
"Rin apa kamu lihat fitri" tanya ukhti dina pada kawan nya fitri karin,
"Tidak ukhti, dari tadi saya tidak melihat fitri" jawab karin
"Kemana ya anak itu, dari tadi masih belum balik ke asrama" ucap ukhti dina kesal.
"Oh ya, nanti kalau kamu melihat nya, tolong suruh dia cepat balik asrama ya" pesan ukhti dina pada karin,
"Ia ukhti " jawab karin.
Fitri dan annisa tiba di depan asrama putri,
"Fit ukhti dina nyariin kamu tuh,dia kesal nyariin kamu" ucap karin,
"Oh ya kah? terimakasih ya" jawab fitri,
(Aduh mulai deh ukhti dina pasti susah kalau sudah kesal seperti itu)pikir nya.
Ukhti dina adalah kakak sepupu Fitri, jadi tak heran jika sikap ukhti dina agak posesif kepada Fitri,karena dia merasa,mempunyai tanggung jawab atas adiknya itu.
"Oh ya nis, ayo masuk " ucap fitri mengajak,
"Ia fit, aku mengikuti dari belakang" jawab nisa,
"Eh jangan ,kita harus jalan berdampingan,kita kan teman" jawab fitri menarik tangan annisa.
"Assalamualaikum ukhti" salam fitri,
"Waalaikumsalam kamu darimana saja fit, sudah sore begini baru balik" tanya ukhti dina sedikit kesal,
"Fitri habis dari rumah bu haji ukhti, ini juga baru pulang,tadi bu haji nyuruh kita......"
"Sudah sudah kamu siap-siap sana ,sebentar lagi adzan magrib" ukhti dina memotong pembicaraan fitri.
"Ia ia, ini annisa ukhti, bu haji suruh nisa tidur di kamar kita dulu untuk sementara" jawab fitri,
Ukhti dina melihat annisa,
(Ini kan yang tadi azlina ajak ke kamar, dan dia kan yang tadi menggantikan bu haji ngaji) ucap nya dalam hati.
(Kenapa bu haji menyuruh nya untuk tidur disini,kenapa tidak di ruang khusus tamu saja) pikir nya buruk,
"Besok juga annisa pulang ko ukhti,dia bermalam hanya karena ibu nya sedang sakit, jadi masih harus istirahat disini dulu sampai dia pulih" fitri melanjutkan ucapan nya.
"Hmm ya, kalau begitu kamu juga ikut bersiap ya, ganti pakaian mu, bersih-bersih dan siap menuju mesjid, ukhti mau tengok santri lain dulu" jawab ukhti dina,
Nisa memang merasa ada yang beda dari sikap ukhti dina padanya,
(Apa hanya perasaanku ya,ukhti dina seperti tidak menyukai ku, ah mungkin itu hanya perasaanku saja),
Annisa menghiraukan perasaan nya, dia segera membersihkan dirinya dan siap menuju ke masjid dengan santri lain.
"Kamu sudah siap nis" tanya fitri,
"Ia sebentar fit" jawab nisa,
"Subhanallah kamu cantik sekali memakai seragam itu" fitri memuji nisa,
"Kamu ini, bisa saja memuji nya,ayo " jawab nisa.
__ADS_1
Nisa memakai seragam pondok seperti yang lain nya,dia nampak terlihat sangat cantik,
"Ka nisa" azlina melihat annisa,
Dia mendekati nya,
"Loh ka nisa ko pakai seragam ini, ka nisa mau mondok disini juga ya?" tanya azlina berharap,
"Ndak de, untuk malam ini ,ka nisa tidur di kamar nya fitri de, mungkin besok setelah ibu puspa agak mendingan, kaka langsung berangkat karo ibu mu" jawab nisa,
"Kenapa gak di kamar azlina saja ka, di kamar lina masih kosong ko," azlina mengajak nisa tidur di kamar nya,
"Ndak usah de, terimakasih, ayo sekarang kita bergegas ke masjid, sebentar lagi adzan" ajak nisa.
"Yah ka nisa,padahal kan azlina senang jika ka nisa tidur di kamar lina" jawab azlina sedih,
"Ia ...gimana nanti ya, " nisa pun merangkul pundak azlina dan mengajak nya,
"Ayo, nanti shop kamu ada yang isi" ucap annisa,
"Ia" azlina menjawab dengan bibir nya yang manyun,
"Jangan manyun dong ,gak cantik lah adik kaka" Azlina pun tersenyum.
Mungkin karena hubungan batin yang kuat ,meski baru kali pertama mereka berjumpa, namun satu sama lain sudah langsung bisa saling menyayangi dan menerima masing-masing.
merekapun berangkat menuju masjid,
Adzan magrib pun berkumandang, semua santri putra dan putri diam dalam khusu.
Annisa duduk sebelah ukhti dina di belakang, satu shop dengan fitri dan kawan-kawan yang lain nya, Saat Iqamah terdengar ,semua berdiri dengan rapih di masing-masing shop nya.
