Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Rahasia


__ADS_3

Nisa merasa ada yang di rahasia kan oleh ibu nya, Tapi nisa tidak memperlihatkan kecurigaan nya itu kepada ibu nya.


"Oh ya nis, pukul berapa nanti kamu berangkat dengan ibumu?"tanya bu haji,


"Nisa terserah ibu sama bude saja bu haji,"jawab nisa,


"Padahal ibu masih ingin kamu ada disini , suara ngaji kamu sangat ibu sukai" jawab bu haji memuji.


"Terimakasih bu," nisa tersenyum.


"Kalau begitu, kami pamit untuk bersiap bu, pak" bu puspa pamit ke bawah,


"Ia bu, hati-hati menuruni anak tangga nya, takut licin,"jawab bu haji,


"Ia bu terimakasih, assalamualaikum" bu puspa turun ke bawah bersama annisa.


Annisa menggandeng tangan ibunya,karena takut jatuh, dalam hati,nisa sangat ingin menanyakan tentang pembicaraan ibu tadi dengan bu haji dan pak haji,


Tapi "Ah sudahlah, nanti ibu juga pasti akan bicara dengan sendiri nya" pikir annisa,


"Sebentar ya bu, tadi nisa belum sempat merapikan meja di dapur" ucap annisa meninggalkan ibu nya,


" Ia nak, rapihkan dulu ,ibu mau merapikan dulu kamar bekas semalam kami tidur" jawab bu puspa.


Annisa pun pergi menuju dapur , dia merapikan meja nya, tapi ternyata teh manis buatan nya masih ada di atas meja, saat nisa beranjak meninggalkan dapur,


Ust ridwan pun datang untuk mengambil teh nya di meja,


Ust ridwan tidak menyadari keberadaan annisa, karena dia masih fokus dengan buku nya.


Saat ust ridwan mencicipi teh manis buatan annisa,


"Loh, ko rasa nya beda dari yang biasa"


Ust ridwan pun melihat sosok yang berdiri di depan wastafel,


"Jadi ini buatan kamu dik nisa" tanya ust ridwan,


" Ia ust" jawab annisa.


(Akhirnya ust ridwan tau juga kalau aku yang buat teh bukan bibi)ucap nya dalam hati.


"Saya kira yang berdiri tadi bibi, maaf ya dik" ust ridwan meminta maaf,


"Tidak apa-apa ustad" jawab annisa,


"Maaf ustad, sebelumnya ada yang ingin saya tanyakan dengan ustad"ucap annisa,


"Silahkan,dik nisa mau tanya tentang apa?" tanya ust ridwan,


"Mengenai ceramah tadi subuh ustad?,

__ADS_1


Saya mau menanyakan apakah dosa orang yang berzinah itu bisa di ampuni?" tanya annisa,


"Allah itu maha pengampun dik, sebesar apapun dosa hamba nya jika dia bersungguh-sungguh taubat yang sebenarnya taubat, maka allah akan mengampuni nya" jawab ust ridwan.


"Lalu bagaimana jika Seandainya, ada seorang wanita yang di nodai oleh laki-laki, sampai wanita itu hamil?" tanya nya lagi,


"Tentunya mereka berdua berdosa, apalagi jika sampai wanita yang hamil tersebut menggugurkan kandungan nya, laki-laki itu harus bertanggung jawab atas wanita tersebut dengan menikahi nya" jawan ust ridwan.


"Jika laki-aki itu tidak bertanggung jawab, Bagaimana nasib anak yang di kandung nya ustad?" tanya annisa.


Saat ustad ridwan mau menjawab tiba-tiba bu haji bertanya,


"Eh ternyata kalian sudah saling mengenal ya nak?" Tanya bu haji kepada anaknya.


"Ia bu" annisa dan ust ridwan terkejut,


Bu puspa yang sedari tadi mendengar kan pertanyaan annisa kepada ust ridwan berpikir,


"Kenapa annisa menanyakan hal seperti itu?apakah nisa sudah tahu tentang dirinya? tapi bagaimana dia bisa tahu?semoga ini hanya perasaan ku saja" ucap hati bu puspa.


Putri pun juga mendengarkan percakapan annisa dengan ust ridwan dari kamar nenek nya,


"Kasihan annisa, pasti dia masih memikirkan tentang ibu nya, tapi memang nya nisa tahu tentang ibu nya, ?" tanya hati putri.


"Kemarin saat saya kembali kesini dari ngawi , saya satu jok dengan nya bu " ucap ust ridwan menjelaskan.


"Oh begitu ya, bagus lah kalau begitu,jadi ternyata kalian sudah dekat toh" jawab bu haji tersenyum senang.


"Tidak juga bu , kami tidak terlalu dekat" jawab annisa menepis,


Mereka berdua pun terdiam malu.


