Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Penyesalan bi ijah


__ADS_3

Bu sari coba bangkit dari hadapan ibunya,


"Maafkan puspa bu?"ucap nya sedih,


"Ibu sudah memaafkan mu nak" jawab bu ayu dengan suara nya yang sudah tua,


(Ibu terlihat sudah begitu tua, tangan nya begitu lemah tak bertenaga lagi seperti dulu, jalan nya pun perlahan ,itupun dengan bantuan tongkat, Asstagfirullah maafkan puspa bu, puspa sudah durhaka jadi anak ibu) ucap hati puspa saat melihat ibunya.


Bu ayu mengajak puspa masuk ke dalam rumah,


Begitupun bu sari,dia takut ada yang melihat mereka,


Mereka pun ahirnya masuk ke dalam rumah,


Di dalam rumah, hanya bu ayu dan bi ijah yang menemani nya,


Itupun tidak setiap waktu bi ijah menemani bu ayu,


Hanya dari pukul 8 pagi sampai 4 sore,bi ijah menemani bu ayu,


Namun saat bu sari tidak ada,bi ijah rajin menemani bu ayu sampai dia juga ikut menginap di rumah nya.


Bi ijah pun menghampiri mereka,


"Nak sari, biar bibi simpan bawaan nya" ucap bi ijah membawakan tas yang bu sari bawa.


"Terimakasih bi" jawab bu sari.


Di pandangi setiap sudut rumah , suasana rumah masih sama seperti dulu,


Letak kursi dan lemari, bahkan pernak-pernik kecil yang menghiasi rumah masih sama seperti dulu,


Bu puspa semakin tak kuasa menahan air matanya,


Terlihat bayangan dirinya sedang bercanda tawa dengan adik ,ibu dan bapak nya,


Setiap bayangan masa lalu akan kehangatan rumah nya bermunculan di ingatan puspa,


Puspa tersenyum sedih sendiri mengingat nya.


"Nak,kemari duduklah samping ibu" ucap bu ayu,


Puspa pun menuruti nya


" Bu , puspa sangat rindu dengan ibu" ucap puspa terisak,


Ibunya pun memeluk puspa.


"Ibu juga begitu rindu denganmu nak" jawab bu ayu menangis,


"Setiap saat ibu selalu mendoakan mu agar kamu kembali ke pangkuan ibu, kembali menemani ibu seperti dulu, dan ahirnya gusti allah mengabulkan doa ibu sekarang " air mata bu ayu pun tumpah.


Dia mengusap wajah bu puspa tak henti nya,


Dia pandang wajah puspa penuh cinta dan kerinduan.


"Sudah 20 thn kamu meninggalkan ibu,tanpa ada kabar" ucap bu ayu,


"Maaf kan puspa bu," jawab bu puspa.

__ADS_1


"Bu,sebelum nya puspa mau mengenalkan seseorang kepada ibu"ucap bu puspa,


" Siapa nak," tanya bu ayu,


Bu puspa memperkenalkan nisa kepadanya.


"Ini annisa bu" ucap bu puspa,


"Putri saya" puspa melanjutkan,


Bu ayu pun merasa terkejut dengan perkenalan anak nya kepada annisa,


"Allhamdulillah,ini cucu ibu ya?" tanya bu ayu tersenyum,


Annisa menyalami tangan bu ayu,


Bu ayu pun memeluk nya,


"Annisa bu" ucap annisa memperkenalkan diri,


"Jadi ini cucu gadis ibu ya nak, cantik ya macam kau " jawab bu ayu kepada bu puspa, mereka pun tersenyum,


Bu ayu tidak membahas tentang masa lalu anaknya di hadapan annisa, karena bu ayu sudah mendapat kode dari sari untuk tidak membicarakan perihal masa lalu tentang kakak nya.


Karena sehari sebelum berangkat, bu sari sempat menelpon rumah ,bicara kepada ibu nya tentang annisa dan puspa, Bu sari menjelaskan segala nya kepada ibu nya, sehingga ibunya pun mengerti harus berbuat apa agar annisa tidak tersinggung dengan masa lalu ibunya.


"Berapa usia mu sekarang nak?" tanya bu ayu kepada annisa,


"20 thun nek" jawab annisa.


Bu ayu berpikir ,jika annisa sekarang berumur 20 tahun, berarti memang benar , annisa adalah anak puspa dari laki-laki yang menodai nya,


Usia puspa pun saat itu juga masih remaja , hampir sama dengan usia annisa sekarang .


"Alhamdulillah, nenek punya cucu gadis, rupa mu begitu mirip dengan ibumu nak, cantik,lembut " Ucap bu ayu memuji paras nisa yang cantik,


"Alhamdulillah ,terimakasih nek" jawab nisa bersyukur atas pujian nya.


