
Nisa berpikir akan menanyakan hal ini kepada pak Anjar,dia berharap dirinya bisa memberikan jalan keluar untuk masalah yang di pikirkan nya,
Sementara itu,Bu Puspa yang berpikir,ingin Masa depan anaknya cerah dengan melanjutkan sekolahnya,berusaha menguatkan tekad nya untuk bisa sehat dan sembuh,agar bisa bekerja membantu biaya kuliah annisa nanti,
"Dik,besok mba ingin ikut lihat ladang ya" ucap puspa,
Sari terkejut,dia merasa heran dan bingung,kenapa mba nya tiba-tiba ingin ikut ke ladang,
(Apa mungkin mba puspa kepikiran dengan biaya kuliah nisa) pikir sari,
"Jangan mba,mba belum sehat betul,nanti kalau kesehatan mba terganggu ,bagaimana?,mba tenang saja ,biar sari yang jaga ladang bapak" ucap sari.
"Mba hanya ingin lihat-lihat saja ko dik,mba bosan di rumah tidak ada kegiatan," jawab bu Puspa,
Sari pun tak mampu menolak keinginan kakaknya,
"Ia,gimana besok saja ya ," jawab sari,
Sari pun menanyakan tentang masalah nisa kepada kakaknya,tentang keinginan nya melanjutkan kuliah,
Bu Puspa pun teringat dengan tawaran Bu hj,Siti Fatimah waktu itu,
Bu hj,Siti sempat menawarkan nisa untuk mengikuti tes beasiswa untuk masuk PTN (perguruan tinggi negri),
Itu sebabnya Bu hj,Siti sempat menyuruh bu Puspa untuk memikirkan nya,saat itu,
Bu Puspa pun menceritakan semua nya kepada sari,
Sari pun tersenyum,
"Allhamdulillah kalau begitu,ada jalan mbak,semoga saja nisa mau ikut tes dan lulus beasiswa nya," ucap sari,
"Mbak juga berharap seperti itu dik,tapi kalau nisa tidak mau bagaimana?" Tanya Bu Puspa,
"Biar nanti saya yang bicara dengan nisa mbak" jawab sari,
Nisa masih termenung dalam pikirannya di luar teras, kedatangan bude nya pun memecahkan segala khayalan yang ada dalam pikiran nya,
"Hayo,kamu sedang mikirin apa nis" tanya bu sari,
"Bude,ngagetin aja" sahut sari terkejut,
Bu sari menceritakan tentang tawaran Bu hj,Siti yang di bicarakan kepada ibunya dulu,kepada nisa,
Dan akhirnya satu teka-teki nisa pun terjawab
"Oh jadi Bu hj Siti nawarin nisa supaya ikut tes beasiswa,kepada ibu, nisa pikir Bu hji"
"Bu hj mau jodohkan anaknya sama kamu" Bu sari memotong ucapan nisa dan menggoda nya,hihi
Nisa pun tersipu malu,
Nisa terus berpikir apa yang ibu dan bu hj rahasiakan darinya saat itu,
Dan kini rahasia itupun terjawab,
Ternyata Bu hj Siti ingin nisa mengikuti tes seleksi beasiswa untuk masuk kuliah gratis,
Khusus bagi yang berprestasi,
Nisa tersenyum sendiri,mengingat rahasia yang dia pikirkan selama ini,
__ADS_1
Karena sempat terlintas dalam pikiran nisa,mungkin Bu hj mau menjodohkan dirinya dengan ust ridwan, hihi
(Ternyata aku terlalu Percaya diri memikirkan rahasia itu),
Nisa masih larut dalam senyuman nya,
"Ada yang senyum-senyum sendiri nih" ucap bu sari,
"Apa sih bude,enggak ko,nisa hanya sedang malu sendiri "nisa masih tersenyum geli,
Nisa dan bu sari pun bercanda tawa di luar teras membicarakan ke percaya diri an nya,dengan rahasia yang di pikirkan nya,
Karena suara tertawa mereka terdengar sampai ke dalam rumah, Bu Puspa pun penasaran dan melihat ke luar,
"Ini ada apa,seru sekali " ucap bu Puspa,
"Ini loh mba,anak mu, percaya dirinya luar biasa,hihi" Bu sari terus menggoda nisa,
"Engga Bu,bude bohong" jawab nisa,
Bu sari menceritakan semua nya kepada Bu Puspa,tentang masalah Bu hj yang menawarkan Bu Puspa agar nisa mau mengikuti tes seleksi beasiswa,
"Nisa pikir,Bu hj mau menjodohkan ust ridwan dengan Anisa mba" sari masih tersenyum bahagia,mentertawakan sepupunya,
"Oh pantas saja,saat di mobil,wajahmu cemberut terus ya dik" ucap bu Puspa ikut menggoda anaknya,
"Tapi bukannya kamu juga suka sama ust ridwan" goda Bu sari lagi,
"Enggak bude,nisa biasa aja ko" jawab nisa cetus,
