Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Cerita dengan bu ayu


__ADS_3

...Mentari bersinar di pagi hari...


...Memeluk diri di kehangatan pagi...


...Suara burung memecah lamunan...


...Lamunan akan masa silam...


...Jilbab putih berkibar dengan kehormatan suci...


...Kini lusuh tak di hargai...


...Hanya pada ilahi tempat kembali...


...Mengadu dosa semoga terampuni...


Kini bu puspa mencoba bangkit dari masa lalu nya,


tekad nya sangat kuat untuk annisa,


"Semua ku lakukan demi annisa".


Masa depan annisa lebih berharga daripada masa lalu nya,


Dia coba melupakan semua yang sudah menimpa dirinya di masa lampau,


(Ya allah, kuatkan lah jiwa dan raga hamba, buang lah perasaan gelisah dalam hati ini, hamba ingin bangkit, kehendaki lah hamba menjadi orang yang kuat).


Bu puspa mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Sementara itu,nisa yang sedang melihat-lihat isi kamar bu puspa,merasa senang melihat sederet piala dan medali penghargaan atas nama ibunya.


Di sentuh nya piala bu puspa,nampak sangat bersih terawat,


"Banyak sekali penghargaan ibu, pasti ibu anak yang pandai dulu" ucap annisa tersenyum,


Bu puspa membalas nya dengan senyuman,


"Ndak juga nak," jawab bu puspa,


Kepala bu puspa tiba-tiba pusing , suara batuk nya terdengar oleh bu ayu dan sari dari luar kamar.


"Ada apa nis, mbak kenapa?" tanya sari panik menemui kakak nya di kamar,


"Asstagfirullah, ibu kenapa" tanya annisa,


"Tolong ambilkan air nis" ucap bu sari,


Nisa pun bergegas pergi ke dapur untuk membawa air minum untuk ibunya.


"Kamu kenapa nak" tanya bu ayu coba membaringkan tubuh bu puspa,


"Kepala puspa ,hanya sedikit pusing bu" jawab puspa,

__ADS_1


"Mungkin kamu kelelahan, sekarang kamu istirahat ya" perintah bu ayu,


Nisa pun memberi minum ibu nya.


" Ibu minum dulu ya, ini nisa sudah bawakan obat ibu," ucap nisa.


Bu puspa pun menuruti semua perintah nisa dan bu ayu untuk istirahat, karena kondisi nya dari awal memang tidak terlalu sehat.


Bu sari pun melanjutkan pekerjaan nya di dapur


"Mbak,istirahat saja dulu ya, saya lanjut masak lagi" Ucap sari


"Ia dik" jawab bu puspa.


Bu ayu masih menemani puspa di kamar,


Sementara annisa membantu bude nya masak di dapur.


"Bu ,puspa sangat rindu dengan bapak" ucap puspa di pangkuan ibu nya,


" Maafkan bapak mu nak," ucap bu ayu,


"Mungkin, kamu merasa bapak mu begitu membenci mu, dan tidak membela mu dulu, tapi asal kamu tahu, bapak mu begitu sedih,terpukul kehilangan dirimu" lanjut cerita bu ayu,


"Puspa samasekali tidak membenci bapak bu, Puspa mengerti dengan kondisi bapak saat itu, Puspa pun paham ,kenapa bapak bisa sampai tega mengusir puspa" jawab puspa,


"Maafkan dia ya, " ucap bu ayu,


"Tapi sampai saat ini ibu dan bapak mu masih penasaran, sebenar nya siapa laki-laki itu nak?" tanya bu ayu,


"Puspa pun tidak mengenal nya bu,puspa samasekali tidak tahu laki-laki itu, ibu percaya kan dengan puspa?" ucap nya meyakini ibunya,


"Ibu sangat mempercayai mu nak, tapi sudahlah ,semua sudah menjadi masa lalu, sekarang masa depan mu adalah anak mu, jaga lah dia,suka atau tidak suka,dia adalah rizki dari allah untuk kita" jawab bu ayu,


"Apa ibu tidak membenci aku dan annisa?"tanya puspa,


"Kenapa ibu harus membenci kalian" jawab nya bertanya,


"Puspa takut ,ibu tidak mengakui annisa sebagai cucu ibu,puspa takut ibu akan mengusir kami seperti waktu itu" ucap nya sedih.