Sementara itu bu sari pergi ke dapur menyiapkan sajian makan untuk mereka,


"Bi "panggil bu sari,


"Bi ijah, sari mohon ya, bi ijah jangan bilang kepada siapa-siapa kalau mba puspa pulang" ucap bu sari memohon,


" Ia nak, bi ijah tidak akan bilang kepada siapa pun," jawab bi ijah,


Bi ijah memang bisa di katakan tetangga yang baik kepada keluarga bu ayu, meski dulu bi ijah juga ikut menghakimi puspa, tapi bi ijah sudah menyesali nya.


Dia berpikir, tidak seharusnya hukuman itu puspa rasakan dulu, karena bagaimanapun hukum rajam harus di lakukan kepada kedua pelaku,laki-laki dan perempuan nya ,


Bu ijah merasa tidak adil kepada puspa.


Bi ijah pun bermaksud untuk meminta maaf kepada puspa setelah ini.


"Ia bi terimakasih ya" jawab bu sari.


Di ruang tengah , terlihat bu puspa, annisa dan bu ayu bercakap kesana kemari melepas rindu , Mereka sesekali tersenyum ,dan tertawa, begitupun dengan annisa,


Perasaan takut tidak di akui sebagai cucu oleh nenek nya hilang seketika, tatkala nenek nya begitu sayang kepada dirinya.

__ADS_1


(Allhamdulillah ya allah ,ternyata nenek ku orang yang sangat baik,dari cara nya menatap ku, memperhatikan ku ,nenek begitu sayang kepadaku, maafkan hamba karena telah berburuk sangka kepada mu nek) sukur annisa dalam hati.


"Nek, nisa sangat senang bisa bertemu dengan nenek, karena sebelum nya, nisa hanya punya nek Julaeha di kampung sana" ucap annisa,


"Siapa itu nek julaiha nak"tanya bu ayu,


Bu puspa menjelaskan tentang siapa nek julaiha yang nisa maksud,


Nek julaiha adalah orang yang mengurus dan membantu bu puspa di pengasingan,


Saat pertama kali puspa tiba di kampung terpencil, sampai melahirkan, nek julaiha lah yang selalu mengurus annisa dan dirinya,


Kebaikan nek julaiha dalam menjaga dirinya dan annisa, sangat membuat mereka kehilangan saat nek julaiha meninggal,


Jadi sampai saat ini nek julaiha lah yang nisa anggap sebagai nenek nya.


"Jadi seperti itu, syukurlah, kamu di pertemukan dengan orang sebaik nek julaiha nak, ibu selalu menghawatirkan mu saat kamu pergi" ucap bu ayu.


Nisa pun menceritakan tentang dirinya kepada nenek nya,seperti apa tempat tinggal nya,teman-teman nya dan semua yang ada disana, bu ayu pun mendengarkan nya baik-baik, dan sesekali merekapun tersenyum.


Bu sari yang melihat dari pintu dapur ,merasa tenang dan bahagia melihat annisa begitu senang seperti yang di lihat nya.


"Semoga semua bahagia selalu ya allah" harap bu sari.


"Bu, puspa izin ke belakang sebentar ya" ucap puspa pada ibu nya,


"Ia nak" jawab bu ayu,


Bu sari pun datang membawa cemilan dan minuman hangat ,


Sementara itu, bu puspa pun pergi ke belakang.


Saat bu puspa keluar dari tandas (Toilet) , bi ijah menghampiri nya.


"Nak puspa" ucap bi ijah menangis,


Bu puspa pun terkejut, dengan datang nya bi ijah, Bu puspa sangat ketakutan, karena bu puspa ingat bagaimana bi ijah dulu melempari nya dengan batu dan hinaan yang begitu menyakiti hati.


*Fl**ashback* ingatan bu puspa, dimana saat bi ijah melempari dirinya dengan kerikil-kerikil


"Dasar sampah masyarakat, pergi kamu dari kampung ini" teriak bi ijah saat itu, sehingga warga lain pun ikut melempari dan mengusir bu puspa saat itu.


Miris memang jika mengingat hukum zaman dulu dengan zaman sekarang, dimana hukum tidak sesuai dengan kesalahan yang di perbuat.


"Nak puspa, ibu minta maaf " ucap bi ijah menangis ,menahan tangan bu puspa,


"Bi ijah salah , bi ijah tidak seharusnya melakukan semua itu dulu sama kamu nak,maaf kan bi ijah, bibi menyesal" ucap nya memohon.


Bu puspa tidak menjawab ucapan bi ijah, hanya air mata nya yang menetes,bibir bu puspa seakan tak mampu berkata-kata atas apa yang telah bi ijah lakukan terhadap nya dulu.


Bu puspa menarik napas nya dalam-dalam, dan menyeka air mata nya, dengan kekuatan dalam,bu puspa menjawab permohonan maaf nya,


"Sudah bi, semua sudah menjadi masa lalu" jawab bu puspa singkat,


" Bi ijah menyesal nak, setiap hari bi ijah di bayangi rasa bersalah bi ijah kepada nak puspa" ucap bi ijah menangis,


Terlihat jelas penyesalan bi ijah di matanya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2