
"Tadi itu siapa ya, rasa nya tidak asing" ucap hati ust ridwan.
"Ah sudah lah, barokah ilmu anak-anakku, semoga ilmu mu berkah dunia dan akhirat" ust ridwan masih menyangka perempuan yang dia lihat tadi adalah salah satu santri putri nya.
Pintu gerbang pun terbuka, ust zaki yang menjadi sopir di mobil nya itu pun memasukan mobil nya kedalam pondok.
"Kamu kenapa de" tanya ust zaki, kakak tertua ust ridwan,
" Tidak apa-apa bang" jawab ust ridwan yang masih penasaran dengan suara tadarus yang ia dengar tadi.
" Semua nya pasti sudah terlelap,kamu jangan berisik, pelan-pelan saja,nanti mereka terganggu" Ucap ust zaki membuka kan pintu dengan kunci yang di bawa nya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, suasana hening saat tengah malam, hanya suara jangkrik yang menghangatkan suasana setiap malam ,
Saat ust ridwan hendak masuk ke kamar nya,
Dia melihat ada seseorang yang sedang sholat malam di mushola ibu nya,
"Itu pasti ibu , ternyata ibu masih terjaga, aku tidak mau mengganggu nya, biar besok aku sapa ibuku" Ucap ust ridwan,dia pun melanjutkan langkah nya menuju kamar.
Ust ridwan pun membersihkan dirinya dan melanjutkan istirahat nya,
"Allhamdulillah untuk hari ini ya allah " ucap syukur ust ridwan.
Umur ust ridwan memang tidak terlalu muda, umur nya sekitar 28 thn nan, sudah cukup jika harus berumah tangga, bahkan ibunya pun sudah sering menyindir nya agar cepat menikah,
Namun ust ridwan selalu bergeming,
"Belum saat nya" setiap ibu nya menanyakan perihal jodoh nya,
Sebenarnya sudah banyak wanita yang bu haji jodohkan untuk dirinya, namun tidak ada satu pun yang berhasil menarik nya untuk menikah, entah karena memang masih belum siap,
Entah karena memang belum menemukan yang cocok.
Semua jawaban ada pada diri ust ridwan.
Di antara putra-putri bu haji ,mungkin hanya ust ridwan yang selera nya susah di tebak oleh orangtua nya sendiri,
Tapi meskipun begitu, dia tetap menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orangtua nya.
Suara tadarus para santri sudah terdengar riuh, menggetarkan alam sunyi, menunggu adzan subuh berkumandang.
"Lin bangun dek, sebentar lagi subuh ," annisa membangunkan azlina, lina pun terbangun,
"Allhamdulillah" lina tak lupa membaca doa bangun tidur nya,
Semua santri pun sudah terbangun semua,
Mereka bergegas ambil wudhu dan segera menuju masjid untuk beri'tikaf.
Sembari menunggu adzan berkumandang,
Semua santri tadarus di al qur'an nya masing-masing, suara riuh santri tadarus menggetar memecahkan alam kesunyian,sangat hangat terdengar semua umat.
Ada yang solat tahajud, solat taubat , solat istikharah dan lain-lain nya, semua kebaikan menyatu di dalam masjid itu.
Adzan subuh pun berkumandang,
Para santri siap berbaris di shop nya masing-masing,
__ADS_1
Semua santri pun berjamaah dengan khusu.
Kebetulan saat itu hari minggu, jadi setiap subuh di hari minggu selalu di adakan kuliah subuh di mesjid,
Jadi selepas solat subuh,para santri tidak langsung keluar, mereka hanya merapikan mukena nya saja, terkadang ada yang masih pakai mukena,
Kuliah subuh pagi ini di isi oleh ust ridwan sebagai penceramah nya,
Berjamaah subuh pun selesai, mereka pun berdoa bersama terlebih dahulu.
"Assalamualaikum wr wb" ust ridwan mengucapkan salam kepada seluruh santri nya,
"Wassalamu'alaikum salam wr wb " jawab santri kompak,
Ust ridwan membuka ceramah nya dengan doa,solawat dan pujian bagi baginda nabi saw.
"Santri ku yang di Rahmat allah,
Pada pertemuan kali ini tema yang akan kita bahas adalah tentang pergaulan bebas" ceramah ust ridwan.
"Murid ku sekalian , berbahagia lah kalian yang orangtuamu menitipkan kalian di lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren,
Karena tak jarang orang tua yang semakin sibuk demi masa depan anak nya, justru anak nya sendiri terjerumus pergaulan bebas karena kesibukan orangtua nya itu sendiri,
mereka seakan tak ada waktu untuk memperhatikan pergaulan anak-anak nya,
Dan di antara pergaulan bebas tersebut diantaranya Zinah" lanjut ceramah ust ridwan.