"Oh ya nak, nanti kalau kamu tidak ada jadwal keluar, bisakah antar ibu nya annisa, bu sari dan nisa ke terminal?" bu haji menyuruh ust ridwan,


"Ya insyallah bu" jawab ust,


"Tidak usah bu, nanti merepotkan,kami naik angkutan umum saja" jawab bu puspa,


" Tidak apa-apa bu ,biar sekalian nanti saya ada perjalanan ke arah sana" jawab ust ridwan.


Merekapun ahir nya menyetujui saran bu haji untuk di hantarkan oleh ust ridwan,karena kondisi bu puspa yang belum terlalu sembuh,


Di takutkan nanti anfal lagi di pertengahan jalan.


Di lain tempat, bu sari menemui anak nya di ruang tamu,


Azlina, amara dan alvin sudah menunggu nya sedari tadi.


"Ibu" amara berlari memanggil ibu nya,


Dia langsung memeluk nya erat, bu sari pun membalas pelukan nya,

__ADS_1


"Anak solehah nya ibu" bu sari mengecup kening amara.


Amara memang masih kekanakan, jadi tak heran jika sikap nya manja berlebihan kepada ibu nya,


"Bu" azlina dan alvin menyalami ibu nya.


"Nak , kalian jaga diri baik-baik disini ya, kalian harus saling menjaga, do'a ibu setiap waktu semoga kalian selalu di sehat kan, jadi anak yang cerdas, soleh dan solehah " ucap bu sari merangkul ke tiga anak nya.


"Ya bu, salam buat nenek ya bu" ucap alvin rindu dengan neneknya.


"Ya nanti ibu sampai kan salam mu pada nenekmu, Oh ya, sebelum pergi ke rumah ibu mau nyekar dulu ke makam bapak kalian" jawab bu sari,


"Amara ingin ikut bu" ucap amara sedih rindu dengan bapak nya,


"Eh jangan, amara kan belum waktu nya pulang, Nanti kalau kalian pulang ,kita bisa nyekar bareng-bareng lagi ya" jawab bu sari,


"Tapi bu, azlina juga ingin ikut" azlina pun ikut teringat bapak nya,


"Sebentar lagi,paling 2 bulanan lagi kalian ahir semester, nanti kalian bisa libur panjang ya " jawab bu sari tersenyum.


"Ibu juga jaga diri ibu ya, sehat-sehat ibu disana,jangan terlalu capek,doakan kami biar kami jadi anak yang ibu harap kan dan ibu banggakan" Ucap alvin dewasa.


Bu sari merasa terharu dengan ucapan anak pemuda nya,


(Tak terasa mas,anak kita sudah mulai tumbuh dewasa,doakan aku agar aku mampu mendidik anak-anak kita mas). Ucap hati nya sedih teringat akan suami yang sangat dia cintai.


Bu sari sangat merasa kehilangan setelah suami nya berpulang ke pangkuan ilahi, kecelakaan yang merenggut nyawa suami nya membuat trauma tersendiri bagi dirinya,


Tapi entah karena apa, meskipun sudah berbulan-bulan suami nya pergi,


Bu sari merasa bahwa kematian suami nya terasa ada yang janggal, mengingat pada saat itu motor yang biasa suami nya pakai baik-baik saja, bahkan sehari sebelum kejadian naas terjadi, motor suami nya baru selesai di servis.


Tapi polisi menyatakan kecelakaan yang terjadi pada suami nya di karenakan rem motor nya yang kurang pakem,


Entah apalah bahasa kepolisian menyebut nya.


Sehingga motor nya menabrak pembatas jalan dan suami nya jatuh ke dalam jurang.


"Alfatihah ya buat bapak kalian" ucap bu sari sedih.


"Oh ya bu, ka nisa dan ibu puspa mana?" tanya azlina,


"Mereka masih di rumah bu haji nak, ibu juga harus kembali kesana dulu untuk pamit dan terimakasih kepada bu haji ,karena sudah mau menampung ibu bermalam di rumah nya ,hihi" jawab bu sari menghibur dirinya.


"Kalau begitu lina ikut ya,azlina ingin bertemu dulu dengan ka nisa" ucap azlina,


"Amara juga mau ikut bu" sahut amara,


"Kalian semua ikut saja, sekalian ibu juga mau menitipkan kalian lagi kepada bu haji, supaya jika kalian nakal bu haji bisa langsung lapor ibu di rumah" ucap bu sari.


"Ka alvin tuh bu ,tidur mulu di masjid" ucap amara menunjuk kakak laki-laki nya,

__ADS_1


"Apaan, enggak ko bu, amara tuh bu, makan mulu" jawab alvin membalas candaan adik nya.


bersambung


__ADS_2