Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Airmata pun berderai


__ADS_3

Annisa yang tatkala itu tidak banyak bicara membuat ust ridwan bertanya-tanya,


"Kenapa dik nisa hanya diam saja"


Bu sari pun merasakan hal yang sama.


" Oh ya nis, kapan-kapan nanti kita kembali ke pondok ya, anak-anak tadi suruh kamu ajak kalau bude hendak menjenguk mereka,"


Ucap bu sari,


"Ia bude" jawab nisa singkat.


Bu puspa pun merasakan hal yang sama juga, "Kamu kenapa nak?apa ada yang kamu rasa kan" Tanya bu puspa,


" Ndak apa-apa bu, nisa hanya masih betah disana" jawab nya,


"Tapi ko wajah kamu terlihat muram"


Tanya bude,


"Gak apa-apa bude,nisa baik-baik saja ko" jawab nisa,


Bu sari merasa ada yang nisa pikir kan , tapi apa ya? Tanya hati bu sari, sudahlah mungkin hanya perasaan ku saja,pikir nya.


(Sebenarnya aku masih kesal karena pertanyaan ku tadi belum selesai ust ridwan jelaskan, di tambah ibu sepertinya merahasiakan sesuatu dariku, tapi apa) ucap hati annisa .


Nisa hanya terdiam, tak banyak bicara.


Pikir nya hanya pada pertanyaan nya tadi.


"Oh ya nis, sebelum pulang ke rumah nanti kita nyekar dulu ke makam kakek mu dan suami bude" Ucap bu sari,


" Ya bude ,nisa ikut saja kemana kalian pergi" jawab nya.


Perjalanan dari pondok ke terminal hanya memakan waktu 30 menit dengan mobil sendiri, Sedangkan jika turun naik ojek atau angkutan umum bisa mencapai satu jam kurang,


Tak terasa mobil pun sudah hampir sampai terminal,


"Maaf bu, saya mau tanya, kita masuk ke terminal atau di gerbang nya saja?"tanya ust ridwan.


"Terserah kamu saja nak" jawab bu puspa,


"Kalau begitu, saya masukan saja ya, khawatir bus yang ibu tuju jarak nya jauh dari gerbang terminal, nanti ibu harus berjalan ,"


Jawab ust ridwan.


Mobil pun memasuki area terminal bus,


Ust ridwan mencari bus yang ke arah yogya, Ternyata masih ada 3 bus yang belum jalan,

__ADS_1


"Allhamdulillah, untung lah bus nya ternyata masih banyak " ucap ust ridwan,


"Ya nak, ibu ucap kan terimakasih banyak ya nak, kamu sudah repot-repot mengantarkan kami sampai kesini" ucap bu puspa,


"Sama-sama bu,sama sekali tidak merepotkan ko" jawab nya.


"Ust ridwan ,kalau ada waktu kapan+kapan boleh ko mampir ke rumah kami nanti ya" ucap bu sari,


"Insyallah,nanti kalau sudah halal ya bu" jawab ust ridwan,sengaja agar annisa terpancing dari ke terdiam man nya.


"Ih ust ridwan apa sih" jawab annisa terpancing.


"Ya kalau begitu ,biar saya bantu bawa barang-barang nya dulu ke dalam bus"


Ust ridwan pun membantu membawakan tas nya annisa dan bu puspa, dia merasa senang melihat annisa berucap kembali, meski annisa kesal, tapi itu cukup untuk ust ridwan.


"Nak ridwan, kami pamit ya, salam untuk bapak dan bu haji" ucap bu puspa santun.


"Ya bu, nanti saya sampaikan, kabari juga jika nanti sudah sampai, selamat sampai tujuan ya bu, saya juga pamit bu, nis, bu sari " pamit ust ridwan,


"Nis tuh di panggil ust ridwan" ucap bude mengagetkan annisa yang sedang termenung,


"Hm apa bude, "nisa yang sedang melamun di kursi sisi jendela pun terkejut,


"Oh ya terimakasih ust, salam untuk putri dan semua nya" lanjut annisa,


"Waalaikumsalam wr wb" jawab mereka.


Ust ridwan pun turun dari bus dan kembali ke dalam mobil nya, ia pencet klakson mobil sebagai pertanda perpisahan.


Dari dalam bus nisa pun memberikan senyuman nya kepada ust ridwan.


"Kamu kenapa nak?, dari tadi ibu perhatikan sepertinya ada yang sedang kamu pikirkan" tanya bu puspa,


"Tidak bu, nisa hanya kepikiran nenek, apakah nenek mengenaliku nanti?" tanya annisa.