"Sudah sudah,hari sudah mulai petang,sebentar lagi asar,kalian mandi dan siap jamaah "ucap bu Puspa,
Mereka pun masih larut dalam tawa bahagia,
Nisa berharap kebahagiaan ibunya setiap waktu,
"Jadi,bagaimana nis,kamu siap ikut tes?" Tanya Bu Puspa,
"Insyallah nisa pikirkan dulu bu?" Jawab nisa,
Terlintas ingatan nisa kepada pak Anjar,nisa ingin membagi cerita ini dengan pak Anjar,berharap pak Anjar mau memberikan satu pilihan untuk dirinya,
Lanjut kuliah kah? Atau mencari sosok ayahnya?,
(Biar besok aku bicarakan ini kepada pak Anjar)pikir nya,
Merekapun masuk ke dalam rumah,bi Ijah yang sedang masak di dapur,ikut tersenyum melihat tawa bahagia sari,Puspa,dan annisa,
Bi Ijah pun teringat dengan anaknya,
(Semoga kamu juga bahagia di luar sana nak)
Doa bi Ijah untuk anaknya,
Malam nya sari coba menghubungi Bu hj Siti Fatimah, untuk membicarakan lebih lanjut lagi perihal tes beasiswa yang akan nisa ikuti,
Persyaratan nya apa?Dimana? Dan lain sebagainya,
Nisa pun mendengarkan pembicaraan Bu sari dan bu hj Siti di telpon dari kamarnya,
Nisa berpikir,apa memang ini jalan terbaik untukku,
__ADS_1
(Padahal aku belum ceritakan ini kepada pak anjar) ucapnya,
Sari pun memanggil nisa,
"Nis,sini sebentar nak?" Panggil sari,
Nisa pun menghampirinya
"Bu hj Siti ingin bicara kepadamu" ucap sari,
Nisa pun mengambil telpon,dan bicara dengan Bu hj Siti Fatimah,
"Assalamualaikum bu,apa kabar" tanya nisa,
"Alaikum salam nak,kabar ibu baik,senang bisa bicara dengan kamu," jawab bu hj Siti
Bu hj Siti pun membicarakan perihal tes seleksi yang akan nisa ikuti,
Bu hj menjelaskan,nisa akan mengikuti bimbingan selama satu bulan di pondok terlebih dahulu, sebelum mengikuti tes seleksinya,
"Baik Bu, persyaratan yang harus di bawa apa saja bu?" Tanya nisa,
"Ijazah terkahir,ktp/kartu pelajar dan lain-lainnya,itu bisa menyusul nak" jawab bu hji,
Bu hj Siti memberi tahu nisa,kalau tes seleksi nya akan di adakan kurang lebih 2 bulan lagi,jadi masih ada waktu untuk daftar segera ke pondok,dan mengikuti bimbingan disana,
Bu hj menyuruh nisa,agar segera datang ke pondok secepatnya,
Keluarga nisa pun menyetujui nya,
"Baik insyallah bu,secepatnya nisa akan kesana" ucap nisa,
"Ya baiklah,ibu tunggu ya nak,assalamualaikum" Bu hj menyudahi pembicaraan nya di telpon,
"Bude KTP nisa kan belum jadi,bagaimana?" Tanya nisa pada bude nya,
"Besok kita kesana lagi, coba tanyakan,barang kali bisa di ganti dengan surat domisili dulu,atau apa, tanyakan kepada mereka nanti disana" jawab bu sari.
Tentunya nisa sangat bahagia,karena berarti besok
Dia akan bertemu dengan pak Anjar,dia tak sabar ingin menceritakan segalanya kepada pak Anjar,
(Semoga besok tidak ada halangan) harap nisa,
Di dalam kamar,Bu puspa termenung mengingat untuk pertama kalinya,dia akan berpisah dengan anak semata wayangnya itu,anak kesayangannya yang setiap waktu selalu ada bersamanya,
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jauh dari anaknya,
Mungkin rindu yang begitu dalam akan selalu dia rasakan tiap harinya,namun bu Puspa sadar,semua ini yang terbaik bagi anaknya,
Bu Puspa ingin yang terbaik untuk masa depan anaknya,dan bu Puspa pun yakin anaknya akan berjaya kelak,
Bu Puspa berharap,nisa akan selalu ada untuknya,meskipun jauh,doa nisa akan selau ada menemani setiap napas ibunya,
Nisa memeluk ibunya dari belakang, dia menceritakan kekhawatiran dirinya,jika dia nanti jauh dari ibunya,
"Bu,apa ibu ihlas melepas nisa untuk melanjutkan menimba ilmu" tanya nisa,
Bu Puspa pun tersenyum manis,
"Tentunya nak,ibu ikhlas,ridho selagi langkahmu di pakai untuk ibadah,maka ridho ibu untukmu sepanjang waktu"
__ADS_1
Bu Puspa pun memeluk kembali anaknya,air mata pun mulai menetes di pipi mereka berdua,
Bersambung