Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Trauma Bu ayu


__ADS_3

Nisa pun menceritakan kejadian yang menimpa nya tadi di perjalanan,nisa menceritakan tentang dirinya yang di ganggu oleh sekelompok pemuda yang menggodanya,dan pak Anjar yang telah menolong nya,


Sontak nek imah pun menutup mulutnya terkejut, dengan cerita yang menimpa cucunya,


"Tapi kamu tidak kenapa-napa kan?" Tanya nek imah,


"Nisa tidak apa-apa nek" jawab nisa tersenyum,


"Syukurlah kalau begitu,lain kali kalau kamu mau kesini,jangan sendiri ya, itu pasti pemuda nakal yang sering bikin resah warga di kampung ini" ucap nek imah,


"Loh,memangnya nek imah tau dengan sekelompok pemuda itu?" Tanya nisa,


"Pasti dia Bondan dan kawan-kawan nya,mereka memang sudah biasa keluar masuk sel,tapi tidak ada efek jera, masih saja mereka selalu buat resah disini" jawab nek imah.


"Kok bisa seperti itu ya," nisa bertanya sendiri, bingung memikirkan sekelompok pria yang mengganggunya.


"Yang terpenting,sekarang,kamu tidak apa-apa nak,itu yang lebih penting" ucap nek imah,


"Tapi nenek,jangan kasih tahu orang yang di rumah ya, nisa gak mau mereka khawatir dengan kejadian tadi siang" ucap nisa pada nek imah memohon,


"Ia nak,kamu tenang saja" jawab nek imah.


Nisa pun memberikan makanan yang di titipkan Bu ayu untuk nek imah kepadanya,


Mereka membuka makanan tersebut dan menyantapnya penuh syukur,


Sebenarnya nek imah masih bisa untuk masak sendiri,tapi Bu ayu sudah merasa biasa membuat makanan untuk dirinya, jadi setiap siang, Bu ayu suka mengantarkan makanan untuk nek imah,


Nek imah pun membereskan makanan nya, dan annisa pun pamit untuk kembali pulang ke rumah nya,


"Nek ,nisa pamit ya" ucap nisa,


"Biar nenek temani ya" jawab nek imah,


"Gak usah nek,biar nisa sendiri saja" jawab nya


"Nenek takut terjadi sesuatu lagi sama kamu nak,biar nenek temani kami sampai rumah " nek imah kekeuh dengan penawaran nya.


Akhirnya nek imah pun,menemani annisa pulang,


Sepanjang perjalanan mereka banyak bicara tentang kampung nya yang selalu main hakim sendiri, selalu buat rusuh,entah kepada saudara nya sendiri atau orang lain,

__ADS_1


Tapi semenjak pak Anjar menjadi kepala desa disini,semua berangsur membaik,


Perbuatan yang rusuh sudah mulai di tinggalkan warganya,


Karena pak Anjar menerapkan ajaran wajib belajar kepada warga nya,agar mereka paham akan benar dan salah, sehingga warga pun mengerti baik dan buruk nya perbuatan yang mereka lakukan kepada sesamanya.


"Ternyata pak Anjar membawa dampak baik ya nek" ucap nisa memuji pak Anjar,


"Ia allhamdulillah nak,kehadiran nak Anjar kesini sebagai kepala desa,membuat kampung ini menjadi lebih berkembang dan sejahtera lagi" jawab nek imah,


"Memangnya selama belum menjadi kepala desa,pak Anjar tinggal dimana nek?" Tanya nisa,


"Dia kuliah di Jakarta, kemudian dia menikah dengan orang sana, mereka pun tinggal disana sampai mertuanya meninggal, kemudian pak Anjar dan istrinya kembali ke kampung ini untuk menetap," jelas nek imah,


"Oh,jadi pak Anjar sudah menikah ya nek?" Tanya nisa,


"Lah ia, wong dia seumur dengan ibumu,"jawab nek imah manyun,


"Kalau begitu,dia sudah mempunyai anak seumuran nisa dong?" Tanya nya lagi,


"Namun sayang,kebahagiaan mereka belum lengkap,tanpa kehadiran seorang anak diantaranya" jawab nek imah ikut sedih dengan nasib pak Anjar dan istrinya, yang sampai saat ini belum di beri kepercayaan seorang anak oleh Allah,