Sejenak,bu puspa pun terdiam dengan pertanyaan nisa, pertanyaan nya seakan menampar batin nya , Terasa sakit karena dirinya memang merasa bersalah tidak pernah memperkenalkan siapa dirinya kepada anak nya, bahkan tentang anak nya sendiri, bu puspa tidak pernah memberi tahu apapun.


"Nenek pasti sangat menyukai mu nis, " jawab bu sari,


"Tapi bude,apakah nanti dia akan mengenaliku sebagai anak nya ibu?" tanya nisa,


"Kenapa kamu bertanya seperti itu" tanya bu sari,


"Karena, ya karena kan nisa lahir di kampung bukan di yogya?tentu nya nenek pasti tidak tahu tentang nisa" jawab nisa.


"Kamu tidak usah khawatir,nenek tidak bisa mengenalimu nis, ibu nya bude itu sangat baik loh, sangat baik, suara nya begitu lemah lembut, tak pernah nenekmu memarahi bude, rasa nya ibu kita memang tidak bisa marah ya mba?" ucap bu sari sambil mengenang masa kecil nya dulu dengan ibu dan kakak nya.


*T**eringat saat itu dirinya dan kakak nya melakukan satu kesalahan di masa kecil nya, dirinya dan kakak nya mengambil buah mangga dari pohon tetangga, saat yang lain memarahi dan mencela mereka, ibu nya hanya bertanya dan menyuruh mereka meminta maaf dan mengembalikan buah mangga yang mereka ambil tanpa izin,"Apa benar kalian mengambil mangga nya bu ningsih?" tanya bu ayu

__ADS_1


"Ia bu, sari minta maaf bu, " "Puspa juga minta maaf bu" mereka meminta maaf kepada ibunya.


"Yasudah, kalau begitu sekarang kamu minta maaf sama bu ningsih, dan kembalikan mangga yang kalian ambil" jawab bu ayu (ibu nya bu sari dan bu puspa*).


"Mba, pasti sedang teringat dengan kisah kita dulu di masa kecil ya" tanya bu sari tersenyum,


"Loh ko kamu tahu, apa kamu juga sama" tanya bu puspa,


Mereka pun tersenyum sendiri mengingat masa-masa indah yang di lalui nya dulu.


"Ya dik, mba sangat ingat, ibu bisa di katakan ibu paling baik mungkin sedunia, karena ibu kita tidak bisa marah, kalau pun marah, satu menit kemudian ibu kembali memeluk kita ya" ucap bu puspa.


Nisa yang mendengar kan mereka bercerita,ikut tersenyum senang,


"Mudah-mudahan saja , nenek bisa menerima ku ,seperti apa yang bude dan ibu bilang" ucap nya.


Merekapun sampai di pemakaman umum tempat di makam kan nya suami dan bapak nya bu sari , bu puspa,


Saat mereka akan turun dari bus,


"Mba ,jangan lupa pakai burdah nya" ucap bu sari.


Bu puspa pun menganggukkan kepala nya, pertanda dia mengerti dan menyetujui,


Angin berhembus begitu kencang, saat pertama kali menapakkan kaki di tanah kelahiran nya,


Suara dedaunan seakan menyambut kedatangan nya kembali di tanah penuh cerita itu,


Suasana di pemakaman yang sunyi membuat hati nya tenang dan sejuk, dia membayangkan sosok laki-laki yang selalu menjadi penyemangat dan kekuatan nya,


Bu puspa membayang kan pelukan ayah nya, nasihat nya, semua yang ada pada ayah nya,


Air matanya nya berderai,tatkala dia berada di hadapan makam ayah nya pak Suhendar,


"Assalamualaikum, ini puspa pak, puspa minta maaf pak" air mata puspa menetes,


" Puspa belum sempat membahagiakan bapak, Puspa belum bisa menjadi anak kebanggan bapak" Bu sari mengelus punggung kakak nya coba menenangkan dari belakang.


"Sabar mba" ucap bu sari,


" Mba menyesal dik, mba sangat menyesal" bu puspa tidak bisa menahan kesedihan dan penyesalan nya.


Annisa pun ikut merangkul ibunya dan menenangkannya.


"Sabar bu, kakek pasti sudah bahagia di sisi allah " ucap annisa


bersambung


jangan lupa vote nya ya sahabat ,, biar tambah semangat nulisnya,,,

__ADS_1


__ADS_2