Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Di sepertiga malam


__ADS_3

"Ka nisa sini sebentar deh," ucap azlina memanggil nisa yang sedang membaca,


"Ya ada apa dik" tanya nya.


Azlina menanyakan tugas yang kurang dia pahami tentang pelajaran sekolah nya,


Annisa pun membantu nya mencari jalan keluar untuk tugas nya azlina,


"Matematika,azlina benar-benar kurang pandai ka" Azlina pasrah dengan tugas nya,


"Jangan begitu, ayo kita sama-sama pecah kan rumus nya"


Annisa membantu nya dengan baik tanpa harus tangan nya langsung menulis di buku azlina,


Annisa hanya mengarahkan dengan kata-kata yang membuat azlina berhasil memecahkan rumus matematika yang sedang dia kerjakan, pelajaran yang dia sangat takuti.


Maklum hampir setiap siswa-siswi pasti kurang akur dengan pelajaran satu ini,termasuk azlina,


"Allhamdulillah ahirnya bisa juga ka " azlina merasa bangga diri,


"Ya allhamdulillah kakak ikut senang" jawab nisa tersenyum melihat adik nya bahagia.


"Baru kali ini loh ka,lina merasa sebaik ini mengerjakan pelajaran matematika" ucap azlina,


"Lain kali kalau kamu sedang mengerjakan tugas, kamu harus teliti,cermati baik-baik setiap persoalan nya, insyallah ke depan nya pasti kamu akan paham dengan sendiri nya" jawab annisa menasehati.


"Ia ka,terimakasih ya" azlina memeluk kakak nya.


"Sama-sama,kalau sudah selesai ,kita solat witir dulu sebelum tidur yuk" ajak annisa,


"Siap ka," jawab azlina masih dengan suasana hatinya yang gembira,


Azlina pun melanjutkan tugas nya.


Nisa duduk di tepi jendela, dia masih memikirkan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan ibu nya,


(Rasanya aku masih kurang mengerti dengan semua takdir mu ini ya allah,berilah petunjuk mu, siapa diriku, ) tanya hati annisa meratapi di sunyi nya malam.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam,


"Semua nya ayo istirahat " ucap dewan santri yang sedang patroli malam,


"Lin, mereka siapa?" tanya annisa,


"Oh itu, mereka dewan santri yang patroli malam ka" jawab azlina,


" Kamu sudah selesai mengerjakan tugas nya" tanya nisa lagi,


"Sudah ka, ayo kita istirahat" jawab azlina.


"Kita solat sunnah dulu ya" ucap annisa,


"Ia ka" merekapun mendirikan shalat sunnah 2 rakaat beserta witir nya sebelum tidur.

__ADS_1


Selesai itu,mereka pun berbaring,


sebelum memejamkan mata,azlina ingin sekali bercerita dengan kaka nya,


"Ka nisa,lina ingin sekali tahu tentang kakak"ucap azlina,


"Tau tentang apa nya dek" jawab nisa,


"Ya selama ini kakak dan ibu tinggal dimana? kenapa pergi dari rumah, hampir setiap minggu loh ibu cari kakak dan ibu puspa" jawab azlina,


(Subhanallah, bude sampai segitu nya mencari ibu)ucap annisa,


"Kakak dan bu puspa tinggal di kampung yang sangat terpencil dek, disana tidak ada banyak rumah, yang ada hanya pohon-pohon besar, sungai , bebatuan dan suara burung-burung yang selalu menemani kakak, kalaupun ada rumah paling bisa dihitung dengan jari" jawab annisa tersenyum menceritakan kampung nya.


"Lalu kenapa kakak baru pulang sekarang, kenapa gak dari dulu kakak pulang ke rumah nenek?" tanya nya lagi,


"Mungkin allah baru mentakdirkan kakak dan ibu puspa sekarang untuk kembali ke rumah nenek" Jawab nisa,


(Padahal aku belum tau siapa nenekku dik, entah nenekku akan menerimaku atau tidak, jika memang aku ini anak haram),


Dalam hatinya sedih dan menangis, sehingga tak kuasa annisa menahan air matanya.