"Kamu jangan berpikir seperti itu nak, sungguh ibu sama sekali tidak membenci kalian, karena hakikat nya ,semua kehidupan, takdir manusia sudah allah atur, kita sebagai manusia hanya bisa menerima dan menjalani nya dengan penuh syukur"


Bu ayu memegang pundak bu puspa dan menenangkan nya.


Bu ayu memang orang yang soleh,ibu yang baik bagi anak-anak nya.


"Terimakasih bu, puspa sangat berterimakasih kepada ibu,karena sudah menerima nisa dan puspa kembali ke rumah ini" ucap puspa,


"Justru ibu yang harus mengucapkan terimakasih kepadamu, karena kamu sudah mampu melawan rasa takut mu demi bertemu ibu,


Terimakasih ya nak" bu ayu memeluk puspa,


Suasana pun berganti haru.

__ADS_1


"Sebelum bapak meninggal, apa yang terjadi dengan bapak?"tanya puspa,


"Bapak terkena serangan jantung nak," jawab bu ayu,


"Innalilahi, bapak terkena serangan jantung, lantas apa yang menyebabkan bapak terkena serangan jantung?" tanya nya lagi,


"Ibu pun tidak tahu,saat itu ,ibu sedang pergi pengajian ke kampung sebelah, sepulang pengajian, ibu sudah melihat bapak tergeletak tak sadarkan diri, ibu pun menelpon sari ke pondok nya untuk pulang membantu ibu" jawab bu ayu.


Bu ayu nampak sedih teringat akan suaminya.


" Bapak mu begitu mencemaskan mu nak,bapak mu sampai mengutus pak hasan untuk mengikuti dan menjaga kamu dari kejauhan" ucap bu ayu,


"Pak hasan selalu memberi kabar lewat surat ,atau menelpon bapak jika terjadi sesuatu dengan kamu, termasuk saat kamu melahirkan nisa" lanjut bu ayu,


Puspa pun terkejut mendengar cerita ibunya,


"Jadi ibu sudah tahu dari dulu, puspa melahirkan seorang anak?" derai air mata puspa tak tertahan kan lagi.


"Ia nak, ibu dan bapak tahu, kamu mempunyai seorang anak perempuan, " jawab bu ayu,


"Apa bapak marah?" tanya puspa,


" Tidak nak, justru saat itu, sebelum bapak mu meninggal, kami berniat untuk menjemput mu kembali ke rumah,"


puspa pun tertunduk.


"Namun ,kecelakaan yang membuat pak hasan meninggal, membuat bapak membatalkan niat kami untuk menjemput mu" lanjut cerita bu ayu.


Puspa sedih mengingat bapak nya,ternyata begitu peduli kepada nya,meskipun dirinya sudah dia kecewakan.


"Bapak" ucap bu puspa sedih.


"Saat itu ibu tau dari bi imah alamat kamu, karena hanya pak hasan dan bi imah yang mengetahui alamat kamu tinggal,


Dan saat itu pula terjadi kecelakaan pak hasan".


Bu ayu terlarut dalam kesedihan nya, mengingat apa yang terjadi dengan pak hasan.


"Tadi puspa pun sempat bertemu dengan nek imah bu" ucap puspa,


"Dimana? bagaimana kabar nya, sudah beberapa minggu ini bi imah tidak pernah lagi datang ke rumah" tanya bu ayu,


"Bi imah nampak sedih , tadi kami bertemu di makam bapak, bi imah sendiri datang ke makam nya pak hasan bu" ucap puspa,


"Bi imah memang masih kuat berjalan sendiri,meski pun sudah renta, bi imah menguatkan dirinya sendiri, karena anak-anak nya sudah meninggalkan dirinya,kasihan bi imah" ucap bu ayu,


"Loh memangnya anak-anak nya nek imah kemana bu?" tanya puspa,


"Sedih rasa nya jika di ceritakan nak" jawab bu ayu.


Puspa semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan keluarga nek imah.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2