Merekapun melanjutkan pembicaraan nya,mereka bicara kesana kemari tanpa arah, Sampai mereka pun tiba di rumah bu ayu,


"Loh,kenapa nek imah mengantar kamu nak?" Tanya Bu Puspa yang sedang menyapu di depan rumahnya,


"Ndak apa-apa nak,nenek hanya ingin bertemu ibumu saja" ucap nek imah menanyakan keberadaan Bu ayu ,


"Ya masuk nek,ibu ada di dalam" ucap bu Puspa,


Nisa mencium tangan ibunya,dia berikan senyum terindah nya kepada Bu Puspa,


"Ibu sudah agak mendingan sekarang?" Tanya nisa memulai pembicaraan,


"Ini ada apa ya,seperti ada yang beda dari kamu, sepertinya anak ibu sedang bahagia nih" ucap bu Puspa menggoda anaknya,


Nisa pun tersenyum ,nisa memang sedang bahagia, karena telah bertemu dengan pak Anjar tadi siang,dia pun sedia membantu dirinya mencari jejak ayahnya, nisa pun lebih mengetahui kehidupan pak Anjar dari nek imah,


Namun,nisa enggan membicarakan semua ini kepada ibunya, karena nisa takut ibunya akan tersinggung dan kembali sedih ,karena itu berdampak buruk terhadap kesehatan ibunya,


Nisa dan bu Puspa pun bercanda,bercerita tentang hal yang membuat hatinya bahagia,

__ADS_1


Sementara di lain tempat,nek imah menuju kamar Bu ayu, nek imah dapati Bu ayu sedang tadarus Al qur'an,


Niat hati nek imah tidak mau mengganggu nya,tapi langkah nek imah di ketahui oleh bu ayu,sehingga Bu ayu menyudahi tadarus nya,


"Ada apa bi, kemari lah" tanya Bu ayu,


Nek imah pun menghampiri bu ayu yang masih memakai mukena di sajadahnya,


"Kenapa bi Imah seperi ingin berbicara sesuatu yang penting kepadaku" tanya Bu ayu,


Nek imah menganggukkan kepalanya,


Nek imah pun menceritakan semua yang terjadi pada Annisa tadi siang,meskipun nek imah sudah berjanji tidak akan bicara pada orang rumah tentang kejadian yang menimpa nisa, tapi dirinya merasa khawatir jika hal tersebut terulang kembali,itu sebabnya nek imah menceritakan semua nya kepada abu ayu,


Bu ayu pun terkejut,dan bersyukur Annisa baik-baik saja,


"Lain kali,nisa tidak boleh keluar sendiri" pinta nek imah,


"Ia bi,saya yang salah,padahal nisa belum tahu tempat ini,tapi saya sudah berani menyuruhnya keluar" jawab bu ayu menyesal telah menyuruh cucunya itu,


"Ibu tidak usah menyesali,ini kan musibah, yang terpenting nisa tidak kenapa-napa, allhamdulillah juga pak Anjar kebetulan menolong " jawab nek imah,


Merekapun merasa lega,karena tidak terjadi hal yang buruk menimpa nisa, Bu Ayu tak bisa membayangkan jika sampai sesuatu yang buruk terjadi kepada nisa,


Bu ayu cukup trauma dengan kejadian yang menimpa Puspa tempo dulu,


Begitupun dengan nek imah, dia juga sangat takut kejadian yang menimpa anaknya, husni akan terulang kembali, itu sebabnya nek imah sangat terkejut tadi mendengar cerita nisa yang di ganggu oleh sekelompok pemuda di tengah jalan menuju rumahnya.


"Oh ya bu,tapi tadi saya sempat mendengar sedikit pembicaraan nisa dengan pak Anjar" ucap bi Imah,


"Aya itu bi?" Tanya Bu ayu,


"Tadi saya sempat dengar, kalau nisa meminta tolong kepada pak Anjar untuk membantunya mencari keberadaan ayahnya" ucap bi Imah,


Bu ayu pun sontak terkaget bukan kepalang,dia merasa terkejut dan bingung,


Sepertinya Bu ayu memang mendukung niat nisa untuk mencari ayahnya, karena bagaimana pun, ayahnya adalah wali hakim nisa, jika nanti nisa sampai menikah,


tapi yang Bu ayu takutkan , bagaimana mencari sosok ayahnya nisa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2