Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Saksi bisu


__ADS_3

"Sudah bi, puspa sudah memaafkan bi ijah, sudah ya, bi ijah jangan menangis lagi" jawab bu puspa memeluk bi ijah.


Bi ijah pun merasa tenang karena puspa sudah memaafkan kesalahan dirinya.


Tapi yang jadi pertanyaan puspa, kenapa bi ijah begitu menyesali perbuatan nya dulu kepada dirinya.


Bu puspa pun coba berprasangka baik, mungkin bi ijah memang menyesali nya.


Bu sari pun bertanya,


"Kenapa kalian seperti sudah menangis?"tanya bu sari,


" Tidak apa-apa dik, kami hanya rindu satu sama lain" jawab bu puspa.


" Oh ya mba,mba istirahat saja dulu di kamar mba, biar aku yang masak untuk kita nanti" ucap sari,


"Biar bi ijah bantu ya nak sari" bi ijah menawarkan diri,


"Ia bi terimakasih." jawab bu sari,


Bu puspa pun menuju kamar lama nya,


Di buka pintu kamar,suasana nya juga masih sama seperti dulu, kasur kapuk dengan sprei batik milik nya masih terpasang rapi dengan 2 bantal dan 1 guling nya,


Meja belajar yang menjadi saksi betapa rajin dan pandai nya seorang puspa, ternyata masih kokoh terawat,hanya sayang,kursi yang menjadi pasangan meja nya harus rusak karena kejadian malam itu.


Kursi,


saksi perbuatan bejat sang pria rusak,karena hendak melawan laki-laki itu dengan melemparkan kursi kesayangan nya.


Namun sayang meskipun puspa sudah melempari kursi kepada laki-laki itu sebagai tanda perlawanan, Akhir nya puspa pun berhasil dia tak sadarkan.


Puspa berhasil dia buat pingsan dengan membekap mulut nya dengan sapu tangan bercampur obat bius,sehingga puspa pun tak sadarkan diri.


Kejadian itu pun berlangsung singkat, sampai pada ahir nya puspa tersadar, dirinya sudah ternoda,


Hati nya menjerit memecahkan langit, suara nya terisak tak bersuara,seakan sedang mengeluarkan isi hati nya yang hancur karena kehormatan nya terenggut.


Amarah yang di barengi kebencian kepada sang pria, membuat nya menangis tak tertahankan.


Sampai pada ahir nya salah satu warga ada yang memprovokasi bahwa di rumah pak suhendar sudah terjadi perzinahan.


Sontak seluruh warga pun datang berbondong-bondong untuk melihat kebenaran nya,


Alhasil puspa yang saat itu sedang terisak menangis sedih, semakin tak karuan mendengar teriakan warga di depan rumah nya.


" Usir sampah itu " teriak salah seorang warga.


Keluarga yang ada di rumah pun terkejut dengan kedatangan para warga ke rumah nya,

__ADS_1


"Ada apa ini" tanya pak suhendar,


"Alah jangan sok menutupi aib pak, kami tahu, anak bapak sedang berzinah " jawab salah seorang warga dengan luapan kekesalan,


"Ia tuh pak, bagaimana ini, "tanya warga,


"Maksud bapak-bapak ini apa?apa yang kalian maksud kan?" tanya pak suhendar coba menenangkan warga nya,


"bapak lihat saja di kamar putri bapak, ayo kita gerebek rumah pak suhendar" seseorang memprovokasi untuk masuk ke dalam rumah.


Seluruh warga pun memaksa masuk dengan penuh amarah ,


Pintu kamar puspa terkunci dari dalam,


"Buka pintu nya, kalau tidak kami akan dobrak" teriak warga,


Puspa yang saat itu duduk di pojok kamar tak menghiraukan ucapan warga karena dirinya masih merasa syok dengan semua yang telah terjadi,


Jilbab putih nya berantakan, baju gamis nya pun terdapat robekan-robekan kecil tanda perlawanan nya ketika itu.


Sedangkan si pria merasa bingung harus melarikan diri kemana.


Wargapun berhasil mendobrak pintu kamar puspa, Terlihat jelas sang lelaki belum sempat memakai atasan baju nya, sedangkan puspa terdiam di pojokan.


