu,adik kesayanganmu" jawab bu sari menangis.
Mereka saling berpelukan melepas rindu.
"Kenapa mba jadi seperti ini,apa yang terjadi dengan mba" tanya bu sari.
"Mba ndak apa apa dik, mba hanya kurang sehat saja,mungkin ini teguran dari gusti allah untuk mba, agar mba menjadi lebih baik lagi" jawab bu ratih.
Mereka saling melepas rindu.
Nisa yang kebingungan sedari tadi melihat suasana bu sari dan ibu nya, bertanya tanya dalam hati nya tentang cerita bu sari di pertengahan jalan tadi, dalam benak nisa dia bertanya.
( Jadi orang yang bu sari cari adalah ibu, bu sari bilang kakak nya melakukan satu kesalahan yang membuat nya terusir, kesalahan apa yang bu sari maksud, dosa apa yang sudah ibuku lakukan) pertanyaan itu terus terngiang dalam benak annisa.
"Nis kemari nak" ujar bu ratih, nisa pun menghampiri ibu nya.
"Dik ini anisa anak mba " ucap bu ratih .
"Sebelum nya saya sudah duga mba, saat melihat dan bicara dengan anisa,saya begitu teringat sosok mba" jawab bu sari.
__ADS_1
"Annisa begitu santun,sopan,dan lemah lembut seperti mba puspa" lanjut bu sari.
"Jandi kalian sudah saling mengenal?" tanya bu ratih.
Bu sari menceritakan tentang pertemuannya dengan annisa tadi di perjalanan mencari kakaknya.
"Dan syukurlah,ternyata Allah telah mengirim nisa untuk bisa mempertemukan kita" ucap bu sari penuh syukur.
"Ia allhamdulillah dik, mba selama ini hidup berdua dengan nisa "jawab bu ratih dengan batuk nya yang semakin parah.
"Sebentar bu biar nisa buatkan lagi obat untuk ibu " ucap nisa, nisapun pergi ke belakang untuk membuat obat dan minum bu sari.
"Bagaimana kabar mba?" tanya bu sari seakan masih tak percaya dirinya sudah menemukan kakak kesayangan nya.
"Alhamdulillah kabar mba baik dik, mba sangat rindu sekali dengan kamu" jawab bu ratih.
Mereka pun berbincang mengenai kabar mereka masing masing .
Dari belakang terdengar percakapan bu sari dan ibu nya yang sedikit membuat hati anisa curiga.
Bu sari "maaf mba sebelum nya,mba apa yang sudah mba lakukan dulu sebenarnya,kenapa mba bisa jadi seperti ini? apa yang saya dengar dari semua orang d rumah itu tidak benar kan?" tanya bu sari.
Bu ratih "sekarang mba disini bukan lagi puspa dik, disini mba sudah berganti nama jadi ratih," jawab bu ratih.
" Itu tidak penting bagi saya mba, saya hanya ingin tahu yang sebenarnya dari mba, apa benar yang saya dengar dari semua orang tentang mba " tanya bu sari.
Bu ratih tertunduk sedih seakan penyesalan yang teramat besar sedang dia rasakan, air mata nya mengalir "Maafkan mba dik,mba memang melakukan kesalahan yang begitu fatal"
Tangan bu ratih meraih tangan bu sari erat, "Kalaupun memang itu benar berarti anisa anak hasil hubungan haram mba dengan laki-laki itu?" tanya bu sari.
Annisa terkejut mendengar percakapan ibu nya dan bu sari, air mata nya mengalir
"Hubungan haram,apa maksud nya
,apa itu berarti aku,,,apa aku anak haram?" tanya hatinya sedih.
"Mba mohon jangan sampai nisa tahu tentang hal ini dik, nisa tidak tau mengenai kejadian dulu, dia tidak tau siapa ayah nya,kasihan dia" ucap bu ratih.
"Laki-laki itu memang bejat, sudah 20 thun mba terusir dari rumah dan mba harus menanggung hukum rajam sendirian" Bu sari menahan emosi nya.
"Saat mba di hukum rajam,laki-laki bejat itu kabur tanpa tanggung jawab, mba sendiri menanggung hukuman itu,sampai warga mengusir mba dari rumah, saat itu aku sangat marah pada diriku sendiri mba, saya merasa bersalah, andai saja saat itu saya tidak pergi meninggalkan mba, mungkin semua nya tidak akan terjadi" bu sari meneruskan luapan hati nya.
"Apa,ibu di hukum rajam?"
Nisa semakin kaget dan sedih,diapun berlari keluar karna tak kuasa menahan air mata nya.
Meskipun nisa tinggal di kampung, nisa sangat mengerti dengan semua yang ibu dan bu sari bicarakan tentang hukum rajam dan hubungan haram yang mereka maksud.
Karena setidak nya di sekolah dia pun tahu tentang penjelasan semua nya.
Hujan pun turun seakan tak ingin melihat gadis cantik itu meneteskan air mata nya.
bersambung
note :
Ratih \= puspa (ibu kandung Annisa)
sari \= adik Ratih/puspa
Annisa \=anak kandung Bu ratih/ puspa
Ini tulisan pertamaku
__ADS_1
simak terus ya, hihi