
Sementara itu ,bu puspa pun tertidur sejenak ,melepas penat dan letih yang di rasa karena perjalanan jauh yang di tempuh nya.
Nisa, bi ijah dan bu sari pun selesai memasak makanan untuk di hidang kan.
"Oh ya nis, kamu rapihkan ini di meja ya" suruh bu sari pada annisa.
"Ya bude" jawab nisa.
Nisa pun membawa makanan ke depan untuk di hidang kan.
"Nak sari, siapakah gadis itu?" tanya bi ijah
"Itu annisa bi, anak nya mba puspa" jawab bu sari.
(Ya allah ya tuhan ku, jika Seandainya cucuku juga ada disini,mungkin usia nya tidak jauh berbeda dengan gadis ini) Ucap bi ijah dalam hati sedih mengingat anak nya (lia) yang pergi dalam keadaan hamil, lima belas tahun yang lalu.
"Nak, tolong kirim makanan ini ke rumah bi imah ya" pinta bu ayu pada sari.
"Oh ia bu, nanti sari antar ke rumah bi imah" jawab sari.
Sari yang saat itu melihat bi ijah sedih,coba bertanya kenapa,
dia menjelaskan bahwa dirinya teringat dengan anak nya lia, bi ijah sangat merindukan anaknya yang sudah lama pergi tak ada kabar, sungguh bi ijah begitu merindukan nya, sampai bi ijah tak mampu mengungkap kan kerinduan dengan anak perempuan nya itu.
Bu sari pun mencoba menghibur bi Ijah agar tidak larut dalam kesedihannya.
Bu sari sedikit menceritakan tentang perpisahan antara ibu dan kakak nya dulu,dia coba menjelaskan jika memang Allah sudah mentakdirkan hamba nya bersatu kembali, maka tiada yang mustahil bagi Allah untuk mempersatukan Lia dengan bi Ijah kembali.
Bi ijah pun menyeka air mata nya, dia merasa tenang dengan apa yang telah sari ceritakan kepada dirinya.
Bi Ijah berterimakasih kepada sari karena telah membuat nya merasa tenang.
CJ Soo
"Sama sama bi, pasrah kan saja semua nya kepada Allah bi". Ucap bu sari.
"Ia nak, terimakasih" Jawab bi ijah.
Sari pun bergegas menyiapkan makanan untuk di kirim
ke rumah bi imah, dan mengantarkan nya.
__ADS_1
Annisa yang saat itu sedang merapikan meja melihat bude nya hendak pergi ,bertanya mau kemana?.
Nisa pun ikut menemani bude nya mengantarkan makanan ke rumah bi ijah.
Merekapun pergi membawa makanan ke rumah bi imah.
Seorang warga melihat sari dan annisa dari kejauhan, warga itu merasa tidak asing melihat orang yang bersama dengan sari
"Siapa yang bersama sari, rasa nya saya pernah melihat wajah anak itu" Ucap Bu Ratna, warga yang melihat sari dan puspa menuju rumah bi imah.
Bu Ratna mengikuti mereka sampai tujuan, dan akhirnya Bu sari dan annisa sampai di rumah bi imah.
"Assalamualaikum bi" Salam sari.
Bi imah pun menjawab salam mereka dan mempersilahkan nya masuk rumah.
Sari pun masuk ke dalam rumah bi imah dan memberikan makanan dari ibunya.
"Ini ada titipan dari ibu untuk bi imah" Ucap Bu sari.
"Alhamdulillah ,terimakasih banyak nak" Jawab nek imah merasa senang.
Bi imah pun membuka makanan nya dan menyuruh sari dan anisa makan bersama dengan nya, namun mereka menolak, karena mereka juga sudah menyiapkan makanan nya di rumah.
"Nek,tadi ibu menyuruh nek imah untuk bermalam di rumah " Sari mengajak nek imah pergi ke rumah ibunya untuk menginap.