"Ka nisa, kenapa menangis?" azlina ikut merasa sedih,


"Tidak apa-apa dek, ka nisa tidak apa-apa" jawab nisa menutupi kesedihan nya,


"Oh ya,ka nisa mau tanya sama kamu," tanya annisa,


"Sebenar nya adikku ini betah gak mondok?" tanya annisa dengan tersenyum nya menggoda,


"Oh itu, azlina betah saja ka, selama lina masih bisa mendoakan ibu dan bapak, lina ihlas ko jauh dari ibu" jawab azlina dewasa,


"Tapi kamu gak sedih jauh dari ibu kamu?"tanya annisa lagi,


"Pertama sedih sekali berpisah dari ibu dan bapak, tapi seiring berjalan nya waktu,lina semakin paham, kenapa mereka ingin sekali lina mondok,


Ya itu, mereka ingin lina menjadi anak yang solehah anak yang bisa mendoakan ibu dan bapak,


Jika lina tidak mondok, belum tentu lina bisa berdoa untuk kedua orangtua lina" jawab nya sedih,


"Kamu sedih ya" tanya annisa,


" Lina hanya teringat bapak ka" jawab azlina,


" Sekarang kamu doakan bapaknya, insyallah bapakmu sudah ada di surga nya allah ,karena bapakmu sudah punya 3 anak soleh solehah yang setiap waktu mendoakan nya," jawab annisa menenangkan adiknya.


"Aamiin, terimakasih ka nisa, baru kali ini azlina bisa bertukar cerita seperti ini pada orang lain, sebelum nya azlina hanya menuliskan setiap curahan hati lina ke dalam buku, tapi setelah ada kakak,rasa nya buku ku akan aku tutup" ucap nisa menghibur dirinya sendiri.


Nisa pun tersenyum lebar.


"Kamu ini bisa aja, sudah sekarang kita istirahat ya, nanti subuh kan harus sudah bangun" ucap ka annisa,


"Ia ka, assalamualaikum " salam azlina,

__ADS_1


"Waalaikumsalam" annisa menjawab salam nya.


Merekapun berdoa masing-masing , dengan tak henti mereka berdzikir sampai mata nya terpejam.


Tepat pukul 1 malam, annisa terbangun dari tidur nya,


"Ini pukul berapa ya?" tanya nya,


" Ternyata ini masih pukul 1" lanjutnya.


Nisa pun coba memejamkan mata nya kembali, Namun tidak ada rasa kantuk sedikitpun ,


("Apa mungkin allah ingin aku bersujud kepadanya") ucap hatinya,


Annisa pun mengambil air wudhu, diapun melaksanakan solat tahajud dan solat taubat,


Nisa berdoa dalam sujud,untuk kebaikan dirinya dan ibu nya, tak lupa dia berdoa semoga allah membuka kan pintu petunjuk agar dia tahu segala apa yang telah terjadi dalam hidup nya.


Tak henti nisa meminta ampun atas segala dosa dan keselamatan dirinya di dunia dan di akhirat,


Seusai solat tahajud ,nisa melanjutkan dengan tadarus Alqur'an sendirian di tengah malam,


Sunyi ,sepi di keheningan malam, membuat nisa merasa damai bersujud dan tilawah kepada nya.


Ust ridwan yang kala itu baru pulang dari tugas nya, Tak sengaja mendengar ada seorang perempuan yang sedang mengaji.


" Suara tadarus siapa ini?, solehah sekali seorang santri yang terbangun sendiri di sepertiga malam ini, dia isi malam nya dengan tadarus alqur'an memuji allah" ucap ust ridwan memuji.


Ust ridwan mencari sumber suara,


"Asal suara perempuan itu berasal dari kamar ini" Ust Ridwan menunjuk ke arah kamar Marwah,


"Pasti salah seorang santri putri kamar ini yang terbangun,semoga istiqomah ya murid-murid ku" Ucap ust ridwan mendoakan, dan mengira bahwa yang sedang tadarus adalah muridnya.


Karena ust ridwan lupa bahwa dirinya sedang membuka kan pintu untuk mobil nya masuk, seseorang dari dalam mobil mengagetkan nya dengan suara klakson mobil,


"***** ...... *****" suara klakson mobil.


"Asstagfirullah" ust ridwan pun terkejut.


Sontak nisa pun ikut terkejut dan melihat dari jendela apa yang terjadi di luar sana,


Saat tirai jendela di buka,nisa melihat ust ridwan sedang terkaget,


Nisa pun tersenyum manis melihat ust ridwan,


Begitupun sebalik nya, saat ust ridwan kembali menoleh ke arah sumber suara tadarus,


Dia dapati seorang perempuan sedang tersenyum manis kepada nya.


"Asstaghfirullah azim " ustad ridwan memalingkan tatapan nya, beliau pun kembali membuka pintu gerbang.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2