"Bu haji berdua di rumah dengan bapak?" tanya bu puspa,
"Ndak nak, ada 2 anak laki-laki ibu juga disini,ridwan dan bilal bungsu nya ibu" jawab bu haji,
"Sedangkan anak-anak yang lain,mereka memimpin pondok nya masing-masing di luar kota sana, ada yang di bandung, dan di ngawi " lanjut cerita bu haji,
"Allhamdulillah ya bu , anak-anak ibu soleh dan solehah" ucap bu puspa memuji,
"Allhamdulillah berkah allah menurunkan anak yang soleh solehah untuk kami," jawab bu haji tersenyum,
"Oh ya bu, ibu tidak kerepotan jika kami bermalam disini?" tanya bu sari,
"Ndak apa-apa nak, anggap saja rumah sendiri ya, jangan sungkan" jawab bu haji tulus,
"Takut nya kami merepotkan ibu dan sekeluarga ,biar kami bermalam di ruang tamu saja jika ibu tidak keberatan, " ucap bu sari.
"Jangan, sudah disini saja,biar ibu ada teman nya, Kebetulan ridwan sedang ada pertemuan di luar untuk malam ini ,dia pasti akan pulang larut malam, Sedangkan bilal sedang keluar 3 hari, jadi saya hanya berdua dengan bapak" jawab bu haji.
"Oh ia, terimakasih sebelum nya bu, kalau begitu kami siap sholat magrib dulu " ucap bu sari,
"Ia nak, wudhu sebelah sana ya,sekalian kita berjamaah di musola saja, kasihan bu puspa masih belum kuat berjalan jauh jika pergi masjid" jawab bu siti,
"Ia bu terimakasih" bu puspa tersenyum.
Sambil menunggu adzan magrib,bu sari dan bu puspa pun membersihkan dirinya masing-masing.
Merekapun berjamaah di mushola rumah bu haji, Karena bu sari terlihat paling muda diantara mereka, jadi bu sari di suruh jadi imam oleh bu haji.
__ADS_1
Selesai berjamaah magrib, para santri pun langsung bergegas ke kelas nya masing-masing untuk mengaji.
"Ka nisa, lina pamit ke kelas dulu ya, ka nisa jangan lupa nanti tidur nya di kamar lina ya" ucap azlina masih kekeuh dengan keinginan nya,
"Ia , ngaji yang pintar ya" jawab nisa menyalami tangan azlina.
"Assalamualaikum" salam azlina,
"Waalaikumsalam wr wb" nisa menjawab.
Nisa pun melanjutkan dzikir nya, saat nisa menyelesaikan dzikir nya ukhti dina bertanya,
"Oh ya nis, berapa malam memang nya kamu tidur di asrama?" serius,
"Insyallah besok pun kami kembali melanjutkan perjalanan kami ukhti" jawab nisa,
"Oh ya sukur lah kalo begitu, mudah-mudahan ibu kamu cepat sembuh ya" ukhti dina mendoakan ibunya nisa,
"Aamiin ukhti, terimakasih doa nya" jawab nisa,
"Ia sama-sama,nanti kalau sembuh kan kamu bisa langsung berangkat lagi " jawab nya.
Nisa pun tidak melanjutkan percakapan nya ,dia hanya membalas dengan senyum,
"Sembari menunggu yang lain pulang ngaji,aku lanjut tadarus saja disini" ucap nya dalam hati.
Nisa pun membuka satu persatu lembaran alqur'an dan di baca nya dengan jelas dan pelan, sehingga tak terlalu terdengar keras ke luar masjid.
Kawan ukhti dina yang masih ada di dalam mesjid mendengar suara bacaan ayat suci Alqur'an yang di bacakan annisa,
"Masya allah yang ngaji itu siapa ukhti?" tanya kawan nya,
"Nisa " jawab ukhti singkat,
"Suara nya merdu ya, bacaan nya juga jelas dan benar,rasanya aku ingin sekali bisa ngaji seperti itu" jawab kawan nya yang lain,
"Dia santri baru ya ukhti" tanya nya lagi,
"Bukan, dia hanya orang luar yang numpang tidur di asrama " jawab ukhti dina,
"Maksud nya gimana ukhti,kami kira dia santri baru" jawab nya,
"Dia hanya tamu sementara,besok juga pulang " Jawab ukhti dina.
"Sayang ya,padahal kalau dia santri baru kami ingin di ajari nisa mengaji seperti itu" jawab kawan nya,
"Kan ada bu haji dan guru lain , kamu ini gimana sih" ucap ukhti dina,
"Ya maksud nya untuk lebih mengasah ilmu kita ,bukan nya lebih bagus kalau kita lebih melatih ilmu kita sendiri," jawab kawan-kawan nya.
"Ya terserah kalian saja " jawab ukhti dina singkat,
"Mudah-mudahan saja annisa bisa jadi santri disini ya" jawab kawan ukhti berharap.
Waktu menunjukan pukul setengah 7 lebih 20 menit.
"Apa kabar dengan ibu dan bude ya" tanya dalam hati nisa.
bersambung
__ADS_1