Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Janji annisa


__ADS_3

Annisa masih memikirkan bagaimana cara menemukan sosok ayah yang sama sekali tidak dia kenali.


"Entahlah Bu,biar nanti nisa pikir kan bagaimana cara nya, yang terpenting ibu sekarang jangan banyak berpikir dulu ya, ibu harus sehat, jangan sampai sakit,nisa akan sedih kalau ibu sakit"


Ucap nisa menenangkan ibunya.


Bu Puspa memang terlihat sangat lesu dan lelah,itu sebab nya nisa menyuruh ibunya untuk tidak banyak berpikir, nisa tidak ingin kesehatan ibunya kembali memburuk hanya karena memikirkan dirinya,


Nisa pun meninggalkan ibunya di kamar agar bisa istirahat,


"Bu,nisa tinggal ke dapur dulu ya"


Ucap nisa,


" Ia nak" jawab bu Puspa


"Ibu jangan lupa istirahat yang cukup ya,nisa sayang ibu" nisa memeluk ibunya.


Nisa pun keluar kamar menuju ruang tengah,disana bu ayu dan nek imah sedang duduk berbincang,sementara Bu sari dan bi ijah sedang membereskan bekas kerusuhan warga tadi di luar,


"Kamu mau kemana nak" tanya nek imah


"Nisa ingin keluar sebentar nek,boleh kan?"jawab nisa,


"Jangan jauh-jauh ya nak" ucap bu ayu,


"Ia nek" jawab nisa,


Nisa menuju keluar rumah,menghampiri bude nya yang sedang beres-beres.


Dia ingin berbagi cerita perihal mencari ayah nya kepada bude nya, karena menurut nisa,bude nya akan bisa membantu.


"Bude" panggil nisa


"Ya ada apa nis,kamu duduk saja di dalam,biar bude yang bereskan ini" jawab bu sari,


"Nisa ingin bicara sesuatu dengan bude" ucap annisa,


"Bicara apa nak" Bu sari penasaran,


"Tapi bude jangan bilang Sama yang lain nya ya?" Jawab nisa,


Nisa coba menjelaskan kepada bude nya tentang keinginan nisa untuk mencari ayahnya,


Bu sari pun terkejut dan tidak menyetujui keinginan nya,


"Bude tidak setuju nak, bude tidak mau kamu kemana-mana" ucap bu sari,


"Tapi bude,nisa harus tahu siapa ayah nisa" jawab nisa,

__ADS_1


Bu sari tetap tidak menyetujui niat nya annisa,dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada sepupunya,


"Sudah nis,yang terpenting sekarang,lebih baik kamu jaga ibumu baik-baik, buatlah ibumu bangga akan dirimu" pesan Bu sari pada Annisa,


Annisa sedikit kecewa dengan keputusan bude nya yang tidak menyetujui niat nisa untuk mencari ayahnya,


"Baiklah bude,tapi nisa harus apa sekarang?" Tanya nisa,


"Kamu ada niat untuk melanjutkan sekolah?" Tanya Bu sari,


"Tentu nya nisa ingin sekali bisa kuliah" jawab nisa,


"Tapi,bude tau sendiri kan, biaya kuliah itu mahal" lanjutnya,


"Zaman sekarang kan banyak beasiswa nis, kamu kan pandai, insyallah jika ada rizkinya,kamu pasti bisa" jawab bu sari berharap nisa mau kuliah,


"Lagi pula, Allah itu maha pemberi Rizki,apalagi untuk anak yang sedang mencari ilmu,kamu lihat saja bude,kalau kamu pikir secara realita manusia antara gajih dan Rizki, tentu nya bude tidak akan mampu untuk menyekolahkan ketiga anak bude ,karena bude tidak punya gajih yang besar untuk membiayai nya,


Tapi kalau Allah sudah memberi Rizki,sekalipun gajih kita kecil,tubuh kita sehat,maka tidak ada yang mustahil baginya" ucap bu sari melanjutkan menasihati nisa,


Annisa pun termenung,memikirkan apa yang di katakan oleh bude nya,dia sangat ingin melanjutkan studi nya,tapi banyak hal yang nisa pikirkan untuk bisa melanjutkan studi nya.


Tapi yang ada dalam hati nisa sekarang,dia hanya


Ingin mencari tahu dulu tentang ayah nya.