"Insyallah nanti nenek menyusul ya nak" Nek imah menyetujui ajakan nya.
Sari dan annisa pun merasa senang ,karena nek imah setuju untuk menginap di rumah bu ayu.
Mereka pun pamit untuk pulang , annisa mencium tangan nek imah,
"Kami pamit nek,assalamualaikum " Salam annisa dan bu sari.
Mereka pun kembali pulang ke rumah bu ayu, namun saat hendak pulang, bu ratna menghentikan langkah bu sari dan annisa.
"Sari" Panggil Bu Ratna.
Bu sari menoleh ke arah sumber suara memanggilnya, di lihat nya bu Ratna hendak mendekati dirinya dan annisa.
"Ia bu Ratna,ada apa?" tanya bu sari.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak sari, ibu hanya penasaran dengan gadis ini,ko rasa nya saya tidak asing dengan wajah nya" Tanya Bu Ratna.
Bu sari pun bingung harus menjawab apa kepada Bu Ratna, karena dia takut, jika dia menjawab yang sebenarnya, nanti warga akan mengetahui keberadaan kakaknya.
"Oh ini saudara saya dari kampung Bu, annisa namanya" Bu sari memperkenalkan Annisa kepada Bu Ratna.
Annisa pun tersenyum dan memperkenalkan dirinya. "Annisa " Ucap nisa.
Karena takut akan banyak pertanyaan dari Bu Ratna, sari pun tak banyak mengajak Bu Ratna bicara, dia bergegas kembali ke rumah nya.
"Maaf bu ,saya sedang terburu-buru, saya sedang memasak di dapur,lupa matikan kompor" Ucap Bu sari undur diri.
"Oh ya nak,cepatlah tengok masakan mu, takut nya gosong" Jawab Bu Ratna.
Bu sari pun dengan cepat,kembali ke rumah nya,
"Bude kenapa berbohong" Tanya annisa.
"Tidak penting nis,ayo masuk"
Bu sari tak terlalu menghiraukan pertanyaan nisa kepada nya,karena yang dia pikirkan saat ini, bagaimana caranya agar warga tidak mengetahui kalau kakak nya sedang ada di rumah, sari takut warga akan mengingat dan mengungkit kembali masa lalu kakak nya, lalu mengusirnya kembali.
Annisa yang sedari tadi memperhatikan kegelisahan bude nya ikut gelisah,apa yang sedang bude nya pikirkan?.
Dia coba bertanya, namun bu sari tidak menanggapinya serius.
Ahirnya nisa pun bercerita kepada ibunya tentang kegelisahan bude sari setelah bertemu dengan Bu Ratna,
"Bu ,tadi saat hendak kembali ke sini,kami bertemu dengan seseorang, dia bertanya tentang aku kepada bude,namun setelah itu, bude nampak gelisah, bude kenapa ya Bu" Cerita annisa.
Bu puspa yang saat itu baru terjaga dari istirahat nya,ikut cemas memikirkan kegelisahan adiknya, bu puspa berpikir, apa adiknya gelisah karena takut kehadiran dirinya di ketahui oleh orang luar.
Bu puspa pun coba menenangkan dirinya dan berpikir positif.
"Mungkin bude mu kecapean kali nak" Jawab Bu puspa pada annisa.
"Mungkin juga ya Bu" Jawab annisa.
Di lain tempat, Bu Ratna yang sedari tadi mengikuti sari dan nisa mulai curiga, karena saat sari terburu-buru pulang ke rumah, membuat bu ratna menyadari bahwa anak gadis itu mirip dengan puspa.
Bu Ratna pun mulai membicarakan kecurigaan nya kepada warga lain.
__ADS_1
Dan akhir nya kecurigaan yang Bu Ratna ceritakan kepada warga, sampai ke telinga nek imah.
Karena nek imah menghawatirkan puspa, nek imah pun bergegas menemuinya di rumah bu ayu untuk memberi kabar yang sudah tersebar di luar sana.