Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Nada dan doa


__ADS_3

Annisa pun memasuki kelas dengan penuh rasa percaya diri.


Di lain tempat bu sari dan bu puspa sedang berbincang,


"Mba, sari tinggal sholat ya" ucap bu sari,


Bu Puspa :"Mba ikut ya dik,"


Bu sari : " Tapi ... "


Bu puspa : " Mba kuat ko dik" dia coba berdiri dengan segenap kekuatan nya.


Ahirnya bu sari pun menolong mba puspa berjalan perlahan menuju masjid,untuk menunaikan ibadah solat asar.


"Nisa kenapa belum balik ya dik" tanya bu puspa,


"Mungkin nisa masih di mesjid" jawab bu sari.


Fitri memberi semangat kepada nisa,sebelum hendak memasuki kelas,


"Ayo nis, kamu pasti bisa, semangat ya" Fitri menyemangati nya.


"Assalamualaikum adik-adik semua" salam anisa kepada santri kelas 1.


"Waalaikumsalam wr wb " jawab santri serempak,


terlihat amara duduk di bangku paling depan,


"Loh itu kan ka nisa,kenapa jadi ka nisa" pikir amara heran.


"Oh ya adikku semua, karena bu haji sedang ada halangan,untuk sekarang kakak yang menggantikan bu haji sementara ya"ucap annisa memulai,


"Bisa kita mulai ya" nisa melanjutkan, anak anak pun menuruti nya,


"Coba kalian buka surat ar-rahman ya, kita baca bersama-sama,setelah itu kita artikan dan tajwid kan masing-masing bacaan nya" ucap nisa,


Nisa pun mulai melafal kan tilawah nya dengan begitu teliti dan pasih.


Angin sore bertiup pelan,seakan mengiringi kemerduan suara annisa ,tilawah nya yang pasih dan jelas membuat siapa saja yang mendengar takjub akan suara nya, kalimat yang di bawakan nya pun terasa jelas.


"Sepertinya mba gak asing dengan suara ini dik" bu puspa mendengar suara annisa mengaji dari kejauhan.


"Ini pasti suara guru nya para santri mba" jawab bu sari tidak menyadari suara annisa.


"Mba seperti mengenal nada dan suara nya dik"lanjut bu puspa.


"Merdu ya mbak, pasti yang baca jago ngaji nya" jawab bu sari memuji suara tersebut.


Merekapun tiba di masjid untuk melaksanakan solat.


"Wah gak nyangka ternyata suara annisa merdu sekali,tilawah nya sangat indah" ucap fitri dari luar kelas, dengan penuh senyum dia terus menyemangati nisa.


Suara annisa terdengar sampai keluar, sampai bu haji siti fatimah pun mendengarkan suara nya dari luar, saat beliau hendak masuk mobil,dia sempatkan dulu melihat ke dalam kelas,


Melihat siapa yang membacakan surat Ar-rahman dengan begitu merdu dan halus,

__ADS_1


(Suara siapa itu yah?terdengar begitu merdu) ucap hati bu siti,


Dari luar jendela bu siti melihat annisa sedang mengaji dan para santri mengikuti, (hebat sekali anak itu)bu haji tersenyum senang melihat annisa mengajarkan anak murid nya.


"Fit nanti setelah ibu pulang memeriksa bapak,kamu dan teman mu temui ibu ya" ucap bu haji kepada Fitri,


"Ia bu" jawab fitri.


Saat bu puspa selesai solat,tak sengaja dia menoleh ke arah kelas dimana annisa mengajarkan tilawah nya.


"Nisa,anakku" ucap bu puspa.


Air matanya menetes senang melihat anak nya sedang mengajarkan santri mengaji al qur'an dengan tilawah yang dia ajarkan, sangat khas suara annisa saat melafal kan ayat suci al qur'an,merdu dan halus suara annisa,membuat suasana hati terasa damai.


"Itu annisa mba" bu sari memulai pembicaraan,


"Ia dik," bu puspa meneteskan air mata nya,


"Loh kenapa mba sedih,harus nya mba bangga loh sama annisa,ternyata suara tilawah yang kita dengar tadi adalah suara annisa ya" jawab bu sari,


"Mba bangga dik,ahir nya dia bisa mulai membagi ilmu nya kepada orang lain , dari dulu dia memang sangat ingin mengajar ngaji anak-anak di sekeliling nya, namun di sana tidak ada banyak anak-anak, hanya ada 1 sampai 3 orang, itu pun harus menunggu satu sama lain,karena jarak rumah yang begitu jauh " jawab bu puspa teringat kampung kecilnya.


"Semoga ilmu yang kau bagikan berkah dan manfaat untuk semua nya nak, aamiin" bu sari mendoakan.


Bu puspa pun mengamini doa bu sari, mereka mendengarkan tilawah nisa di dalam mesjid.


Dan ternyata bukan hanya mereka yang mendengarkan tilawah annisa, semua mahasiswi yang masih ada di dalam mesjid pun ikut mendengarkan dan memuji suaranya, bahkan ust ridwan pun mendengarkan suara annisa dari kelas sebelah,


Terdengar jelas suara merdu annisa,sehingga ust ridwan ikut memuji suara nya,


"Saya juga kurang tahu, yasudah sekarang kalian lanjut kaji hadist bagian ini ya" jawab ust ridwan.