(Rasanya aku harus meminta bantuan pak Anjar)


Entah apa yang terpikir oleh Annisa,sehingga dia langsung ingin pak Anjar yang membantunya,


"Aku harus tanya kepada siapa ya tentang pak Anjar" tanya annisa,


"Sepertinya tadi ibu sangat dekat dengan nya,apa aku harus tanya pada ibu?" Lanjut hatinya,


Annisa pun masuk kembali ke dalam rumah nya, tak sengaja nisa dengar nek imah dan neneknya sedang membicarakan pak Anjar,


"Untunglah tadi nak Anjar tidak telat datang kesini,kalau tidak,aku tidak membayangkan apa yang akan terjadi pada puspa bi"ucap bu ayu pada bi imah,


"Ia bu,allhamdulillah nak Anjar memang anak yang baik,tapi sayang ya,ayahnya terlalu jahat kepada orang lain" jawab bu ayu,


Annisa coba bertanya tentang pak Anjar kepada nenek nya,


"Oh ya nek,nisa mau tanya,pak Anjar itu siapa ya nek" tanya nisa,


"Kamu mengagetkan saja nak"jawab nek imah,


"Maaf nek,tadi nisa tak sengaja dengar nenek sedang membicarakan pak Anjar,nisa ingin tahu tentang pak Anjar?"tanya nisa,


"Pak Anjar anak dari pak Joko, dia sahabat ibumu dulu saat muda, mereka sangat dekat dan peduli satu sama lain,sampai orang mengira, mereka adik kaka,ada juga yang bilang mereka pasangan, karena kedekatan mereka" jawab bu ayu

__ADS_1


"Oh begitu,pantas ya, tadi ibu sepertinya sangat dekat dengan pak Anjar?" Tanya nisa,


"Ia begitulah nak"


Bu ayu tidak menceritakan tentang Pak Anjar sempat mencintai ibunya,karena bu ayu mengira itu tidak penting untuk di ceritakan kepada nisa,


Bu ayu pun tahu,saat pak Anjar mengejar cinta Puspa,dan hampir menuju hubungan yang serius,ayah nya pak Anjar tidak menyetujui hubungan nya dengan puspa,entah apa alasannya,


Pak Joko sangat menentang hubungan mereka,


Jadi Puspa dan pak Anjar pun hanya menjalin ikatan pertemanan,tidak lebih.


"Untuk apa kamu menanyakan tentang Anjar nak" tanya nek imah,


"Enggak apa-apa nek,nisa hanya ingin tahu saja" jawab nisa masih penasaran.


(Apa aku harus ke kantor desa,biar aku bisa menemui pak Anjar)tanya hatinya,(mungkin itu lebih baik).


"Besok aku akan cari cara,agar aku bisa bertemu dengan pak Anjar,dan memohon bantuan nya untuk mencari ayahku" ucap nya dalam hati.


Nisa pun kembali ke kamar ibunya,dia pandangi raut wajah ibunya dalam-dalam,


Ibunya nampak terlihat sangat cantik,meski dalam tidurnya,


Nisa memuji paras ibunya,dia pun bangga dengan sikap ibunya, dia berbisik dalam hati, berterimakasih kepada ibunya,karena dia sudah mau mempertaruhkan nyawanya untuk dirinya.


"Rasanya ribuan kata terimakasih,tidak akan cukup untuk nisa ungkapkan kepada ibu,karena sudah berkorban demi nisa,ibu rela berkorban nyawa,mempertaruhkan masa depan hanya demi nisa,ibu rela diasingkan jauh dari keluarga hanya demi nisa,


Dan ini saatnya nisa harus bisa membuat ibu bangga dengan nisa" bisik nisa dalam hati.


Saat itu pun,nisa bertekad untuk menjadi anak kebanggan ibunya,dia berjanji dalam hati nya untuk bisa membuat ibunya tersenyum,dan tidak merasa sia-sia telah membesarkan dan mendidik nya, karena nisa adalah anak Bu Puspa.


Annisa pun berjanji pada diri dan ibunya,


"Nisa janji Bu,nisa akan menemukan pria yang telah menodai ibu,yang telah merenggut kebahagiaan ibu,laki-laki yang telah memisahkan ibu dari keluarga ibu,nisa janji ,nisa akan cari keadilan untuk ibu" janji nisa.


Nisa pun kembali berbaur dengan nek imah dan bu ayu ,untuk berbincang kesana kemari,


"Oh ya nek,besok nisa mau buat KTP,bisakah?" Tanya nisa kepada neneknya,


"Tentu bisa nak,besok biar sari yang antar kamu ke kantor desa untuk daftar" jawab bu ayu


"Ia nek,"jawab nisa,


Sengaja nisa ingin membuat KTP,karena dia memang ingin bertemu dengan pak Anjar, jadi nisa memilih alasan untuk membuat KTP kepada neneknya.


Entah kenapa,nisa begitu ingin pak Anjar membantunya,nisa sangat ingin mengenal lebih jauh lagi dengan pak Anjar,karena nisa melihat ada yang berbeda dengan pak Anjar.


Pak Anjar nampak terlihat tulus dalam membantu siapapun, termasuk membantu ibunya tadi, dia berharap pak Anjar mau membantu dirinya .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2