Annisa tertunduk larut dalam sebuah pertanyaan yang selalu membelenggu nya,
(Jika memang dulu ibuku berzinah, berarti memang aku ini anak haram) ucap hati nya sangat sedih.
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)."
Para santri mendengarkan ceramah sang ustad dengan serius, salah seorang santri ada yang bertanya,
" Wahai ustad,lalu bagaimanakah dengan hasil perzinahan mereka ? apakah anak tersebut haram?"
Sang ustad menjawab,
"Tiada yang namanya anak haram, anak ini tidak menanggung dosa perzinaan yang dilakukan kedua orang tuanya, setiap anak yang lahir dari rahim siapa pun ,mau itu dari wanita solehah,dari wanita penghibur, status anak tersebut sama suci nya dengan anak-anak yang lain, yang berdosa kan orangtua nya, lah masa bayi yang baru lahir ikut berdosa" semua santri cukup puas dengan jawaban sang ustad.
Putri yang sedari tadi menyadari bahwa ceramah yang di bawakan ust ridwan mengarah ke kehidupan annisa,
Mencoba mengalihkan kesedihan nya.
" Di dunia ini memang tidak ada yang nama nya anak haram ya kan nis, yang haram adalah perbuatan orangtua nya, jadi sang anak sama saja dengan anak-anak yang lain, dia berhak akan segala nya seperti mereka" ucap putri,
"Ia put" jawab annisa lesu.
Melihat nya sedang tertunduk sedih, putri pun coba kembali bertanya kepada annisa.
"Oh ya nis, kamu jadi berangkat siang ini?" tanya putri,
"Insyallah put, semoga saja ibuku sehat" annisa masih nampak tidak bersemangat.
" Mudah-mudahan kita di jauhkan dari pergaulan bebas , ingat jangan sekali-kali mendekati zina , akhirul kalam , assalamualaikum wr wb" ust ridwan menutup ceramah nya.
Seluruh santri berhamburan keluar masjid, mereka mengerjakan tugas pagi nya masing-masing,
__ADS_1
Ada yang merapikan tempat tidur, ada yang bersih-bersih, cuci piring, ada yang masak , semua sudah mempunyai tugas nya masing-masing secara bergiliran.
"Nis, kamu mau bantu aku?" tanya putri,
"Boleh put , apa yang bisa aku bantu" jawab putri,
"Bantu aku beres-beres di rumah nenek ya, sekarang jadwal ku bersih-bersih disana " jawab putri,
" oh ya mari aku bantu"
Annisa dan putri pun pergi ke rumah bu haji untuk beres-beres rumah nya.
"Assalamualaikum nek, "
Putri langsung membawa sapu dan pel an ke rumah bu haji, sementara annisa membantu cuci piring di dapur nya.
"Nis" panggil bu sari,
"Ya bude, bagaimana sekarang kondisi ibu, mendingan" tanya nisa,
"Allhamdulillah, ibumu sedang bersama bu haji dan pak haji, mereka sedang ngobrol di atas " jawab bu sari,
" Oh ya nis, kalau sudah selesai cuci piring nya,bisa tolong hantarkan teh hangat ini untuk bapak haji di atas, bude mau ketemu dulu dengan azlina dan amara sebelum pulang" ucap bu sari,
"Ia bude, nisa selesai kok, sebentar lagi nisa hantarkan teh hangat nya ke atas," jawab nisa.
Bu sari pun pergi menemui anak-anak nya sebelum dia kembali ke yogya.
Saat nisa sedang menyiapkan teh hangat,
Ust ridwan yang berjalan sambil membaca buku tidak melihat ada nisa di dapur,
" Bi kalau tidak repot, tolong buatkan teh manis hangat untuk saya 1 ya, nanti biar saya yang bawa ke atas" ucap ust ridwan yang masih anteng dengan buku yang di baca nya.
"Ampun, masa ia sih aku di panggil bibi " jawab nisa kesal,
Nisa pun tak ada pilihan lain, karena bibi (pembantu di rumah bu haji)belum datang, jadi nisa buatkan teh manis hangat pesanan ust ridwan,
Nisa pun simpan teh nya di atas meja,
Sementara itu nisa pun menghantarkan teh hangat nya bapak ke atas.
"Semoga ibu mau memikirkan nya kembali ya," Terdengar ucapan bu haji serius kepada ibu nya annisa.
"Apa yang sedang mereka bicarakan ya, ko seserius itu" tanya annisa penasaran.
"Asslamualaikum bu ,pak ini teh hangat nya" nisa menyimpan teh hangat nya di meja ,
Mereka seakan terkejut dengan kedatangan nisa,
"Terimakasih nak nisa" jawab pak haji,
" Jadi ini, nisa yang semalam ibu ceritakan pada bapak" tanya pak haji kepada istri nya,
"Ia pak ,ini nisa yang ibu cerita kan" jawan bu haji tersenyum,
Nisa pun membalas senyuman bu haji.
bersambung
__ADS_1