Bi ijah yang kala itu ikut melawan keluarga puspa menarik puspa keluar,


" Lihat lah anak bapak ,inikah cara bapak mendidik anak bapak" seorang warga terus memprovokasi,


Pak suhendar dan bu ayu sangat terkejut melihat anak nya dalam keadaan hina seperti itu,


Karena banyak nya provokasi yang keluar dari mulut warga , pak suhendar pun tak mampu berkata-kata.


"Sudah cukup ini fitnah" bu ayu coba membela anak kesayangan nya.


Dia menarik puspa dari bi ijah dan memeluk nya, coba melindungi.


"Ibu tidak usah membela anak ibu, sudah ketahuan anak ibu bersalah masih ko di bela" ucap bi ijah,


"Sudah seret saja kedua nya, kita arak keliling kampung, agar mereka berdua jera" ucap salah satu warga.


Bu ayu tak mampu menghadang amarah para warga nya yang sedang naik pitam.


Bahkan pak suhendar pun seakan mengijinkan anak nya di seret keluar oleh warga nya untuk di hakimi.


Betapa hancur nya perasaan pak suhendar kala itu, Dia menyaksikan sendiri kebejatan anak yang dia bangga-bangga kan nya, anak yang selalu dia puja, dia puji, bahkan dia bela, tapi pada saat itu dia tak mampu membela anak kesayangan nya.


"Ayo kita arak mereka" teriak para warga,


Puspa kini di kelilingi kepungan warga yang sedang emosi dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Dalam hati puspa ,mulai tersadar bahwa dirinya tidak bersalah, akhirnya dia memberanikan diri angkat bicara mengenai semua yang telah terjadi.


"Aku tidak bersalah , aku tidak mengenal laki-laki itu, percayalah ini semua fitnah, ini fitnah " ucap puspa membela dirinya,


"Alahhh sudah ketahuan basah masih mau mengelak" ucap bi ijah,


"Tidak bu, saya berani bersumpah, ini semua tidak seperti apa yang kalian duga, saya korban, saya tidak mengenal laki-laki itu" jawab puspa mempertegas,


"Kalau begitu kita tanya saja pria nya, benarkah apa yang puspa katakan" tanya salah seorang warga kepada sang pria,


"Hey kamu laki-laki, benarkah apa yang wanita mu bicarakan?"


Laki-laki itu menjawab "Tidak benar pak, kami melakukan nya karena suka sama suka"


"Wah" berani sekali ya kalian,"


Emosi warga semakin naik tatkala mendengar jawaban si pria.


Puspa pun menggeleng-geleng kan kepala nya,


"tidak pak itu bohong, semua itu bohong, laki-laki itu bohong pak, percaya pada saya , sumpah demi allah ,saya tidak mengenal pria itu" puspa menangis dengan jawaban nya yang tak di percayai warga,


"Sudahlah, kamu jangan mengelak lagi puspa, ayo sekarang kita hukum mereka " para warga pun tak mendengar pembelaan puspa, bu ayu berlari menahan agar anak nya tidak di arak, namun pak suhendar menahan nya,


Dengan berlinang air mata pak suhendar berucap,


" Bawalah anakku" ucap nya lirih dalam kesedihan.


Bagai tersambar petir,puspa yang saat itu mendengar ucapan bapak nya merasa separuh jiwanya pergi, orang yang selalu membela nya,kini dia tidak mempercayai nya lagi.


"Puspa mohon pak, puspa tidak bersalah, puspa tidak mengenal laki-laki itu, mohon percaya pak, sumpah demi allah puspa tidak membohongi bapak, tolong puspa pak" ucap puspa menarik tangan bapak nya.


Pak suhendar seolah tidak mendengar ucapan anak nya,


Puspa pun di seret warga untuk di rajam sebelum di arak keliling kampung.


Saat sang pria di giring oleh para warga untuk di hakimi, pria itu mengigit tangan warga yang menggusur nya, alhasil si pria itu pun berhasil melarikan diri dari kepungan warga dengan kecepatan lari nya, warga pun mengejar sang pria ,namun ternyata dia berhasil lolos.


"Bagaimana nih , laki-laki brengsek itu kabur" warga semakin marah,


"besok kita cari laki-laki itu" jawab warga lain,


"Pokok nya,laki-laki itu harus kita temukan." tegas semua warga.


bersambung


Jangan lupa vote ,like dan koment nya ya sahabat,agar si penulis tambah semangat menulis ide ide nya 🙏🏻


top fens ya 😁

__ADS_1


__ADS_2