"Ukhti dina,itu suara siapa ya" tanya salimah salah satu mahasiswa yang ada di masjid.


"saya juga baru mendengar salimah" karena penasaran,ukhti dina pun juga pergi melihat siapa yang mengajarkan ngaji santri bu haji.


Ust ridwan melihat dari jendela,


"Ternyata itu annisa " ust ridwan tersenyum melihat annisa sedang mengajarkan santri nya,


"Ternyata suara nya cukup bagus juga ya, bacaan nya juga jelas dan benar" ucap ust ridwan kagum,memuji suara annisa.


Melihat ust ridwan tersenyum sendiri melihat annisa di luar jendela, membuat hati ukhti dina terasa sakit,


"Kenapa hati aku terasa sakit melihat senyuman ust ridwan untuk annisa" ucap hati ukhti dina,


"Apa aku cemburu? tidak ..tidak mungkin" hatinya melanjutkan.


"Ukhti dina ko bengong" fitri membangunkan nya dari lamunan,


"Tidak fit, ukhti hanya baru saja mendengar orang yang ngaji tilawah merdu seperti ini" jawab ukhti dina ikut memuji suara annisa.


"Ia ukhti,suara nya sangat indah di dengar ya" fitri memuji annisa.


"Kenapa annisa bisa menggantikan bu haji, " tanya ukhti dina kepada Fitri,

__ADS_1


"Bu haji siti pergi untuk check up bapak, tadi bu haji memanggil kami untuk menggantikan nya, aku mana bisa ngajar tilawah al qur'an, jadi aku suruh annisa menggantikan, eh ternyata luar biasa suara annisa" jawab fitri.


Ukhti dina adalah salah satu pengurus pesantren putri, dia bertanggung jawab atas segala sesuatu yang di butuh kan para santri ,termasuk menggantikan seorang guru yang tidak bisa masuk.


Itu sebab nya mengapa ukhti dina merasa kesal,tidak enak hati oleh bu haji,kenapa tidak dirinya yang di suruh menggantikan nya.


(Kenapa bu haji tidak menyuruhku untuk menggantikan nya,padahal kan biasa nya bu haji menyuruh aku)ucap nya kesal.


"Oh ya mba,tapi kalau sari ingat-ingat,ini nada tilawah yang mba bacakan saat lomba dulu di pesantren kan" tanya bu sari.


"Ia dik, nada ini yang membawa mba ada di tingkat provinsi dulu " bu puspa coba mengenang saat dirinya menjadi kebanggan bapak nya


"Allhamdulillah anakku juara " ucap pak suhendar bangga.


"Wah selamat ya pak suhendar, " pak hasan memberi selamat atas keberhasilan puspa menjuarai lomba tilawah se-provinsi jawa tengah saat itu.


"Ia allhamdulillah pak hasan,ini berkat doa kita semua, akhir nya anak ku bisa menjadi juara"


Pak suhendar terlihat sangat bangga dan bahagia akan kemenangan anak nya, tak henti dirinya memeluk puspa dan terus memuji nya,


"Dulu bapak begitu bangga dengan mba,dengan suara mba,prestasi mba, tapi dalam satu malam,mba menghancurkan semua nya itu dik " ucap bu sari terisak sedih


"Sudah mba,jangan menangis,ini bukan salah mba, ini sudah takdir nya allah yang harus kita jalani, mba jangan terlarut akan masa lalu mba, mba harus bangkit untuk annisa, kasihan dia jika annisa tahu ibu nya rapuh seperti ini " bu sari coba menguatkan kakaknya.


Bu puspa pun tersenyum dan bangkit mendengar ucapan adik nya,


"Ia dik, mba harus kuat untuk nisa, mba harus buang jauh ketakutan mba," jawab nya optimis.


"Pokok nya setiap mba ingat masa lalu mba, mba juga harus ingat masa depan annisa" jawab bu sari menegaskan.


"Sodakalah haul azim" annisa mengakhiri tilawah nya, para santri pun mengikuti nya dan tepuk tangan, annisa pun terkaget dengan gemuruh tepuk tangan santrinya.


"Wahhh kenapa kalian tepuk tangan" tanya annisa,


"Suara ustadz sangat merdu ustadz" jawab salah satu santri memuji.


(Rasa nya aku belum pantas untuk di sebut ustadz) dalam hati annisa.


"Allhamdulillah kalau kalian menyukai nya, nah besok kita lanjutkan dengan artinya ya dik-adik," jawab annisa.


"baik ustadz" jawab anak-anak kompak,


"panggil saja kak annisa yah" annisa menjawab dengan sedikit centil,


"Kalau begitu kakak cukupkan sekian, mohon maaf jika ada kesalahan, yang baik nya dari allah yang buruk nya dari kakak sendiri, kita akhiri dengan bacaan salam bersama sama"


Annisa dan santri mengucapkan salam bersama-sama.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakah "


salam semua santri.


Annisa pun pergi meninggalkan kelas.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2